Sempat Hilang, Tari Gandrung dari Klunglung yang Dimainkan Lelaki Muncul di Pesta Kesenian Bali

Kompas.com - 23/06/2019, 11:20 WIB
Penampilan Tari Gandrung yang dibawakan Sekaa Smara Ratih dalam Pesta Kesenian Bali 2019 AntaranewsPenampilan Tari Gandrung yang dibawakan Sekaa Smara Ratih dalam Pesta Kesenian Bali 2019
Editor Rachmawati

DENPASAR, KOMPAS.com - Tari Gandrung yang dibawakan Sekaa (kelompok) Gandrung Smara Ratih dari Banjar (Dusun) Pande, Kabupaten Klungkung, kembali "bangkit" pada ajang Pesta Kesenian Bali ke-41/2019, setelah bertahun-tahun sempat vakum.

"Sekaa ini dibuat tahun 1987. Setelah masa kejayaan Gandrung di Klungkung mencuat, gandrung pun mengalami kemerosotan regenerasi hingga vakum bertahun-tahun," kata Ni Wayan Sueni, penggarap tari tersebut, di sela-sela pentas gandrung, di Taman Budaya Provinsi Bali, di Denpasar, Sabtu (22/6/2019).

Tari gandrung sebenarnya bukan hal yang baru di Klungkung. Kemunculannya diketahui di Klungkung sekitar tahun 1934. Gandrung merupakan sebuah tari pergaulan yang dilakukan oleh penari laki-laki yang diilustrasikan sebagai perlambang kesuburan dan keselamatan.

Baca juga: Bali, Provinsi Pertama yang Keluarkan Pergub tentang Bulan Bung Karno

Tari ini dipakai sebagai kaul saat masyarakat diserang wabah penyakit. Gandrung pun merupakan tarian yang sakral dan pementasannya saat itu dipuput (dipimpin) oleh Ida Pedanda dari Gria Pidada Klungkung.

Seiring berjalannya waktu, tari pergaulan ini berjaya di Kabupaten Klungkung pada tahun 1970an sampai memasuki tahun 1990an. Bahkan di tengah-tengah masa kejayaannya, muncul Sekaa Gandrung Semara Ratih pada 1987.

Dalam kesempatan PKB ke-41, Sanggar Semara Ratih coba kembali bangkit dengan Tari Gandrung-nya.

"Jadi ada salah satu seniman lingsir (tua) yang berinisiatif untuk merintis dan mengingat-ingat kembali gandrung tabuh yang lama,"ujar Sueni.

Baca juga: Wagub Sebut Tol Trans-Jawa Sebabkan Jumlah wisatawan ke Bali Menurun

Tak adanya geliat gandrung di Klungkung menurut Sueni dipengaruhi oleh dua hal yakni karena para seniman yang mengetahui (tari dan tabuh) sudah meninggal dan sudah tua-tua, kemudian dia tidak memberikan pelatihan pada kaum yang muda, maka tidak ada regenerasi.

"Selain itu dari penari juga terkadang kalau diajak seperti latihan joged, jadi terkadang enggan," katanya.

Meski demikian, di tengah keterbatasan, Sekaa Gandrung Smara Ratih dan para warga Bajar Pande turut saling bersinergi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X