4.000 Peserta Ramaikan Festival Pranata Adat dan Budaya di Situbondo

Kompas.com - 23/06/2019, 11:02 WIB
Festival Pranata Adat dan Forum Perdamaian di Situbondo yang mulai dibuka pada Sabtu (22/6/2019). Dok. Kemendesa PDDTFestival Pranata Adat dan Forum Perdamaian di Situbondo yang mulai dibuka pada Sabtu (22/6/2019).

SITUBONDO, KOMPAS.com - Sekitar 4.000 peserta dari berbagai kelompok masyarakat desa di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, turut hadir meramaikan Festival Pranata Adat dan Forum Perdamaian di Situbondo yang mulai dibuka pada Sabtu (22/6/2019).

Kegiatan Festival Pranata Adat dan Budaya di Kabuoaten Situbondo kali ini, diisi dengan berbagai kegiatan pertunjukan kesenian nusantara.

Seperti pentas tari landung, arak-arakan komantan korong, pertunjukan wayang kerte, dolanan bocah, pawai seni ancak, pertunjukan kesenian ohjung Situbondo, pawai petik laut, hingga Best Situbondo Carnaval.

Festival juga diisi dengan kegiatan pameran usaha kecil dan menengah (UKM), revitalisasi sarana dan prasarana olahraga desa, deklarasi perdamaian, dan berbagai macam kegiatan lintas kementrian dan lembaga.

Baca juga: Tulis Status Meresahkan di Facebook soal Gempa Situbondo, Arief Dipanggil Polisi

Sebelum festival digelar, terlebih dulu diawali dengan kegiatan gelaran rapat koordinasi tentang penanganan konflik sosial yang dimotori oleh Asisten Deputi Konflik Sosial Kemenko PMK.

Dilanjutkan dengan dialog nasional kemudian Forum Perdamaian yang menghadirkan sejumlah tokoh lintas agama dan kelompok-kelompok masyarakat di Situbondo.

Seperti dari Forum Kerukunan Umat Beragama, Forum Pembaruan Kebangsaan, Pemuda Anshor, Pagar Nusa, Pemuda Katolik, Pemuda Hindu, dan Pemuda Kristen.

Kegiatan ini dibuka oleh Direktur Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu (PDTu) Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) Aisyah Gamawati.

Baca juga: Tokoh Pluralisme Asal Lasem Bertemu Maruf Amin di Rumah Situbondo

Aisyah mengatakan jika kegiatan ini diagendakan untuk mendorong penguatan komitmen perdamaian pada masyarakat dengan berbasiskan pada nilai-nilai keragaman budaya bangsa

Kegiatan serupa juga diselenggarakan oleh Kemendesa PDTT di sejumlah daerah lain sejak 2015, seperti di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat; Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah; dan di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur.

“Di setiap rangkaian kegiatan Festival Pranata Adat dan Budaya yang kami selenggarakan, selalu didahului dengan Forum Perdamaian dari masyarakat setempat,” kata Aisyah Gamawati melalui rilis ke Kompas.com, Minggu (23/6/2019).

Forum Perdamaian

Sementara itu, Direktur Penanganan Daerah Pasca Konflik Kemendesa PDTT Hasrul Edyar, selaku Ketua Pelaksana Kegiatan Festival Adat dan Budaya mengatakan, Kemendesa PDTT berharap melalui rangakaian kegiatan ini, akan mempererat kohesi sosial pada masyarakat akar rumput untuk merawat dan terus berkomitmen pada kondisi perdamaian.

Baca juga: Pemudik, Waspada Melintas di Jalur Pantura Probolinggo-Situbondo

“Dalam Forum Perdamaian semua peserta berdiskusi bersama dengan metode analisa konflik untuk menganalisa kemungkinan-kemungkinan penyebab konflik dan sumber utamanya, yang kemudian hasilnya akan dirumuskan bersama untuk melakukan pencegahan dan berbagai langkah tindakan preventif lain untuk penghentian potensi konflik,” ujar Hasrul.

Turut hadir dan memberikan sambutan Bupati Situbondo Dadang Sugiarto S.H, unsur Forkompimda setempat, Asisten Deputi Konflik Sosial Kemenko PMK Ponco Respati Nugroho, Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Kemensos Nurul Farijati serta perwakilan unit kerja di lingkungan Kemendesa PDTT.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Pengunduran Diri 64 Kepala Sekolah SMP Diadukan ke KPK

Kasus Pengunduran Diri 64 Kepala Sekolah SMP Diadukan ke KPK

Regional
Gubernur Kalbar Copot 2 Kepala SMK, PGRI: Tidak Boleh Sewenang-wenang

Gubernur Kalbar Copot 2 Kepala SMK, PGRI: Tidak Boleh Sewenang-wenang

Regional
Demonstran Penolak RUU HIP Boleh Bertemu Anggota Dewan, asal Ikut Rapid Test

Demonstran Penolak RUU HIP Boleh Bertemu Anggota Dewan, asal Ikut Rapid Test

Regional
Dalam 3 Hari, Pasien Corona di Kalsel Bertambah 403 Orang, Kini Catat 4.621 Kasus

Dalam 3 Hari, Pasien Corona di Kalsel Bertambah 403 Orang, Kini Catat 4.621 Kasus

Regional
14.483 Orang Mengungsi dan 24 Jiwa Meninggal Akibat Banjir Masamba

14.483 Orang Mengungsi dan 24 Jiwa Meninggal Akibat Banjir Masamba

Regional
Pasien Covid-19 di Ogan Ilir Mencapai 107 Orang, Kantor Pemkab Ditutup

Pasien Covid-19 di Ogan Ilir Mencapai 107 Orang, Kantor Pemkab Ditutup

Regional
Karyawan Toko Positif Covid-19, Pusat Belanja BTC Solo Tutup 7 Hari

Karyawan Toko Positif Covid-19, Pusat Belanja BTC Solo Tutup 7 Hari

Regional
Cegah Penumpukan Warga, Pemkot Mataram Matikan WiFi Gratis di Ruang Publik

Cegah Penumpukan Warga, Pemkot Mataram Matikan WiFi Gratis di Ruang Publik

Regional
Anaknya Tidak Lolos PPDB, Puluhan Orangtua Gembok SMA 5 Padang

Anaknya Tidak Lolos PPDB, Puluhan Orangtua Gembok SMA 5 Padang

Regional
Wakil Bupati OKU Selatan Positif Corona, Ajudan hingga Keluarga Diisolasi

Wakil Bupati OKU Selatan Positif Corona, Ajudan hingga Keluarga Diisolasi

Regional
Seorang Tersangka Kasus Pungli PDAM Kudus Dinyatakan Positif Corona

Seorang Tersangka Kasus Pungli PDAM Kudus Dinyatakan Positif Corona

Regional
Pasien Covid-19 dari Klaster Secapa AD Bandung Tersisa 948 Orang

Pasien Covid-19 dari Klaster Secapa AD Bandung Tersisa 948 Orang

Regional
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Minta Tes PCR Diperbanyak

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Minta Tes PCR Diperbanyak

Regional
Sayangkan Penyelundupan Anemon, Gubernur NTT: Masyarakat Harus Jaga Kekayaan Laut

Sayangkan Penyelundupan Anemon, Gubernur NTT: Masyarakat Harus Jaga Kekayaan Laut

Regional
Komplotan Pembuat KTP Palsu Mengaku Bisa Urus KTP dalam Sehari, Biayanya Rp 1,5 Juta

Komplotan Pembuat KTP Palsu Mengaku Bisa Urus KTP dalam Sehari, Biayanya Rp 1,5 Juta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X