Kompas.com - 24/06/2019, 21:22 WIB
Pakar Herpetofauna dari Universitas Brawijaya, Nia Kurniawan memegang kotak berisi ular piton di salah satu laboratorium di Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya, Kota Malang, Senin (24/6/2019) KOMPAS.com/ANDI HARTIKPakar Herpetofauna dari Universitas Brawijaya, Nia Kurniawan memegang kotak berisi ular piton di salah satu laboratorium di Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya, Kota Malang, Senin (24/6/2019)

MALANG, KOMPAS.com - Pakar Herpetofauna dari Universitas Brawijaya, Nia Kurniawan mengatakan, ular sanca atau ulat piton tidak pernah jinak. Hal itu yang membuat ular bisa memangsa pemeliharanya.

Pernyataan itu disampaikan Nia Kurniawan menanggapi kasus tewasnya pria bernama Jana (42) asal Kampung Citiru, Desa Padasuka, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Jawa Barat akibat dililit ular sanca peliharaannya pada Jumat (21/6/2019).

Ular itu sepanjang tiga meter dengan berat 17 kilogram.

"Dia (ular) tidak seperti anjing yang bisa mengenali pemiliknya," katanya di Kampus Universitas Brawijaya, Kota Malang, Senin (24/6/2019).

Baca juga: Ini Cara Menyelamatkan Diri Jika Dililit atau Digigit Ular Sanca

"Jadi ular sanca itu tetap termasuk hewan buas ya. Jadi dia itu mengandalkan instingnya," jelasnya.

Bendahara di Perhimpunan Herpetofauna Indonesia (PHI) itu mengatakan, ular akan tetap buas meski sudah dipelihara dan insting membunuhnya tetap tinggi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Manusia itu kadang dianggap mangsa walaupun dia itu memelihara, kenal dekat. Namanya binatang buas itu insting membunuhnya tetap tinggi," ungkapnya.

Karena itu, ular sanca yang melilit pemiliknya di Bandung diperkirakan karena insting membunuh pada ular tersebut.

"Jadi menurut saya karena insting saja. Pokoknya kalau ada yang mengganggu dia otomatis dia akan melawan dengan mencoba membelit," katanya.

Baca juga: Ular Sanca yang Tewaskan Tuannya Dibunuh, Keduanya Dikubur Berdampingan

Ular sanca sepanjang 3 meter berbahaya

Jana, warga Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, tewas dililit ular sanca peliharaannya.handout/dok Tribun Jabar Jana, warga Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, tewas dililit ular sanca peliharaannya.
Di sisi lain, ular sanca dengan panjang tiga meter sudah sangat berbahaya. Ular sepanjang itu sudah bisa mengalahkan manusia dengan kekuatan lilitannya.

Apalagi, ular sanca selalu menyerang dan membunuh mangsanya dengan cara melilitnya.

"Tiga meter otomatis dia sudah bisa memakan manusia. Jadi dari pengalaman saya, saya dapatkan ular sanca panjangnya empat meter itu saya tidak bisa pegang sendirian. Jadi kalau sudah tiga meter itu satu manusia kayaknya tidak bisa dari pengalaman saya," katanya.

Ular piton juga mampu mendeteksi detak jantung lawannya. Sehingga lilitan ular tersebut akan lepas ketika mangsanya sudah berhenti bernafas.

"Hal yang perlu diwasapadai itu ketika membelit, ular piton sudah tahu detak jantung kita. Jadi semakin kita memberontak dia akan semakin erat untuk melilit. Instingnya begitu. Sampai detak jantung lawannya itu atau mangsangnya itu berhenti," katanya.

Baca juga: Pria di Bandung Tewas Dililit Ular Sanca Peliharaannya Seberat 17 Kg



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X