Kasus Penipuan Tanah Kavling Fiktif: Korban 73 Orang, Tersangka Raup Rp 2 Miliar

Kompas.com - 25/06/2019, 14:15 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.

Ia menyebut, untuk harga tanah kavling yang dijual tersangka kepada pelanggannya berkisar Rp 30 juta-Rp 50 juta.

Baca juga: Nomor Ponsel Kapolres Dibajak untuk Aksi Penipuan

"Tersangka menjual tanah per kavling rata-rata kepada perorangan. Kalau orang itu beli dua kavling, ya harganya di atas Rp 50 juta," ujar dia.

Tanah milik pria asal Desa Tretek, Kecamatan Pare, Kediri, itu, awalnya didapatkan setelah membeli sejumlah tanah dari petani dan masyarakat sekitar Desa Seketi, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo.

Harris mengatakan, tersangka membeli tanah per kavling sampai memiliki tanah banyak dan luas. Tanah yang dimiliki tersangka tersebut, kemudian dijual kepada pelanggannya.

"Tapi setelah dijual kepada customer, yang rencananya akan diurus surat-menyuratnya, ternyata tidak diuruskan oleh tersangka. Uang hasil penjualan tanah kavling yang didapat dari customer itu dibelikan tanah yang lain lagi oleh tersangka," kata Harris.

Artinya, uang itu diputar-putar saja dan seolah-olah tersangka punya banyak lahan untuk meyakinkan pembeli.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hasil penjualan tanah kavling yang didapat tersangka kurang lebih Rp 2 miliar. Namun, uang itu diputar untuk ia gunakan membeli tanah lagi.

Baca juga: Hati-hati, Penipuan Lembaga LP5N Bermodus Terima CPNS...

Saat meringkus Heru Susanto, Polresta Sidoarjo mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya uang Rp 200 juta, surat pembelian, kuitansi pembayaran, surat perjanjian jual beli, denah lokasi dan beberapa bukti lainnya.

"Jadi, uang yang sudah terkumpul banyak sebenarnya, kurang lebih Rp 2 miliar. Kalau uang yang kami sita dari tersangka sekitar Rp 200 juta. Kasusnya sudah masuk penyidikan dan tersangka sekarang ditahan di Polresta Sidoarjo," ungkap Harris.

Tersangka Heru Sudanto dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 372 dan Pasal 378 KUHP tentang Penggelapan dan Penipuan.

Dari dua pasal yang disangkakan itu, ancaman hukuman masing-masing adalah 4 tahun hukuman penjara.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X