Pakar: Ular Sanca Menjatuhkan Diri dan Melilit Mangsa

Kompas.com - 25/06/2019, 14:32 WIB
Pakar Herpetofauna dari Universitas Brawijaya, Nia Kurniawan memegang kotak berisi ular piton di salah satu laboratorium di Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya, Kota Malang, Senin (24/6/2019) KOMPAS.com/ANDI HARTIKPakar Herpetofauna dari Universitas Brawijaya, Nia Kurniawan memegang kotak berisi ular piton di salah satu laboratorium di Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya, Kota Malang, Senin (24/6/2019)

MALANG, KOMPAS.com - Pakar Herpetofauna dari Universitas Brawijaya, Nia Kurniawan mengatakan, ular sanca atau piton memiliki cara sendiri menangkap mangsanya. Karena tubuhnya yang gemuk, sanca cenderung menangkap mangsanya dari atas dengan cara menjatuhkan diri lalu melilitnya.

Nia Kurniawan mengatakan, cara itu dilakukan sanca karena kecepatan larinya lambat akibat tubuhnya yang gemuk.

“Jadi kalau misalnya di hutan itu ular piton akan di atas pohon atau di dalam gua yang tinggi. Jarang ular piton mencari mangsa di bawah dengan cara mengejar itu, sangat jarang,” katanya saat diwawancara di Kampus Universitas Brawijaya, Kota Malang, Senin (24/6/2019).

Baca juga: Pria di Bandung Tewas Dililit Ular Sanca Peliharaannya Seberat 17 Kg

Dijelaskannya, sanca akan diam-diam naik ke atas pohon ketika mendeteksi ada mangsa. Ketika sanca sudah berada tepat di atas mengsanya, sanca akan menjatuhkan diri dan melilitnya.

“Jadi sanca akan naik ke atas dan menjatuhi mangsanya,” jelasnya.

Jika tidak seperti itu, ular sanca akan berdiam diri sampai mangsanya mendekat dan melilitnya dengan cepat. Sanca tidak akan mengejar mangsanya yang lari karena geraknya lambat.

“Khasnya ular piton dengan tubuh yang gemuk tidak bisa mengejar mangsa. Jadi ketika mangsa dalam jangkauan dekatnya baru dia melilitnya dengan cepat,” jelasnya.

Baca juga: Ular Sanca yang Tewaskan Tuannya Dibunuh, Keduanya Dikubur Berdampingan

Karena itu, Nia Kurniawan mengimbau ketika memasuki hutan supaya memakai topi. Hal itu untuk menghindari sanca yang menjatuhkan diri dari atas. Selain itu, jika ular itu langsung mematok terlebih dahulu, patokannya akan mengenai topi dan bisa lepas.

“Kalau jalan-jalan ke atas waspada lihat atas. Pakai topi. Jadi kalau di makan duluan topinya dulu yang kena bisa lepas,” katanya.

Sebelumnya diberitakan pria bernama Jana (42) asal Kampung Citiru, Desa Padasuka, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, tewas akibat dililit ular sanca peliharaannya, Jumat (21/6/2019).

Istri korban, Elah (38), menuturkan, jenazah Jana pertama kali ditemukan oleh anaknya saat hendak ke jamban. Sang anak kaget melihat Jana dalam posisi tengkurap sudah tidak bernyawa di dekat ular sanca.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X