Pelabuhan Pangandaran Hampir Rampung, Pemda Diminta Siapkan Komoditi dan Bangun Akses Jalan

Kompas.com - 24/06/2019, 12:11 WIB
Gerbang masuk Pelabuhan Pangandaran yang berada di Bojongsalawe, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Senin (24/6/2019). KOMPAS.com/CANDRA NUGRAHAGerbang masuk Pelabuhan Pangandaran yang berada di Bojongsalawe, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Senin (24/6/2019).


PANGANDARAN, KOMPAS.com - Dermaga di Pelabuhan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, selesai dibangun. Secara keseluruhan, pembangunan yang belum selesai ada pada di sisi darat pelabuhan.

"Kapal sudah siap. Untuk tol laut," kata Kepala Unit Penyelenggaraan Pelabuhan Kelas III Kabupaten Pangandaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan, Kant Dicky, saat dikonfirmasi, Senin (24/6/2019).

Tol laut, kata dia, merupakan program pemerintah dari pelabuhan ke pelabuhan. Tol laut ini menghubungkan Pelabuhan Benoa, Bali-Trenggalek-Pacitan-Kulonprogo-Cilacap-Pangandaran hingga Pelabuhan Ratu.

Baca juga: Wisata ke Pangandaran, Mampir Belajar Seputar Nyamuk di Museum Ini


Meski pembangunan pelabuhan hampir rampung, pihaknya belum memiliki data komoditi apa saja yang akan dibawa dari Pelabuhan Pangandaran. Dalam ekspor impor, lanjut Dicky, harus ada komoditi masuk dan keluar.

"Kalau (hanya ada) impornya saja, nanti kapalnya kosong. Enggak ada bahan, rugi. Makanya dikaji dulu muatannya apa (dari Pangandaran)," kata dia.

Dicky mencontohkan Pelabuhan Cilacap yang memiliki komoditi semen. Pemkab Pangandaran dan daerah terdekat seperti Kabupaten Ciamis dan Tasikmalaya, harus menyediakan komoditi penunjang.

"Dari Pangandarannya apa yang mau dibawa keluar. Harus jelas. Kalau kosong kan rugi kalau hitungan bisnis," ujar dia.

Hal lain yang menjadi perhatian terkait operasional pelabuhan, kata Dicky, yakni akses jalan ke pelabuhan. Akses jalan yang ada saat ini cukup sempit.

"Akses jalan keluar (dari pelabuhan) silakan (konfirmasi) ke Provinsi Jawa Barat. Kemarin sudah dilakukan amdal lalin. Mereka (Pemprov) yang akan membangun, bukan lagi kabupaten," kata Dicky.

Bulan Juli nanti, lanjut dia, pihaknya akan mengadakan forum grup diskusi (FGD). Pihak-pihak yang mempunyai kepentingan di pelabuhan akan diundang hadir.

Baca juga: Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Pangandaran, BMKG Cermati Peningkatan Aktivitas Seismik

"Nanti FGD besar-besaran. Di sana akan terungkap apa saja yang masuk ke sini. Pelaku usaha akan diundang," ungkap dia.

Sementara, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Pangandaran, Tedi Garnida menuturkan, daerahnya memiliki potensi sangat besar ihwal komoditi yang siap didistribusikan melalui Pelabuhan Pangandaran.

Komoditi tersebut bisa hasil perikanan laut, hasil pertanian di antaranya kelapa dan sejumlah olahan dari kelapa, kayu hutan dan hasil bumi lainnya. "Komoditi dari sini banyak," ujar dia. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X