Reka Ulang Kasus Pembunuhan, Pria Berkaos "Polisi" Ini Dibunuh Secara Sadis

Kompas.com - 25/06/2019, 22:52 WIB
Reka ulang atas kasus pembunuhan terhadap pria berkaos Polisi yang ditemukan terbakar di sebuah ladang tanaman kayu putih, di Mojokerto, Selasa (25/6/2019). Pada adegan ke 38, tubuh korban yang dibungkus karung plastik, dinaikkan ke mobil pickup oleh pelaku pembunuhan. KOMPAS.com/HANDOUTReka ulang atas kasus pembunuhan terhadap pria berkaos Polisi yang ditemukan terbakar di sebuah ladang tanaman kayu putih, di Mojokerto, Selasa (25/6/2019). Pada adegan ke 38, tubuh korban yang dibungkus karung plastik, dinaikkan ke mobil pickup oleh pelaku pembunuhan.

MOJOKERTO, KOMPAS.com - Kepolisian Resor (Polres) Mojokerto Kota menggelar reka ulang kasus pembunuhan terhadap pria berkaos "Polisi" yang ditemukan terbakar di sebuah ladang tanaman kayu putih, Senin, 13 Mei 2019 lalu.

Reka ulang kasus pembunuhan terhadap Eko Yuswanto (32), warga Dusun Temenggungan, Desa Kejagan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto tersebut, dilakukan di dua lokasi, pada Selasa (25/6/2019).

Lokasi pertama, yakni di rumah orangtua, Dantok (35), di Desa Kenanten Gang 2, Kecamatan Puri. Lokasi ini merupakan tempat para pelaku menghabisi nyawa korban.

Sedangkan lokasi yang kedua, yakni di ladang kayu putih, di Dusun Manyarsari, Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarbladong, Mojokerto. Di lokasi ini, para pelaku membakar jasad korban.

Baca juga: Pelaku Pembunuhan Taruna ATKP Makassar Tak Akan Ajukan Eksepsi

Dari reka ulang yang diikuti Dantok dan Priyono (32) alias Yoyok, kedua pelaku pembunuhan, terungkap bagaimana cara pelaku menghabisi nyawa korban.

Korban dibunuh kedua pelaku di rumah orangtua Dantok dengan cara dipukul dan ditendang secara bergantian. Selain tendangan dan pukulan, korban juga sempat dipukul dengan balok kayu oleh Dantok.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Proses eksekusi nyawa 'pria berkaos polisi' itu terekam pada adegan ke 20 hingga 26 saat reka ulang. Lalu pada adegan ke 38, kedua pelaku membawa jenazah korban yang dibungkus karung plastik, meninggalkan rumah orang tua Dantok.

Pada adegan ke-45 yang berada di sebuah ladang tanaman kayu putih di Dusun Manyarsari, Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarbladong, Mojokerto, tubuh korban disiram dengan BBM jenis Pertalite.

Selanjutnya, Dantok menyalakan api dari korek api yang diberikan Yoyok ke arah tubuh korban. Setelah tubuh korban barbalut kaos 'Polisi' terbakar, kedua pelaku meninggalkan lokasi.

Kapolres Mojokerto Kota AKBP Sigit Dany Setiono mengatakan, dalam reka ulang atas kasus pembunuhan terhadap Eko Yuswanto, para pelaku memerankan 46 adegan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X