3 Petugas PPK Penggelembung Suara Caleg Gerindra Divonis 6 Bulan Penjara

Kompas.com - 24/06/2019, 13:23 WIB
Ilustrasi pengadilan.Thinkstock Ilustrasi pengadilan.


BENGKULU, KOMPAS.com - Tiga petugas Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK), Kecamatan Ulu Talo, Kabupaten Seluma, Bengkulu, pada Pemilu 2019, yang menjadi terdakwa kasus penggelembungan suara caleg DPR RI divonis penjara 6 bulan denda Rp juta subsider 1 bulan kurungan.

Keputusan dibacakan majelis hakim di Pengadilan Negeri, Seluma, Senin (24/6/2019). Ketiga terdakwa yakni Azis Nugroho (24), Arizon (43) dan Andi Lala (36).

Majelis hakim menyebut ketiga terdakwa telah menciderai Pemilu dan meresahkan masyarakat.

Baca juga: Rumah Sakit Jiwa Bengkulu Benarkan Rawat Pasien Stres karena Pemilu


"Terdakwa bersalah dan terbukti menguntungkan salah satu pihak, dan melanggar Pasal 551 Undang-Undang RI No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu juncto Pasal 55 Ayat 1 KUHP," kata Ketua Majelis Erwindu dalam persidangan, Senin (24/6/2019).

Ketiga terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan pikir-pikir dalam mengajukan banding.

Ketiga terdakwa dan JPU usai mendengar putusan memilih pikir-pikir untuk mengajukan banding, dan majelis hakim hanya memberi waktu selama 3 hari untuk mengajukan banding.

Sebelumnya, tiga oknum PKK Ulu Talo, Kabupaten Seluma, yaitu Aziz Nugroho, Andi Lala dan Arizona ditetapkan tersangka oleh penyidik Polres Seluma, Provinsi Bengkulu, dalam dugaan manipulasi data hasil Pemilihan Umum 17 April 2019, Kamis (16/5/2019).

Kapolres Seluma AKBP I Nyoman Mertha Dana menyebutkan, ketiganya sebelumnya telah diringkus di kawasan mal Jakarta Selatan oleh anggota Polres Seluma dibantu Jatanras Polda Metro Jaya.

"Mereka ini sempat melarikan diri ke Jakarta, dan berhasil ditangkap oleh anggota dan dibantu oleh Polda Metro Jaya," kata Kapolres, di Aula Mapolres Seluma, Kamis (16/5/2019).

Baca juga: Diduga Kelelahan, 7 Petugas Pemilu di Bengkulu Meninggal

Ketiga tersangka tersebut telah merubah hasil Pemilu dengan memanipulasi suara caleg DPR RI nomor urut tiga dari Partai Gerindra, Dr Lia Lastaria dari perolehan 185 suara menjadi 1.137 suara.

Ketiga oknum PPK tersebut, terbukti melakukan perubahan terhadap hasil Pemilu dengan cara merubah semua kertas mulai dari C1 Plano hingga DA1 Plano, sehingga telah berubah dan tidak sesuai dengan hasil semula.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Fakta Kunjungan Jokowi ke Kupang, Disambut Pelajar hingga Berencana Kunjungi Papua

Fakta Kunjungan Jokowi ke Kupang, Disambut Pelajar hingga Berencana Kunjungi Papua

Regional
Kapolda Berharap Gubernur Papua Sampaikan Pesan yang Menyejukkan

Kapolda Berharap Gubernur Papua Sampaikan Pesan yang Menyejukkan

Regional
Bima Arya Akan Terus Munculkan Wacana Bogor Raya ke Publik

Bima Arya Akan Terus Munculkan Wacana Bogor Raya ke Publik

Regional
Mahasiswa Minta KPK Tak 'Gantung' Kasus Wali Kota Tasikmalaya

Mahasiswa Minta KPK Tak "Gantung" Kasus Wali Kota Tasikmalaya

Regional
Ketua Nasdem Tanjungpinang Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Pidato Rasis

Ketua Nasdem Tanjungpinang Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Pidato Rasis

Regional
Atasi Kekeringan Jangka Panjang, Pemkab Karawang Bangun Bendungan

Atasi Kekeringan Jangka Panjang, Pemkab Karawang Bangun Bendungan

Regional
Waspada, Ini Wilayah Bandung dan Sekitarnya yang Berpotensi Alami Kekeringan Ekstrem

Waspada, Ini Wilayah Bandung dan Sekitarnya yang Berpotensi Alami Kekeringan Ekstrem

Regional
Disangka Asap Pembakaran Sampah, Ternyata Masjid Terbakar

Disangka Asap Pembakaran Sampah, Ternyata Masjid Terbakar

Regional
Prada DP Dituntut Penjara Seumur Hidup, Ibu Fera: Kami Tidak Terima...

Prada DP Dituntut Penjara Seumur Hidup, Ibu Fera: Kami Tidak Terima...

Regional
Satu Jaksa Jadi Tersangka KPK, Kejati DIY Minta Maaf pada Sri Sultan HB X dan Masyarakat

Satu Jaksa Jadi Tersangka KPK, Kejati DIY Minta Maaf pada Sri Sultan HB X dan Masyarakat

Regional
Fakta Kakek 83 Tahun Nikahi Wanita 27 Tahun, Sempat Sarankan Cari Pria Lebih Muda

Fakta Kakek 83 Tahun Nikahi Wanita 27 Tahun, Sempat Sarankan Cari Pria Lebih Muda

Regional
Pengamat Unpar: Kecemburuan Jadi Sebab Bekasi Ingin Gabung Jakarta

Pengamat Unpar: Kecemburuan Jadi Sebab Bekasi Ingin Gabung Jakarta

Regional
Aksi Protes Rasisme Kembali Terjadi di Papua, Kali Ini di Nabire dan Yahukimo

Aksi Protes Rasisme Kembali Terjadi di Papua, Kali Ini di Nabire dan Yahukimo

Regional
Prada DP Menangis Dituntut Penjara Seumur Hidup dan Dipecat dari Satuan

Prada DP Menangis Dituntut Penjara Seumur Hidup dan Dipecat dari Satuan

Regional
'Rumah Mbah Parno Itu Dulu Kandang Kambing, Tidak Ada SPPT... '

"Rumah Mbah Parno Itu Dulu Kandang Kambing, Tidak Ada SPPT... "

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X