Daftar PPDB, Ratusan Orangtua Siswa Rela Berjubel Antre dari Subuh

Kompas.com - 24/06/2019, 14:47 WIB
Ratusan orangtua siswa antre demi mendaftar di SMA Negeri 3 Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (24/6/2019). KOMPAS.com/HENDRA CIPTA Ratusan orangtua siswa antre demi mendaftar di SMA Negeri 3 Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (24/6/2019).


PONTIANAK, KOMPAS.com - Penerimaan peserta didik baru ( PPDB) secara daring di SMA Negeri 3 Kota Pontianak, Kalimantan Barat, membludak, Senin (24/6/2019).

Bahkan, ratusan calon orangtua siswa rela antre dari subuh untuk dapat mengisi data diri agar masuk dalam urutan penerimaan sekolah yang menerapkan sistem zonasi tersebut.

Kepala SMA 3 Kota Pontianak, Wartono mengatakan, PDPB digelar selama tiga hari, dari Senin (24/6/2019) sampai Rabu (26/6/2019). Sementara, untuk pengumuman siswa diterima pada Jumat (28/6/2019).

Baca juga: Dalam PPDB Sistem Zonasi, Nilai Siswa Tetap Diperhitungkan

"Antusiasme masyarakat mendaftarkan anaknya cukup tinggi. Kami buka pendaftaran pada pukul 08.00 WIB, tapi ada yang datang dari pukul 05.00 WIB," kata Wartono, Senin siang.

Untuk menertibkan calon orangtua siswa yang antre, sekolah menyediakan sejumlah ruang kelas untuk memecah calon peserta dalam mengisi formulir pendaftaran.

"Kuota penerimaan siswa baru SMA Negeri 3 Pontianak tahun ini sebanyak 307 siswa," ucap dia.

SMA Negeri 3 Pontianak menerapkan sistem zonasi berkeadilan. Zonasi ini merupakan kebijakan pemerintah pusat, di mana 90 persen untuk zonasi wilayah, kemudian lima persen prestasi akademik non-akademik, lima persen perpindahan orangtua.

Satu di antara orangtua siswa, Mariana mengaku, tidak mempermasalahkan antre dari subuh untuk masuk ke sekolah.

Baca juga: Mendikbud: Ada Masyarakat yang Pura-pura Belum Tersosialisasi PPDB Sistem Zonasi

Namun, dia menilai, penerapan sistem zonasi tidak tepat. Menurut dia, pemerintah harus merivisi kebijakan tersebut, agar juga menampung aspirasi dari para orangtua yang ingin anaknya sekolah di sekolah favorit.

"Rasanya tidak adil, karena bisa saja anak yang nilainya lebih tinggi bisa kalah sama anak yang nilainya rendah, hanya karena jarak rumahnya lebih jauh," kata Mariana.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Gubernur Edy Rahmayadi Cegah Peredaran Virus Corona

Cara Gubernur Edy Rahmayadi Cegah Peredaran Virus Corona

Regional
Kerangka Manusia Korban Likuefaksi Palu Ditemukan, Dimakamkan di Pemakaman Massal

Kerangka Manusia Korban Likuefaksi Palu Ditemukan, Dimakamkan di Pemakaman Massal

Regional
Viral Video Mantan Bupati Nias Selatan Dilempar Kotoran Babi

Viral Video Mantan Bupati Nias Selatan Dilempar Kotoran Babi

Regional
Foto Editan Lutfi Alfiandi Pegang Bendera Nasdem Diiklankan Cawalkot Makassar

Foto Editan Lutfi Alfiandi Pegang Bendera Nasdem Diiklankan Cawalkot Makassar

Regional
Istri Musthofa Kamal Pasha Deklarasi Maju di Pilkada Mojokerto

Istri Musthofa Kamal Pasha Deklarasi Maju di Pilkada Mojokerto

Regional
Paus 15 Meter yang Terdampar di Rote Ndao Dikubur Pakai Alat Berat

Paus 15 Meter yang Terdampar di Rote Ndao Dikubur Pakai Alat Berat

Regional
Walhi Tolak Pembangunan Kereta Gantung di Gunung Rinjani, Ini Alasannya

Walhi Tolak Pembangunan Kereta Gantung di Gunung Rinjani, Ini Alasannya

Regional
Kasus Akun Medsos yang Diduga Menghina Risma Naik ke Tingkat Penyidikan

Kasus Akun Medsos yang Diduga Menghina Risma Naik ke Tingkat Penyidikan

Regional
Fakta Pawang Ular di Kalbar Tewas Digigit King Kobra Saat Atraksi, Dikenal Sebagai Dukun

Fakta Pawang Ular di Kalbar Tewas Digigit King Kobra Saat Atraksi, Dikenal Sebagai Dukun

Regional
Kepada DPRD Jember, Para Rekanan Proyek Buka-bukaan soal Kasus Korupsi

Kepada DPRD Jember, Para Rekanan Proyek Buka-bukaan soal Kasus Korupsi

Regional
RSUD Kendal Siapkan Dua Kamar untuk Pasien Penderita Virus Corona

RSUD Kendal Siapkan Dua Kamar untuk Pasien Penderita Virus Corona

Regional
Tim SAR Hentikan Pencarian Kapal Panji Saputra yang Hilang di Maluku

Tim SAR Hentikan Pencarian Kapal Panji Saputra yang Hilang di Maluku

Regional
Mayat Perempuan Berseragam Pramuka di Tasikmalaya Diduga Korban Bullying

Mayat Perempuan Berseragam Pramuka di Tasikmalaya Diduga Korban Bullying

Regional
Virus Corona, Masyarakat Minta Penerbangan China ke Manado Ditutup Sementara

Virus Corona, Masyarakat Minta Penerbangan China ke Manado Ditutup Sementara

Regional
45 Mahasiswa yang Pulang ke Papua Pasca Kerusuhan, Kini Kembali ke Kota Tempat Studi

45 Mahasiswa yang Pulang ke Papua Pasca Kerusuhan, Kini Kembali ke Kota Tempat Studi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X