Bima Arya: Sistem Zonasi PPDB Terlalu Ambisius, Harus Dievaluasi

Kompas.com - 25/06/2019, 07:58 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya melayat ke kediaman Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (1/5/2019).KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO Wali Kota Bogor Bima Arya melayat ke kediaman Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (1/5/2019).

KOMPAS.com - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, mendapat laporan mengenai carut marut sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019

Salah satunya terkait dugaan manipulasi data PPDB dengan sistem zonasi.

"Saya menerima laporan kecenderungan manipulasi kartu keluarga, ini sedang saya dalami.  Saya perintahkan dukcapil, camat, lurah, disdik untuk mendalami ini. Ada laporan yang menitip alamat, ini artinya ada ruang untuk manipulasi administrasi, jadi sistem kita belum siap," kata Bima, Senin (24/6/2019).

Baca juga: Sistem Zonasi PPDB Bikin Calon Siswa Antri hingga 4 Jam, Pihak Sekolah Kaget


Bima menilai, sistem PPDB kali ini merupakan sistem yang sangat ambisius. Ia pun berharap sistem PPDB saat ini dievaluasi dan diperbaiki agar tidak menimbulkan kekacauan.

"Saya sebagai kepala daerah, saya mendengar curhatan langsung dari warga, aspirasi warga, langsung di lapangan. Saya kira ini sistem yang terlalu ambisius harus dievaluasi. Tujuannya baik dan ideal, tapi apakah mungkin dan apakah ideal ya untuk membuat kualitas pendidikan ini sama, kenapa ? karena sistem kita belum siap sepenuhnya sistem administrasi kependudukan belum siap," ujarnya.

Baca juga: Sistem Trouble Warnai Hari Pertama Pendaftaran PPDB Online di DIY

Selain sistem administrasi yang belum siap, Bima juga menilai infrastruktur penunjang sistem PPDB juga belum siap.

"Sebagai kepala daerah saya harus menyuarakan ini ya Satu dua hari ini kita akan evaluasi, kita akan lihat di lapangan dan saya harus sampaikan kepada presiden dan kepada mendiknas sistem ini menimbulkan banyak persoalan," kata Bima.

Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul: Bima Arya Anggap Sistem PPDB Terlalu Ambisius : Apa Idela Membuat Kualitas Pendidikan Ini Sama ?

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Gelak Tawa Saat Ganjar Bermain Ketoprak, Banyak Improvisasi

Gelak Tawa Saat Ganjar Bermain Ketoprak, Banyak Improvisasi

Regional
Kapal Kargo Bermuatan Nikel Hilang Kontak di Perairan Pulau Buru

Kapal Kargo Bermuatan Nikel Hilang Kontak di Perairan Pulau Buru

Regional
Terjerat Perangkap, Beruang Madu Dievakuasi ke Hutan Lindung Pasaman

Terjerat Perangkap, Beruang Madu Dievakuasi ke Hutan Lindung Pasaman

Regional
3 Kabupaten di Kalimantan Selatan Alami Kekeringan Ekstrem

3 Kabupaten di Kalimantan Selatan Alami Kekeringan Ekstrem

Regional
Geger, Ditemukan 4 Tengkorak Manusia di Belakang Rumah Warga

Geger, Ditemukan 4 Tengkorak Manusia di Belakang Rumah Warga

Regional
Pembantaian di KM Mina Sejati Berawal dari Perkelahian ABK, Ada 36 Orang di Atas Kapal

Pembantaian di KM Mina Sejati Berawal dari Perkelahian ABK, Ada 36 Orang di Atas Kapal

Regional
Siap-siap, Game Online Karakter Gatot Kaca Diluncurkan 2020

Siap-siap, Game Online Karakter Gatot Kaca Diluncurkan 2020

Regional
500 Meter Lahan di Kawasan Bandara Depati Amir Terbakar

500 Meter Lahan di Kawasan Bandara Depati Amir Terbakar

Regional
Diterjang Gelombang, Kapal Cargo Berbobot 1200 GT Tersangkut di Karang

Diterjang Gelombang, Kapal Cargo Berbobot 1200 GT Tersangkut di Karang

Regional
Tewaskan 3 Penumpang, Hasil Penyelidikan Kebakaran KM Santika Nusantara Diminta Dibuka ke Publik

Tewaskan 3 Penumpang, Hasil Penyelidikan Kebakaran KM Santika Nusantara Diminta Dibuka ke Publik

Regional
Ini Alasan Kapolsek Sukajadi Berikan Miras ke Mahasiswa Papua di Bandung

Ini Alasan Kapolsek Sukajadi Berikan Miras ke Mahasiswa Papua di Bandung

Regional
Perampok Toko Emas yang Bawa Bom Merupakan Penjual Kantong Kresek

Perampok Toko Emas yang Bawa Bom Merupakan Penjual Kantong Kresek

Regional
Kios Milik Keluarga Perampok Toko Emas yang Bawa Bom Digeledah

Kios Milik Keluarga Perampok Toko Emas yang Bawa Bom Digeledah

Regional
Fakta di Balik Mobil Diceburkan Pemilik ke Laut, Tak Mampu Bayar Cicilan hingga Dievakusi Nelayan

Fakta di Balik Mobil Diceburkan Pemilik ke Laut, Tak Mampu Bayar Cicilan hingga Dievakusi Nelayan

Regional
Duduk Perkara Oknum Polisi Beri Miras kepada Mahasiswa Papua di Bandung

Duduk Perkara Oknum Polisi Beri Miras kepada Mahasiswa Papua di Bandung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X