Pendamping yang Bawa Kabur Uang PKH Rp 75 Juta Dipecat

Kompas.com - 25/06/2019, 22:00 WIB
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bima, Andi Sirajudin dok Kadis SosialKepala Dinas Sosial Kabupaten Bima, Andi Sirajudin

BIMA, KOMPAS.com - Oknum pendamping yang dituduh menggelapkan dana bantuan Program Keluarga Harapan ( PKH) milik warga Desa Karampi, Kabupaten Bima telah dipecat.

SHD diberhentikan karena melanggar ketentuan sebagai pendamping. Ia melanggar karena terbukti mengambil uang PKH milik keluarga penerima manfaat dengan total sebesar Rp 75 juta.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bima, Andi Sirajudin memastikan jika SHD telah diberhentikan dari pendamping PKH.


"Dia terbukti menyelewengkan dana PKH untuk keluarga penerima manfaat. Oleh karena itu, yang bersangkutan diberhentikan dari pendamping," kata Andi Sirajudin saat dihubungi Kompas.com, Selasa (25/6/2019).

Baca juga: Janji Cairkan Bantuan Lewat ATM, Pendamping PKH Bawa Kabur Uang Rp 75 Juta

Terkait uang yang digelapkan dan dibawa kabur oleh SDH, pihaknya tak bisa berbuat banyak. Dia menyerahkan kasus itu sepenuhnya ke pihak kepolisian untuk proses hukum yang saat ini sedang berjalan.

Menurut dia, tindakan yang dilakukan SDH telah memenuhi unsur pidana karena mengambil hak rakyat.

"Tadi saya perintahkan Kabid BJS agar besok dapat berkoordinasi dengan Polres Bima Kota untuk mengetahui perkembangan kasus," jelasnya.

Baca juga: Tembok Rumah Dilabeli Keluarga Miskin, 163 Penerima PKH Mundur karena Malu

Kasus penggelapan dana bantuan dari Kemensos RI ini terjadi saat pencairan dana PKH tahap tiga tahun 2018 lalu. Kasus ini baru mencuat setelah para korban melaporkan ke polisi.

Dalam kasus ini, modus pelaku dengan pura-pura menawarkan jasa untuk mencairkan dana PKH, mengingat di daerah terpencil itu tak terjangkau oleh fasilitas perbankan.

SDH kemudian mengumpulkan ATM beserta PIN penerima PKH, dan berjanji mencairkannya ke mesin ATM. Namun setelah mengambil uang dari ATM milik warga, SDH pun tak kunjung kembali.

Akibatnya ratusan penerima manfaat PKH di Desa Karampi, Kecamatan Langgudu tidak menerima haknya untuk satu bulan sebesar Rp 500.000.

Baca juga: Cairkan Dana, 2500 Penerima PKH di Madiun Harus Bayar Biaya Transpor

Awalnya para korban belum berkeinginan melaporkannya ke polisi setelah pelaku mengaku bertanggung jawab dengan membuat pernyataan. Namun hingga saat ini, janji pelaku untuk mengembalikan uang warga pun tidak juga terpenuhi.

Sedangkan SDH kini sudah tak terlihat lagi di Desanya sejak beberapa bulan lalu. Para korban yang sudah geram pun langsung melaporkannya ke Mapolres Bima Kota.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelayat dan Karangan Bunga Penuhi Rumah Duka HS Dillon

Pelayat dan Karangan Bunga Penuhi Rumah Duka HS Dillon

Regional
Sejak Usia 6 Bulan, Bayi Hadijah Sudah Minum Kopi Tubruk, Ini Kata Sang Ibu

Sejak Usia 6 Bulan, Bayi Hadijah Sudah Minum Kopi Tubruk, Ini Kata Sang Ibu

Regional
Respons Bupati soal Warga Magetan Buka Wisata Bau Busuk Kali Gandong

Respons Bupati soal Warga Magetan Buka Wisata Bau Busuk Kali Gandong

Regional
Kronologi Tabrakan Bus dan Truk yang Menewaskan 8 Orang di Lampung

Kronologi Tabrakan Bus dan Truk yang Menewaskan 8 Orang di Lampung

Regional
Ratusan Rumah dan Kios Terbakar di Asmat Papua, 3 Orang Alami Luka Bakar

Ratusan Rumah dan Kios Terbakar di Asmat Papua, 3 Orang Alami Luka Bakar

Regional
PDIP Utamakan Kader Maju Pilkada Solo 2020, Bagaimana Kans Gibran?

PDIP Utamakan Kader Maju Pilkada Solo 2020, Bagaimana Kans Gibran?

Regional
Raih Penghargaan Sebagai Caleg Suara Terbanyak dari Golkar, Ini Kata Dedi Mulyadi

Raih Penghargaan Sebagai Caleg Suara Terbanyak dari Golkar, Ini Kata Dedi Mulyadi

Regional
Ciamis Kini Punya Angkot Ber-AC, Sopir dan Penumpang Dilarang Merokok

Ciamis Kini Punya Angkot Ber-AC, Sopir dan Penumpang Dilarang Merokok

Regional
Saat Bayi-bayi Terpapar Kabut Asap di Pekanbaru Diungsikan

Saat Bayi-bayi Terpapar Kabut Asap di Pekanbaru Diungsikan

Regional
Fakta Baru Gadis 13 Tahun Dibunuh dan Diperkosa di Lebak, 1 Pelaku Ditangkap di Sumatera Selatan

Fakta Baru Gadis 13 Tahun Dibunuh dan Diperkosa di Lebak, 1 Pelaku Ditangkap di Sumatera Selatan

Regional
Miris, Sungai-sungai di Mojokerto Jadi Tempat Favorit Pembuangan Popok Bayi

Miris, Sungai-sungai di Mojokerto Jadi Tempat Favorit Pembuangan Popok Bayi

Regional
Kisah Kortinus: Mantan Juru Parkir yang Jadi Pengusaha Sukses, Setiap Hari Bantu Kaum Papa...

Kisah Kortinus: Mantan Juru Parkir yang Jadi Pengusaha Sukses, Setiap Hari Bantu Kaum Papa...

Regional
Selasa Pagi, Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran Sejauh 1.100 Meter

Selasa Pagi, Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran Sejauh 1.100 Meter

Regional
Lagi, Warga Sukabumi Keracunan Makanan dan 66 Orang Dirawat di Puskesmas

Lagi, Warga Sukabumi Keracunan Makanan dan 66 Orang Dirawat di Puskesmas

Regional
Emil Yakin Pengembangan Wisata di Telaga Biru Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Emil Yakin Pengembangan Wisata di Telaga Biru Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X