Sebarkan Video Mesum “Jangan Kasih Nyala Blitz-nya”, Pemeran Pria Bisa Dijerat UU ITE

Kompas.com - 24/06/2019, 17:16 WIB
Ilustrasi video asusila. KOMPAS.com/M WISMABRATAIlustrasi video asusila.

MAKASSAR, KOMPAS.com – Penyidik Polres Bulukumba yang menangani kasus video mesum “Jangan Kasih Nyala Blitz-nya” sangat berhati-hati dalam melakukan proses hukum, bahkan melibatkan instansi terkait diantaranya Lembaga Perlindungan Anak dan Perempuan.

Hingga kini, polisi belum menemukan pemeran dalam video mesum diperankan oleh sepasang kekasih yang masih duduk di bangku kelas 10 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Kasat Reskrim Polres Bulukumba, AKP Bery Juana Putra yang dikonfirmasi, Senin (24/6/2019) mengatakan, pihaknya belum mengamankan dan memintai keterangan kedua pemeran dalam video tersebut.

Namun polisi, telah telah mengetahui keberadaannya setelah pindah keluar dari Kabupaten Bulukumba pascaberedarnya video mesum tersebut.

Baca juga: Polisi Sebut Video Mesum “Jangan Kasih Nyala Blitz-nya” Disebarkan Pemeran Pria

“Baik pemeran pemerempuan dan laki-lakinya belum kita amankan dan melakukan pemeriksaan. Tapi kita sudah ketahui keberadaannya, setelah dua bulan lalu pindah domisili keluar dari Kabupaten Bulukumba. Tapi kita terus berkoordinasi dengan Lembaga Perlindungan Anak dan Perempuan, karena keduanya masih anak dibawah umur,” katanya.

Bery menuturkan, jika diduga awal pelaku penyebar video mesum itu dilakukan oleh pemeran pria.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia menyebarkan pertama kali melalui media sosial milik teman-teman sekolahnya.

“Pemeran prianya bisa dijerat Undang-undang ITE, karena menyebarkan video mesum tersebut. Ini baru diduga ya, karena informasi awalnya pemeran pria yang menyebarkan pertama. Tapi kita terus berkoordinasi dengan Lembaga Perlindungan Anak dan Perempuan, karena mereka masih dibawah umur. Jelas ada UU Perlindungan Anak dan Perempuan yang membarenginya,” katanya.

Baca juga: 2 Pelajar SMK Pemeran Video Mesum “Jangan Kasih Nyala Blitz-nya” Dikeluarkan dari Sekolah

Sebelumnya telah diberitakan, video mesum yang berdurasi 29 detik tersebut beredar luas di berbagai media sosial dan menjadi viral. Video mesum itu mulai beredar luas dua bulan lalu. 

Dalam vieo tersebut, terlihat sepasang siswa siswi SMK yang mengenakan seragam sekolah putih abu-abu melakukan hubungan layaknya suami istri.

Video mesum tersebut direkam sendiri oleh siswa pemeran, sedangkan siswinya berkata-kata dengan menggunakan dialeg Sulawesi Selatan.

“Janganko kasi nyala blitz-nya,” ucap siswi dalam video tersebut.

Baca juga: 4 Fakta Kasus Video Mesum Jangan Ko Kasih Nyala Blitz-nya, Direkam di Dalam Kelas hingga Pelaku Pindah Rumah



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.