Dimakamkan di Wasior Papua, Keluarga Masih Berharap Jenazah Mantri Patra Dipulangkan ke Luwu

Kompas.com - 25/06/2019, 13:25 WIB
Foto Almarhum Mantri Patra AntaranewsFoto Almarhum Mantri Patra

LUWU, KOMPAS.com - Mantri Patra, seorang tenaga medis asal Kabupaten Luwu, sulawesi Selatan yang meninggal saat bertugas di Kampung Oya, Distrik Naikere, Teluk Wondama akhirnya dimakamkan di Wasior, Papua

Mantri Patra meninggal pada Senin (17/6/2019) lalu diduga karena penyakit malaria. Jenazah pria yang bernama lengkap Patra Marinna Jauhari baru dievakuasi menggunakan helikopter yang disewa oleh Pemda Nabire ke Wasior pada Sabtu (22/6/2019) atau empat hari setelah meninggal dunia.

Baca juga: Kisah Mantri Patra, Meninggal dalam Kesendirian Saat Bertugas di Pedalaman Papua

Walaupun sudah dimakamkan di Waisor, Papua, keluarga besar masih berharap agar jenazah Mantri Patra bisa dipulangkan dan dikebumikan di kampung halamannya di Lorong 3, Desa Serity, Kecamatan Lamasi Timur, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.


Patra adalah anak bungsu dari enam bersaudara pasangan Amir Pana' dan Sunarti Mangolo,

Hal tersebut diungkapkan kakak kandung Patra Marinna Jauhari, Haspaniati.

“Tolong dibantu agar jenazah adik kami bisa dipulangkan ke kampung halaman. Hanya itu kerinduan kami. Bagaimana pun kondisi jenazahnya tolong agar pemerintah mempertimbangkan harapan kami keluarga,” kata Haspaniati, saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (25/6/2019).

Ia mengatakan saat dimakamkan di Waisor, ada dua saudara Mantri Mantra yang datang untuk mengikuti proses pemakaman.

Baca juga: [POPULER NUSANTARA] Pria Tewas Dililit Ular Peliharaannya | Kisah Patra, Mantri yang Meninggal dalam Kesendirian di Pedalaman Papua

“Kemarin dia sudah dimakamkan di Wasior. Dua orang saudara kami ikut kesana mengikuti pemakaman. Meski demikian harapan kami keluarga besar agar jenazahnya dibawa pulang,” ucapnya sambil menangis.

Haspaniati mengatakan bahwa semasa kecil Patra bercita-cita menjadi perawat dan ingin membahagiakan kedua orang tua.

“Patra itu anak yang baik, ramah dan sayang sama keluarga. Dia memang bercita-cita ingin jadi perawat dan mau membahagiakan kedua orang tua dan cita-cita jadi perawat itu telah diraihnya. Kedua orangtua kami pun sudah tidak ada,” ujarnya.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X