Sempat Tertunda, Ekskavasi Tahap Tiga Situs Pataan di Lamongan Dilanjutkan

Kompas.com - 26/06/2019, 13:17 WIB
Situs Pataan yang berada di Dusun Montor, Desa Pataan, Kecamatan Sambeng, Lamongan. KOMPAS.com / HAMZAHSitus Pataan yang berada di Dusun Montor, Desa Pataan, Kecamatan Sambeng, Lamongan.

LAMONGAN, KOMPAS.com - Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Jawa Timur dalam waktu dekat akan kembali melakukan ekskavasi di Situs Pataan yang berada di Dusun Montor, Desa Pataan, Kecamatan Sambeng, Lamongan.

Menurut arkeolog dari BPCB Trowulan, Jawa Timur, Wicaksono Dwi Nugroho, ekskavasi yang akan dilakukan adakan ekskavasi yang ketiga. Sebelumnya ekskavasi dilakukan pada medio 2013 dan ekskavasi kedua pada akhir 2018 kemarin.

"Untuk situs Pataan, kami (BPCB Trowulan) bakal kembali melakukan ekskavasi. Sudah kami agendakan mulai awal bulan depan (Juli). Jadi besok itu ekskavasi ketiga,” ujar Wicaksono kepada Kompas.com, Selasa (25/6/2019).

Baca juga: Batu Bata Zaman Majapahit Ditemukan di Mojokerto, Apa Kaitannya dengan Situs Pataan di Lamongan?

Situs Pataan berada dalam areal Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mojokerto, yang sehari-hari difungsikan oleh warga sekitar untuk lahan bercocok tanaman jagung.

"Kami akan coba melanjutkan temuan sebelumnya. Tapi sebelum memulai pekerjaan (ekskavasi ketiga), kami terlebih dulu akan berkoordinasi dengan pihak pemerintahan daerah setempat, terutama dinas/instansi terkait. Mungkin Jumat (28/6/2019) mendatang," terangnya.

Dalam pertemuan yang diagendakan tersebut, pihak BPCB Trowulan akan memaparkan terkait agenda mereka untuk proses ekskavasi di Situs Pataan, sekaligus menanyakan kemungkinan pemerintah daerah setempat untuk membantu.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Untuk proses ekskavasi ketiga nanti, memang untuk dana itu berasal dari kami. Sudah dianggarkan sekitar Rp 50 juta. Tapi barangkali Pemkab Lamongan melalui dinas terkait mau membantu, yang bisa saja diagendakan setelah proses ekskavasi yang kami lakukan. Jadi istilahnya melanjutkan proses begitu.

Atau mungkin membantu dari sisi tambahan pekerja, karena terus terang dengan budget segitu kami cukup terbatas dalam penyediaan pekerja. Untuk ekskavasi yang kami agendakan bakal berlangsung selama 10 hari," kata dia.

Baca juga: 5 Fakta Ekskavasi Situs Singosari di Malang, Dihentikan karena Tak Ada Dana hingga Diduga Kompleks Permukiman Pribadi

Bangunan peninggalan bersejarah yang ditemukan di Dusun Montor, Desa Pataan, Kecamatan Sambeng, Lamongan, diperkirakan masih memiliki hubungan erat dengan Prasasti Patakan.

Prasasti Patakan sendiri ditemukan di Desa Pataan dan diperkirakan dibuat pada abad 11 Masehi pada masa pemerintahan Raja Airlangga.

Prasasti ini terbuat dari batu andesit setinggi 104 sentimeter, lebar atas 90 sentimeter, lebar bawah 80 sentimeter, dan tebal 24 sentimeter dan ditulis menggunakan huruf Jawa kuno.

Sekarang, prasasti yang menceritakan tentang adanya bangunan suci yang didirikan oleh Raja Airlangga di Desa Pataan tersebut, menjadi koleksi Museum Nasional Indonesia di Jakarta dengan nomor inventaris D.22.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X