Bima Arya: Sistem Tata Kota Bogor Semrawut

Kompas.com - 25/06/2019, 12:59 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya melayat ke kediaman Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (1/5/2019).KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO Wali Kota Bogor Bima Arya melayat ke kediaman Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (1/5/2019).

BOGOR, KOMPAS.com - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, sistem tata kota Bogor masih berantakan. Hal itu karena tidak adanya ketegasan dalam peraturan zonasi atau pembagian wilayah.

"Sistem tata kota masih semrawut, Bogor harus ditata, kalau enggak ditata nggak bisa. Terus gimana 10 tahun lagi? Nanti akan banyak penduduk yang pindah ke Bogor, itu gimana? Itu harus diantisipasi. Nah, kita desain itu. Ada wilayah pelayanan (WP) untuk pemerintah, perdagangan, jasa. Sudah menumpuk semua di pusat kota. Ini harus di tata," ujar Bima, Selasa (25/6/2019).

Baca juga: Bima Arya Usulkan Pemindahan Pusat Ekonomi Kota Bogor

Bima mengatakan, untuk itu penyebaran pembangunan ke wilayah lain harus dilakukan agar tidak menumpuk di satu titik saja, terutama di pusat kota.


Secara khusus, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu sudah mempersiapkan wilayah Kedung Halang yang berada di Kecamatan Bogor Utara menjadi tempat pusat perekonomian Kota Bogor yang baru.

Usulan itu sudah dimasukan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Bogor tahun 2015-2019 di periode pertama kepemimpinannya.

Bima menyampaikan, sejak tahun 2015, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berupaya memperketat pemberian izin terkait pendirian bangunan, terutama di pusat kota seperti di kawasan sekitar Kebun Raya Bogor dan Istana Bogor.

"Sudah lima tahun izin di kawasan itu diperketat. Saya tidak pernah menandatangani izin pendirian hotel dan lain-lain, angkot pun diperketat. Kalaupun ada bangunan baru itu sisa masa lalu,” ujar Bima.

Baca juga: Ini Alasan Bima Arya Ingin Pindahkan Pusat Ekonomi Bogor

Ia melanjutkan, sesuai RPJMD, Kota Bogor akan terbagi menjadi beberapa zonasi, seperti zonasi pelayanan, pemerintahan, dan pemukiman. 

Wilayah Bogor Utara khususnya Kedung Halang akan diproyeksikan sebagai pusat perniagaan baru. Tujuannya untuk mengurangi beban di pusat kota.

“Jadi perlu digarisbawahi, tidak ada pemindahan pusat pemerintahan ya. Pusat kota tidak akan berpindah, Istana Bogor, Balai Kota Bogor tetap di sana. Tetapi aktivitas perdagangan bisnis bergeser,” sebutnya.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Dokter Gigi yang Ditangkap Densus 88 di Sampang Terancam Diberhentikan dari PNS

Dokter Gigi yang Ditangkap Densus 88 di Sampang Terancam Diberhentikan dari PNS

Regional
Suami Istri Terduga Teroris 10 Tahun Tinggal di Sampang Madura

Suami Istri Terduga Teroris 10 Tahun Tinggal di Sampang Madura

Regional
Seorang Pria Tewas Dianiaya 2 Pelaku yang Ngamuk Saat Takziah

Seorang Pria Tewas Dianiaya 2 Pelaku yang Ngamuk Saat Takziah

Regional
Soal Pelaporan Ustaz Abdul Somad, Polda NTT Masih Periksa Saksi Ahli

Soal Pelaporan Ustaz Abdul Somad, Polda NTT Masih Periksa Saksi Ahli

Regional
Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Infrastruktur di Pandanaran Dipercepat

Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Infrastruktur di Pandanaran Dipercepat

Regional
6 Pekerja Asing Pemilik 500 Ton BBM Ilegal Ditangkap, Transaksi di Tengah Laut

6 Pekerja Asing Pemilik 500 Ton BBM Ilegal Ditangkap, Transaksi di Tengah Laut

Regional
Mahasiswa Papua di Malang: Yang Lalu Biarkan Berlalu

Mahasiswa Papua di Malang: Yang Lalu Biarkan Berlalu

Regional
Gempa Bogor, 25 Rumah Rusak, 200 Warga Mengungsi

Gempa Bogor, 25 Rumah Rusak, 200 Warga Mengungsi

Regional
Ada Penolakan Danau Rana Jadi Destintasi Wisata Dunia, Ini Tanggapan Pemkab Buru

Ada Penolakan Danau Rana Jadi Destintasi Wisata Dunia, Ini Tanggapan Pemkab Buru

Regional
Ayah yang 9 Tahun Jadikan 2 Putrinya Budak Seks Sadar Perkosa dan Ancam Bunuh Korban

Ayah yang 9 Tahun Jadikan 2 Putrinya Budak Seks Sadar Perkosa dan Ancam Bunuh Korban

Regional
Seorang Pria Perkosa Anak Majikan, Begini Kronologinya

Seorang Pria Perkosa Anak Majikan, Begini Kronologinya

Regional
3 Tersangka Kerusuhan Manokwari Bakar Bendera Merah Putih dan Jarah ATM

3 Tersangka Kerusuhan Manokwari Bakar Bendera Merah Putih dan Jarah ATM

Regional
Oknum Polisi yang Diduga Berikan Miras ke Mahasiswa Papua Dinonaktifkan dari Jabatannya

Oknum Polisi yang Diduga Berikan Miras ke Mahasiswa Papua Dinonaktifkan dari Jabatannya

Regional
Ini 7 Rekomendasi Pansus Angket Gubernur-Wakil Gubernur Sulsel

Ini 7 Rekomendasi Pansus Angket Gubernur-Wakil Gubernur Sulsel

Regional
Di Yogyakarta Ada Gerakan Kembali ke Meja Makan Tanpa Gawai, Apa Itu?

Di Yogyakarta Ada Gerakan Kembali ke Meja Makan Tanpa Gawai, Apa Itu?

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X