Ini Cara Menyelamatkan Diri jika Dililit atau Digigit Ular Sanca

Kompas.com - 24/06/2019, 21:03 WIB
Ilustrasi ular sanca batik KOMPAS.com/M IQBAL FAHMIIlustrasi ular sanca batik

MALANG, KOMPAS.com — Pakar herpetofauna dari Universitas Brawijaya, Nia Kurniawan, menyarankan supaya tidak kaget ketika dililit ular sanca atau ular piton.

Sebab, jika kaget, ular itu akan semakin kencang melilit korban.

Nia Kurniawan menyarankan supaya korban yang terlilit berupaya tetap tenang dan mencari leher ular tersebut.

Jika sudah diketahui letak lehernya, leher ular itu dipegang, kemudian dijauhkan dari tubuh korban.


"Pegang lehernya dulu. Terus dijauhkan. Biasanya kalau lehernya sudah dipegang, nanti ekornya yang mencari lilitan di tubuh kita. Maka ketika lehernya sudah dipegang, lilitannya segera dilepas dan buang," katanya saat diwawancara di Universitas Brawijaya, Kota Malang, Senin (24/6/2019).

Baca juga: Ular Sanca yang Tewaskan Tuannya Dibunuh, Keduanya Dikubur Berdampingan

Gigitan timbulkan luka robek

Pakar Herpetofauna dari Universitas Brawijaya, Nia Kurniawan memegang kotak berisi ular piton di salah satu laboratorium di Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya, Kota Malang, Senin (24/6/2019)KOMPAS.com/ANDI HARTIK Pakar Herpetofauna dari Universitas Brawijaya, Nia Kurniawan memegang kotak berisi ular piton di salah satu laboratorium di Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya, Kota Malang, Senin (24/6/2019)
Namun, jika ular sanca itu menggigit, jangan langsung ditarik. Sebab, gigi ular sanca mengarah ke belakang dan akan menimbukan luka robek pada korban.

"Kalau tergigit di tangan, giginya kan menghadap ke belakang ini. Jadi jangan langsung ditarik, nanti robek kulitnya. Jadi didorong dulu, terus baru dilepaskan," katanya.

Ular sanca memang tidak beracun, tetapi gigitannya akan menimbulkan bakteri. Karena itu, bekas gigitan ular sanca harus tetap mendapatkan penanganan medis.

"Segera ke dokter. Piton memang tidak beracun. Tapi dia tidak pernah sikat gigi jadi ada banyak bakterinya. Bakteri itu yang menyebabkan pembengkakan dan infeksi sekunder dari gigitan ular itu," ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Jumat (21/6/2019), seorang pria bernama Jana (42) asal Kampung Citiru, Desa Padasuka, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, tewas akibat dililit ular sanca peliharaannya. Ular itu sepanjang tiga meter dengan berat 17 kilogram.

Baca juga: Pria di Bandung Tewas Dililit Ular Sanca Peliharaannya Seberat 17 Kg

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X