Bupati Sebut Pemberitaan Kematian Mantri Patra di Papua Tendensius, Ini Fakta Sebenarnya

Kompas.com - 26/06/2019, 07:10 WIB
Foto Almarhum Mantri Patra AntaranewsFoto Almarhum Mantri Patra

MANOKWARI, KOMPAS.com - Bupati Teluk Wondama Bernadus Imburi menilai, pemberitaan kematian mantri Patra Marinna Jauhari, di Kampung Oya, Distrik Naikere, Teluk Wondama tidak seimbang dan cenderung tendensius.

Bernadus mengatakan, akibat pemberitaan tersebut, membuat citra buruk Pemda Wondama di mata masyarakat.

Bupati menerangkan, akses ke kampung Oya memang sulit karena harus menghabiskan waktu berjalan kaki 4-5 hari. Salah satu tranportasi yang paling cepat dengan menggunakan helikopter.

"Penugasan mantri Patra ke kampung Oya sebagai bagian dari upaya Pemkab Wondama memenuhi pelayanan kesehatan di Kampung Oya, termasuk Kampung Undurara dan Onyora, Distrik Naikere," ungkap Bupati, sperti dikutip dari rilis resmi yang diterima Kompas.com, Selasa (25/6/2019).

Baca juga: 5 Fakta Kematian Mantri Patra di Pedalaman Papua, Tak Kunjung Dapat Bantuan hingga Kehabisan Stok Obat dan Makanan

Bernadus mengatakan, mantri Patra ditugaskan sejak 8 April bersama Jhon Inggesi dan akan berakhir dan dijemput tanggal 8 Juli, bukan tanggal 8 Juni seperti yang diberitakan berbagai media.

"Informasi tentang sakitnya Mantri Patra berasal dari masyarakat dan diterima kepala Puskesmas Naikere tanggal 18 Juni 2019. Informasi ini menyebutkan yang bersangkutan sakit selama satu minggu, bukan dua minggu," jelas Bupati.

Informasi yang sama juga dilaporkan kepada Sekretaris Dinas Kesehatan dan Bupati yang kemudian memerintahkan untuk proses penjemputan dengan helikopter.

"Sayangnya saat itu helikopter yang biasa digunakan Pemkab Wondama tidak bisa digunakan karena sudah terikat kontrak dengan pihak lain," ucap Bupati.

Baca juga: Dimakamkan di Wasior Papua, Keluarga Masih Berharap Jenazah Mantri Patra Dipulangkan ke Luwu

Bupati mengaku pada 19 Juni, Pemkab Wondama baru mendapat helikopter milik PT Intan Angkasa Nabire dan kemudian dimatangkan dengan persiapan penjemputan 20 Juni melalui pertemuan antara sekda Woondama dan perwakilan PT Intan.

"Informasi meninggalnya mantri Patra diterima Suster Sofia Wamafma, bidan di Puskesmas Naikere tanggal 21 Juni 2019 pukul 12.00 WIT. Keesokan harinya helikopter mendarat dari Nabire di Wasior dan kemudian menjemput jenazah mantri Patra di Kampung Oya," ucap Bupati.

Lanjut Bupati, karena kondisi jenazah sudah tidak memungkinkan untuk dikirim ke kampung halamannya, akhirnya Pemkab Wondama berkomunikasi dengan pihak keluarga agar pemakaman dilakukan di Wondama.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X