Sinar Api Kembali Muncul dari Kawah Gunung Karangetang

Kompas.com - 24/06/2019, 18:48 WIB
Sinar api dari kawah Gunung Karangetang, Rabu (10/4/2019) malam. Dok. Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDMSinar api dari kawah Gunung Karangetang, Rabu (10/4/2019) malam.

MANADO, KOMPAS.com - Sinar api kembali muncul dari kawah Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro ( Sitaro), Sulawesi Utara, Senin (24/6/2019).

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi ( PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan sinar api tersebut muncul pada periode pengamatan pukul 00.00-06.00 WITA.

"Di kawah utama, sinar api tampak samar-samar. Sedangkan kawah dua, sinar api tampak terang di dalam tiang kolom asap tinggi lebih kurang 25 meter," ujar Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM, Hendra Gunawan melalui pesan singkat saat dikonfirmasi, Senin malam.

Baca juga: PVMBG: Guguran Lava Terus Terjadi, Status Gunung Karangetang Siaga


Hendra menjelaskan, munculnya sinar api diakibatkan adanya suplai magma dengan volume relatif kecil yang sudah mencapai dasar puncak.

"Pergerakan magma sampai dasar puncak ditandai terekamnya tremor kecil pada tanggal 23 Juni kemarin," katanya.

Selain itu, lanjut dia, Gunung Karangetang terus mengeluarkan asap disertai gas.

"Kawah utama mengeluarkan asap bertekanan kuat teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 400 meter. Kawah dua juga mengeluarkan asap putih tebal dengan tekanan gas kuat tinggi lebih 250 meter," kata dia.

Baca juga: Gunung Karangetang Luncurkan Guguran Lava

Tingkat aktivitas Gunung Karangetang masih pada level III atau siaga. Warga dan pengunjung atau wisatawan diimbau agar tidak mendekat dan beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 2,5 kilometer dari puncak kawah dua dan kawah utama.

Serta di area perluasan sektoral dari kawah dua ke arah Barat Laut-Utara sejauh 4 kilometer, yaitu wilayah yang berada diantara Kali Batuare dan Kali Saboang.

Selain itu, warga di sekitar Gunung Karangetang dianjurkan agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu.

Warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman hujan lahar dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai.

Baca juga: Sinar Api Keluar dari Puncak Gunung Karangetang

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X