Viral soal HP Para Santri Dirusak dengan Palu, Ini Penjelasan Pondok Pesantren

Kompas.com - 24/06/2019, 15:41 WIB
Perusakan HP di Ponpes Wali Songo Ngabar, Ponorogo, Jawa TimurTwitter/@dayatpiliang Perusakan HP di Ponpes Wali Songo Ngabar, Ponorogo, Jawa Timur

KOMPAS.com – Video yang memperlihatkan sejumlah ponsel genggam milik siswa dirusak pihak sekolah dengan menggunakan palu tersebar di media sosial sejak Sabtu (22/6/2019).

Peristiwa tersebut terjadi di sebuah pondok pesantren di Ponorogo, Jawa Timur dan menimpa para santri yang melanggar peraturan dengan membawa ponsel ke lingkungan pondok.

Salah satu akun yang turut menyebarkan video ini adalah Twitter @dayatpiliang. Unggahannya tersebut sudah di-retweet sebanyak lebih dari 7.000 pengguna Twitter yang lain.

Pengakuan Alumni

Akun lain yang turut mengunggah video ini adalah Instagram @makassar_iinfo. Dalam kolom komentar terdapat seseorang yang mengaku sebagai alumni dari pondok pesantren yang menjadi tempat kejadian.


Dia adalah Asrofi Abdur pemilik akun @iamz_foryou. Saat dimintai keterangan lebih lanjut, Asrofi menyebut kejadian itu ada di Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar, Ponorogo, Jawa Timur.

"Iya benar sekali. Jadi untuk memfokuskan santri dalam belajar dan beribadah, santri tidak diperbolehkan membawa barang elektronik dan termasuk rokok," kata alumnus yang lulus pada 2014 itu.

Baca juga: Viral soal Pria Menembak Burung Rangkong, Ini Tanggapan KLHK

Konsekuensi ini sudah diketahui sejak awal, baik oleh santri maupun wali santri. Sehingga jika mereka dengan sengaja melanggar, mereka harus siap dengan akibat yang akan didapatkan.

"Hal tersebut sudah diberitahukan kepada wali santri di awal pendaftaran  bahwa santri tidak diperkenankan membawa alat elektronik. Jika ingin menghubungi keluarga tersedia wartel pesantren," kata Asrofi.

"Peraturan dari awal kontrak belajar seperti itu, jadi santri yang kedapatan membawa HP harus merelakan HPnya untuk dihancurkan seperti itu,” ucapnya.

Bentuk hukuman yang didapat, menurut Asrofi tidak melulu dihancurkan menggunakan palu, namun bisa beragam sesuai keputusan para pengasuh pesantren.

"Banyak, bisa disita, dihancurkan, atau dibakar, tergantung dari kesepakatan pengasuh pesantren. Yang jelas bila disita barangnya tidak akan digunakan asatidz atau pengurus,” ujarnya.

Penjelasan Pondok Pesantren

Saat dimintai keterangan lebih lanjut, bagian Sekretariat Pimpinan Pondok menyampaikan video itu tersebar bukan dari pihak internal mereka.

"Kami dari pihak internal sendiri tidak menyebarkan video tersebut. Jadi itu kan ada salah satu pihak kami yang sempat memvideokan. Itu bukan dari kami secara resmi, jadi banyak disalahartikan," kata dia melalui sambungan telepon.

Baca juga: Berawal dari Iseng Menjahit Sarung Bekas Santri, Syahron Menjadi Pembuat Peci Beromzet Jutaan

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by PP. Wali Songo Ngabar (@ngabarexcellent) on Jun 23, 2019 at 11:16pm PDT

Selanjutnya, melalui keterangan resmi yang diunggah di akun Instagram PP. Wali Songo Ngabar, @ngabarexcellent, disebutkan ponsel-ponsel tersebut merupakan barang sitaan yang didapat dari para santri yang tanpa izin membawa masuk ponsel.

"Perusakan barang-barang terlarang yang disita pihak pesantren di depan santri untuk memberikan edukasi efek jera  dan menegaskan bahwa pesantren tidak mengambil manfaat secara materiil dari barang tersebut," tulis keterangan resmi dari Humas Biro Sekretariat Pondok.

Mengingat video yang sudah terlanjur tersebar luas dan menimbulkan pro-kontra, pihak pondok mengaku siap menerima masukan yang bersifat membangun untuk tindakan yang diambil di kemudian hari.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Regional
Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Regional
Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Regional
Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Regional
Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Regional
Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Regional
DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

Regional
Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Regional
Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Regional
Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Regional
4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Regional
Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Regional
Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Regional
Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Regional
Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Regional
Close Ads X