Di "Car Free Day", Warga Solo Tulis Pesan Duka untuk Korban Kebakaran Pabrik Korek

Kompas.com - 23/06/2019, 09:10 WIB
Pengunjung CFD Solo, Jawa Tengah menuliskan pesan duka cita korban kebakaran pabrik korek api yang terjadi di Jalan Tengku Amir Hamzah, Desa Sambirejo, Binjai, Sumatera Utara, di arena CFD Jalan Slamet Riyadi Solo, Jawa Tengah, Minggu (23/6/2019). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIPengunjung CFD Solo, Jawa Tengah menuliskan pesan duka cita korban kebakaran pabrik korek api yang terjadi di Jalan Tengku Amir Hamzah, Desa Sambirejo, Binjai, Sumatera Utara, di arena CFD Jalan Slamet Riyadi Solo, Jawa Tengah, Minggu (23/6/2019).

SOLO, KOMPAS.com - Peristiwa kebakaran pabrik korek api (mancis) yang menewaskan 30 korban jiwa di Jalan Tengku Amir Hamzah, Desa Sambirejo, Binjai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Jumat (21/6/2019) mengundang keprihatinan banyak kalangan.

Salah satunya datang dari warga Solo, Jawa Tengah. Wujud keprihatinan itu mereka tuangkan dalam bentuk aksi menulis pesan duka cita di arena car free day (CFD) Jalan Slamet Riyadi Solo, Jawa Tengah, Minggu (23/6/2019).

Aksi menulis pesan duka cita ini berlangsung di depan Museum Radya Pustaka. Ada sebanyak 50 kertas putih yang disediakan bagi pengunjung untuk menulis pesan tersebut. 

Di lokasi car free day juga terdapat poster bertulis Duka Cita, Duka Cita Kebakaran di Langkat.

Baca juga: Menteri Perindustrian Minta Investigasi Menyeluruh Kasus Terbakarnya Pabrik Korek Api

Pesan yang ditulis warga Solo sangat beragam. Rata-rata pesan berisi agar keluarga korban diberi kekuatan dan kasus tersebut segera terungkap serta tidak terulang kembali.

Seorang pengunjung, Babe meminta agar pemerintah mengusut tuntas kasus kebakaran yang menewaskan 30 korban jiwa tersebut. Apalagi ada anak-anak yang menjadi korban dalam kebakaran tersebut.

"Harusnya ada penelitian lama sebelum pabrik itu berdiri. Kalau terjadi seperti ini kan kasihan rakyat yang menjadi korban," ungkap warga Magelang kepada Kompas.com di CFD Solo, Jawa Tengah, Minggu.

Dirinya  juga sangat menyayangkan terjadinya peristiwa tersebut. Apalagi pada saat peristiwa berlangsung para karyawannya terkunci di dalam ruang, sehingga saat kebakaran terjadi mereka tidak bisa keluar dan terbakar.

Baca juga: Mandor yang Menggembok Pintu Pabrik Korek Gas, Ikut Tewas Terbakar

Pengunjung lain, Danang mengaku ikut prihatin dengan kejadian itu. Dirinya berharap keluarga para korban diberikan ketabahan dan kekuatan.

"Semoga cepat dipulihkan dari kedukaan itu," katanya.

Dia pun berharap pemerintah mengevaluasi pabrik tersebut agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Sementara penggagas aksi, Haristanto mengatakan ada 50 kertas putih yang disediakan untuk memberikan kesempatan pengunjung CFD menuliskan pesan duka cita korban kebakaran sebagai bentuk empati atas kejadian tersebut.

"Ada 50 kertas yang kita sediakan. Warga bisa menuliskan pesan duka cita untuk para korban," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X