Polisi Sebut Kerugian Korban Kena Tipu Arisan Fiktif Capai Rp 5 Miliar

Kompas.com - 25/06/2019, 15:25 WIB
Korban dugaan penipuan dan penggelapan uang dengan modus arisan fiktif memenuhi panggilan pemeriksaan di Mapolresta Surakarta, Selasa (25/6/2019). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIKorban dugaan penipuan dan penggelapan uang dengan modus arisan fiktif memenuhi panggilan pemeriksaan di Mapolresta Surakarta, Selasa (25/6/2019).


SOLO, KOMPAS.com - Satuan Reskrim Polresta Surakarta melakukan pemeriksaan saksi korban dugaan penipuan dan penggelapan uang dengan modus arisan fiktif di Mapolresta Surakarta, Selasa (25/6/2019).

Ada lima orang saksi korban yang datang ke Polresta Surakarta guna memenuhi panggilan pemeriksaan.

Kasat Reskrim Polresta Surakarta Kompol Fadli mengatakan, laporan aduan korban tersebut diterima Satuan Reskrim Polresta Surakarta pada Senin (17/6/2019). Korban arisan melalui aplikasi grup WhatsApp itu sebagian besar wanita.

"Sekarang kami menerima laporan pengaduan penipuan dan penggelapan modusnya arisan dan dilaporkan oleh beberapa wanita yang berdomisili di Solo," kata Fadli, Selasa.

Baca juga: Polisi: Korban Penipuan Arisan Fiktif di Solo Bisa Bertambah...

Fadli menyebut, jumlah kerugian korban dugaan penipuan dan penggelapan uang dengan modus arisan fiktif ini cukup besar. Jika diakumulasikan jumlah kerugian itu mencapai sekitar Rp 5 miliar.

"Setiap orang itu ada kerugian Rp 100 juta, Rp 200 juta. Ini korbannya puluhan," ujar dia.

Pelaku kasus ini, TR, yang merupakan warga Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, masih dalam pencarian polisi.

"Pelakunya sementara kami lakukan pencarian karena informasi pelaku meninggalkan Kota Solo," terang dia.

Salah seorang korban, Ana Maria (43) mengatakan, peserta arisan tidak harus datang langsung ke lokasi. Peserta yang mendapatkan arisan cukup membayar melalui transfer ke rekening pelaku.

"Arisan ini sistemnya kaya online jadi nanti kalau misalnya dapat ya ditransfer dan bayar juga ditransfer," ungkap dia.

Baca juga: Pekan Depan, Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Korban Kena Tipu Arisan Fiktif

Arisan ini menggunakan sistem menurun. Kepada korban, pelaku menawarkan arisan Rp 50 juta. Namun, korban hanya membayarnya Rp 22 juta-Rp 25 juta.

"Awal-awal itu lancar. Pernah saya dapat dua kali. Setelah itu dia (pelaku) melarikan diri," terang dia.

Ana mengaku, mengalami kerugian hingga Rp 250 juta. Belum lagi korban lainnya.

Menurut Ana, korban arisan fiktif ini mencapai 53 orang dengan total kerugian yang dialami mencapai Rp 5 miliar.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terus Bertambah, Hari Ini 6 Pasien Positif Covid-19 di RSUP Haji Adam Malik Dinyatakan Sembuh

Terus Bertambah, Hari Ini 6 Pasien Positif Covid-19 di RSUP Haji Adam Malik Dinyatakan Sembuh

Regional
Sempat Lompat ke Laut, 5 Penumpang Kembali Naiki Kapal Setelah KM Lambelu Diizinkan Bersandar

Sempat Lompat ke Laut, 5 Penumpang Kembali Naiki Kapal Setelah KM Lambelu Diizinkan Bersandar

Regional
Pria Pemeras Pacar hingga Rp 42 Juta di Sumbar Juga Ancam Sebar Foto Bugil Wanita Lain di Palembang, Korban Rugi Rp 80 Juta

Pria Pemeras Pacar hingga Rp 42 Juta di Sumbar Juga Ancam Sebar Foto Bugil Wanita Lain di Palembang, Korban Rugi Rp 80 Juta

Regional
Pasien Positif Covid-19 di DIY Bertambah Satu Orang

Pasien Positif Covid-19 di DIY Bertambah Satu Orang

Regional
Kisah Ajudan Wagub Sumut Terpapar Covid-19, Pulang dari Jakarta, Syok Saat Dinyatakan Positif Corona

Kisah Ajudan Wagub Sumut Terpapar Covid-19, Pulang dari Jakarta, Syok Saat Dinyatakan Positif Corona

Regional
Dalam Sehari, 2 PDP Covid-19 di Sidoarjo Meninggal

Dalam Sehari, 2 PDP Covid-19 di Sidoarjo Meninggal

Regional
Kondisi Membaik Selama Karantina Mandiri, Pasien Positif di Jombang Tunggu Hasil Swab

Kondisi Membaik Selama Karantina Mandiri, Pasien Positif di Jombang Tunggu Hasil Swab

Regional
Ditangkap Usai Jambret Ponsel Milik Bocah, Pelaku Ini Mengaku Baru Pendalaman

Ditangkap Usai Jambret Ponsel Milik Bocah, Pelaku Ini Mengaku Baru Pendalaman

Regional
Sebanyak 125 Warga Binaan Rutan Malendeng Manado Jalani Asimilasi di Rumah

Sebanyak 125 Warga Binaan Rutan Malendeng Manado Jalani Asimilasi di Rumah

Regional
Update Kabar Baik Corona di Lampung, 7 dari 16 Pasien Positif Dinyatakan Sembuh

Update Kabar Baik Corona di Lampung, 7 dari 16 Pasien Positif Dinyatakan Sembuh

Regional
Gubernur Banten Minta Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Tangsel Segera Lakukan PSBB

Gubernur Banten Minta Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Tangsel Segera Lakukan PSBB

Regional
Sebanyak 1.222 Karyawan di Banyumas Dirumahkan, Diusulkan Dapat Bantuan

Sebanyak 1.222 Karyawan di Banyumas Dirumahkan, Diusulkan Dapat Bantuan

Regional
Walau Pasien Positif Corona 53 Orang Per 7 April, Sumut Belum Ajukan PSBB

Walau Pasien Positif Corona 53 Orang Per 7 April, Sumut Belum Ajukan PSBB

Regional
Di Banyuwangi, Dompet Dhuafa Hadirkan Bilik Disinfektan “Drive Thru” Bagi Ojek Online

Di Banyuwangi, Dompet Dhuafa Hadirkan Bilik Disinfektan “Drive Thru” Bagi Ojek Online

Regional
Rapid Test 3.500 ODP di Jawa Tengah, 53 Orang Tunjukkan Hasil Reaktif

Rapid Test 3.500 ODP di Jawa Tengah, 53 Orang Tunjukkan Hasil Reaktif

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X