I-Lenuk, Aplikasi Pendata Penyu Karya Mahasiswa Universitas Brawijaya

Kompas.com - 23/06/2019, 13:36 WIB
Salah seorang mahasiswa Filkom Universitas Brawijaya (UB) Malang yang menciptakan aplikasi i-Lenuk hasil karyanya bersama empat rekannya AntaranewsSalah seorang mahasiswa Filkom Universitas Brawijaya (UB) Malang yang menciptakan aplikasi i-Lenuk hasil karyanya bersama empat rekannya
Editor Rachmawati

MALANG, KOMPAS.com - Aplikasi teranyar berbasis android untuk melakukan pendataan penyu karya lima mahasiswa dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (Filkom UB) Malang yang diberi nama i-Lenuk ini mempermudah kerja kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas).

Salah satu mahasiswa pencipta i-Lenuk, Neneng Nurlaila di Malang, Sabtu (22/6/2019), mengemukakan aplikasi tersebut dilengkapi berbagai fitur, termasuk ketersediaan kolom jenis penyu, lama pengeraman, jumlah indukan, jejak, dan jumlah telur menetas maupun tidak.

Baca juga: Cuaca Buruk, Ribuan Telur Penyu Langka di Penangkaran Rusak dan Membusuk

Kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas) bisa langsung memasukkan data ke dalam aplikasi yang nantinya terinput sheet words.

"Setelah semua data dimasukkan, secara otomatis akan terinput ke dalam sheet words yang bisa langsung di-print," kata Neneng.

Ia menjelaskan selama ini pendataan penyu yang dilakukan oleh Pokmaswas masih manual dan tidak efisien. Permasalahan lain adalah karena kurangnya sumber daya manusia dari Pokmaswas yang menyebabkan pengawasan tidak dapat dilakukan secara kontinu.

Karena kondisi tersebut, menyebabkan populasi penyu di Indonesia sulit terkontrol.

"Setiap tahunnya tidak kurang dari 40 sarang telur penyu ditemukan di Pantai Taman Kili Kili Desa Wonocoyo, Kabupaten Trenggalek. Setiap sarang telur berjumlah 80 hingga 100 butir telur. Ini menyulitkan jika pendataan masih dilakukan manual," katanya.

Baca juga: Sensasi Ngabuburit Sambil Berwisata di Rumah Konservasi Penyu

Neneng mengatakan saat ini aplikasi i-Lenuk tengah di ujicobakan kepada Pokmaswas di Pantai Kili-kili, Trenggalek.

Bersama empat pencipta i-Lenuk yang lain, yakni Ahmad Kurniawan, Muhammad Zaini Rahman, Azizah Nurul Asri, dan Abdullah Harits, Neneng memberikan pendampingan pembuatan akun e-mail dan pendampingan pengoperasian aplikasi i-Lenuk.

Program i-LENUK dilakukan dalam beberapa tahapan seperti sosialisasi tahap 1 dan sosialisasi tahap 2.

Program yang bertujuan untuk memberikan gambaran dan mengetahui sejauh mana pengetahuan masyarakat sasaran mengenai program i-LENUK.

Selain itu juga dilakukan pendampingan pengoperasian aplikasi i-LENUK untuk Pokmaswas Pantai Taman Kili Kili, pendampingan pembuatan akun e-mail dan pendampingan pengoperasian aplikasi i-LENUK untuk umum.

Baca juga: Bangkai Penyu Hijau Seberat 45 Kg Terdampar di Pantai Sepanjang

 i-Lenuk yang diadopsi dari Bahasa Tetun (Timor Leste) yang berarti penyu itu merupakan salah satu produk yang didanai DIKTI lewat Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) pada 2019.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X