Donatur Menghilang, Pembangunan Huntara Korban Bencana Tanah Bergerak Dihentikan dan Tinggalkan Hutang 133 Juta

Kompas.com - 25/06/2019, 08:59 WIB
Bangunan gudang dan pondasi musala yang belum selesai di lahan hunian sementara (huntara) bagi penyintas bencana tanah bergerak di Desa Kertaangsana, Nyalindjng, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (5/6/209). KOMPAS.com/BUDIYANTOBangunan gudang dan pondasi musala yang belum selesai di lahan hunian sementara (huntara) bagi penyintas bencana tanah bergerak di Desa Kertaangsana, Nyalindjng, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (5/6/209).

SUKABUMI, KOMPAS.com - Bencana tanah bergerak di Desa Gunungbatu, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Sukabumi, Jawa Barat masih menyisakan cerita keprihatinan.

Sejak dua bulan terakhir, seratusan warga terdampak bencana tersebut masih tinggal di pengungsian.

Pembangunan hunian sementara ( huntara) yang sudah direncanakan, masih belum terealisasi. Bahkan saat ini, pembangunan huntara di lahan seluas satu hekta tersebut dihentikan sementara.

Baca juga: Akibat Tanah Bergerak, Tiga Gedung di IAIN Ambon Rusak Parah


Huntara tersebut rencananya dibangun oleh donatur yang namanya tidak ingin dipulikasikan.

"Sampai saat ini donatur yang mengatasnamakan hamba Allah ini belum kunjung datang lagi. Sehingga proses pembangunan huntara dihentikan sementara," ungkap Kepala Desa Kertaangsana Agus Sudrajat kepada Kompas.com, di lokasi bencana di Kampung Gunungbatu, Senin (24/6/2019) petang.

Dia menuturkan kehadiran donatur yang menjanjikan membangun huntara tersebut berawal dari kehadiran empat orang yang bertamu ke kantor desa.

Saat itu, dua pria dan dua wanita datang pada masa tahap tanggap darurat beberapa waktu lalu.

Salah satu dari empat orang tamu itu, kata Agus, menjanjikan siap membiayai pembangunan huntara sebesar Rp1,2 milyar. Biaya awal digunakan untuk perataan tanah di lokasi huntara sebesar Rp 18 juta langsung diberikan saat itu juga.

Baca juga: Peluk dan Tangis Korban Bencana Tanah Bergerak, Tak Bisa Lebaran di Rumah Sendiri

Pembangunan huntara tersebut menggunakan lahan milik warga.

Bantuan donatur itu disambut baik dan juga diketahui sejumlah pihak termasuk di antaranya Muspika Nyalindung dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi.

Pembangunan huntara itu dilaksanakan sejak Jumat (3/5/2019) lalu dimulai dengan perataan tanah yang melibatkan dua alat berat. Selain dibangun tiga blok untuk hunian, rencananya huntara akan dilengkapi dengan gudang dan musala.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bandung Dilanda Angin Kencang, Begini Penjelasan BMKG

Bandung Dilanda Angin Kencang, Begini Penjelasan BMKG

Regional
Kronologi Bentrok di UNM yang Berujung Penikaman 2 Mahasiswa

Kronologi Bentrok di UNM yang Berujung Penikaman 2 Mahasiswa

Regional
Status Gunung Tangkuban Parahu Normal, Ridwan Kamil: Kita Viralkan

Status Gunung Tangkuban Parahu Normal, Ridwan Kamil: Kita Viralkan

Regional
Hujan Guyur Sumatera Barat, Kualitas Udara Mulai Membaik

Hujan Guyur Sumatera Barat, Kualitas Udara Mulai Membaik

Regional
Kisah Reza, Anak Sopir Lulus ITB IPK 3,98: Pernah Dihina karena Ibu Tak Kerja hingga Jajan Rp 5.000 Per Hari

Kisah Reza, Anak Sopir Lulus ITB IPK 3,98: Pernah Dihina karena Ibu Tak Kerja hingga Jajan Rp 5.000 Per Hari

Regional
Dampak Angin Kencang di Sejumlah Daerah, Satu Warga Tewas hingga Ratusan Mengungsi

Dampak Angin Kencang di Sejumlah Daerah, Satu Warga Tewas hingga Ratusan Mengungsi

Regional
Angin Kencang di Magelang: Fenomena Tak Biasa, Ribuan Warga Mengungsi hingga Status Tanggap Darurat

Angin Kencang di Magelang: Fenomena Tak Biasa, Ribuan Warga Mengungsi hingga Status Tanggap Darurat

Regional
Dua Gunung di Karawang Selatan Terbakar

Dua Gunung di Karawang Selatan Terbakar

Regional
5 Fakta Kerusuhan Pertandingan PSIM vs Persis, Mobil Polisi Dibakar hingga Sweeping Suporter

5 Fakta Kerusuhan Pertandingan PSIM vs Persis, Mobil Polisi Dibakar hingga Sweeping Suporter

Regional
Anggaran Bansos Naik 4 Triliun, Kemensos Ajak Satgas SPIP Kawal Penyalurannya

Anggaran Bansos Naik 4 Triliun, Kemensos Ajak Satgas SPIP Kawal Penyalurannya

Regional
Pemadaman Kebakaran Hutan di Gunung Rinjani Dilanjutkan

Pemadaman Kebakaran Hutan di Gunung Rinjani Dilanjutkan

Regional
Fakta Guru Tewas Ditikam Usai Tegur Siswa yang Merokok di Sekolah, Diduga Kesal hingga Pelaku Kabur

Fakta Guru Tewas Ditikam Usai Tegur Siswa yang Merokok di Sekolah, Diduga Kesal hingga Pelaku Kabur

Regional
200 Hektar Lahan di Kaki Gunung Tambora Dibakar Oknum Tak Bertanggung Jawab

200 Hektar Lahan di Kaki Gunung Tambora Dibakar Oknum Tak Bertanggung Jawab

Regional
Cerita di Balik Air Sumur di Ambon Mendidih, Diduga Ada Retakan Kecil di Tanah

Cerita di Balik Air Sumur di Ambon Mendidih, Diduga Ada Retakan Kecil di Tanah

Regional
Duduk Perkara Ikan Bertuliskan Kata 'Ambon' dan 'Maluku'', Diduga dari Koran yang Menempel

Duduk Perkara Ikan Bertuliskan Kata "Ambon" dan "Maluku"", Diduga dari Koran yang Menempel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X