Viral Akun Facebook Tawarkan Adopsi Bayi karena Tak Mampu Bayar Biaya Rumah Sakit, Ini Penjelasannya

Kompas.com - 26/06/2019, 16:44 WIB
Penawaran adopsi bayi yang diposting di akun Facebook dengan nama Muhammad Rozani viral di Bangka Belitung. Tangkapan layar FacebookPenawaran adopsi bayi yang diposting di akun Facebook dengan nama Muhammad Rozani viral di Bangka Belitung.

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com - Penawaran adopsi bayi yang diposting di akun Facebook dengan nama Muhammad Rozani viral di Bangka Belitung.

Informasi yang ditulis pemilik akun itu menyebutkan seorang bayi laki-laki tertahan di rumah sakit karena orangtuanya tidak memiliki biaya untuk membayar biaya perawatan di rumah sakit.

"Maaf melenceng sedikit, siapa tahu ada yang mau dengan anak ini. Sekedar menebus biaya rumah sakit karena orangtua tidak mampu menebus biaya di RSUD Sungailiat." tulis Rozani di akun Facebooknya.

Baca juga: Viral Video Emak-emak Berdaster Tenteng Senapan Sambil Joget Remix, Ini Penjelasan Polisi


Tulisan itu juga disertai foto sang bayi dan nomor telepon yang kemudian dibagikan di grup Facebook Komunitas Bahasa Bangkek.

Postingan tersebut langsung mendapat sorotan netizen. Termasuk dari pihak RSUD Sungailiat, tempat bayi itu dirawat.

Namun, pemilik akun tidak menjelaskan hubungan dirinya dengan keluarga bayi tersebut.

Saat berkali-kali menghubungi nomor yang tertera di postingan tersebut tidak tersambung, Terdengar nada nomor yang anda hubungi sedang tidak dapat menerima panggilan.

Saat wartawan mendatangi RSUD Depati Bahrin Sungailiat, Senin (24/6/2019), ternyata memang benar bayi itu ada di rumah sakit tersebut.

Bayi itu dirawat di ruang NICU 1 Kebidanan RSUD Depati Bahrin Sungailiat.

Mengutip dari Tribunnews, Siti Hajar, ibu dari bayi laki-laki yang belum diberikan nama ini mengungkapkan, teman suaminya yang memposting hal tersebut. 

Namun, menurut Siti, keputusan postingan tersebut dilakukan suaminya tanpa sepengatahuannya.

"Dak tau apo-apo aku. Kami di sini idak ado keluarga, jadi dak tau cak mano," ungkap Siti.

Baca juga: Penantian Panjang Kasmi Bertemu dengan Anaknya Setelah 30 Tahun Berpisah, Ini Kisahnya

Ketika diwawancara wartawan ia sempat menatap ke arah suaminya yang berada di luar ruangan. Tak lama kemudian, Siti dipanggil suaminya dengan melambaikan tangan agar keluar ruangan.

Dengan alasan ingin menyusui anaknya, Siti pamit kepada wartawan, lalu keluar ruangan.

Penjelasan manajemen rumah sakit.

Manajemen RSUD Depati Bahrin membantah menahan bayi tersebut sebagai jaminan agar membayar biaya rumah sakit.

Humas RSUD Depati Bahrin Sungailiat, Zulfikar mengatakan, kepada orangtua bayi itu, Bidan Rumah sakit RSUD Depati Bahrin sudah menjelaskan, jika belum bisa membayar biaya rumah sakit, bisa membuat surat pernyataan dan meninggalkan jaminan dan ditagih di lain hari. 

Zulfikar mengatakan, pihaknya tidak pernah membeda-bedakan pasien. Pelaksanaan tindakan dasar dan darurat pastinya akan dilaksakanan langsung tanpa menunggu kepastian jaminan pembiayaan pasien tersebut.

Dia mengklarifikasi bahwa pasien dirujuk dari Puskes Tempilang dan pasien tersebut sudah melahirkan dengan operasi sesar.

"Bayinya sudah selesai dirawat di ruang neontus karena ditakutkan infeksi selepas operasi sesar," ujar Zulfikar dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (26/6/2019).

Dari awal masuk, pasien sudah diberikan informasi dari bidan yang merujuk, jika memang tidak mampu, bisa menguruskan jaminan pembiayaan menggunakan Jampersal.

Zulfikar mengaku heran dengan adanya postingan di Facebook karena sebelumnya bidan sudah menyarankan kembali menggunakan jJampersal.

Namun, keluarga pasien menyatakan tidak bisa melengkapi persyarataan jaminan tersebut dengan alasan karena warga baru dan ada keluarga yang akan membantu biaya persalinan.

Bidan pelaksana RSUD pun sudah membantu menyampaikan informasi ke group media sosial bidan se-Kabupaten Bangka untuk turut membantu keluarga pasien bilamana ada informasi kepengurusan berkas Jampersal tidak diketahui oleh keluarga pasien.

Pihak rumah sakit tidak mengetahui rencana pasien meng-upload foto anak pasien di Facebook untuk meminta bantuan.

"Justru karena melihat berita di medsos inilah petugas rumah sakit menanyakan kembali ke keluarga pasien untuk pembiayaannya. Kemarin pasien sudah dibawa oleh keluarganya serta biayanya dibayar sebagai pasien umum," sebutnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X