Kapolri Minta Pemerintah Cari Akar Masalah Banjir di Konawe Utara

Kompas.com - 22/06/2019, 19:35 WIB
Panglima TNi dan Kapolri didampingi Gubernur Sultra saat di posko induk darurat bencana banjir (KOMPAS.com/KIKI ANDI PATI) Panglima TNI dan Kapolri saat mengunjungi Konawe Utara lokasi banjir bandangPanglima TNi dan Kapolri didampingi Gubernur Sultra saat di posko induk darurat bencana banjir (KOMPAS.com/KIKI ANDI PATI)

KENDARI, KOMPAS.com - Kepala Kepolisian RI ( Kapolri) Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan pentingnya melakukan studi dan mencari solusi untuk menemukan akar masalah banjir yang terjadi di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Sebab, menurut Tito, kondisi banjir ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Konawe Utara, tetapi juga melibatkan beberapa kabupaten. Praktis hal ini sudah menjadi kewenangan otoritas provinsi dibantu pemerintah pusat.

"Kita perlu mencari tahu kenapa banjir bandang ini bisa terjadi. Jadi perlu dilakukan studi kondisi lingkungan untuk menemukan akar masalah banjir di Konawe Utara dengan melibatkan perguruan-perguruan tinggi," terangnya saat meninjau penanganan banjir di Konawe Utara bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Sabtu (22/6/2019).

Selain melibatkan akademisi, tim ahli konsultan tentang lingkungan yang kredibel juga harus diajak duduk bersama untuk mencari akar permasalahan banjir bandang dan cukup lama. Pihaknya siap membantu dengan menurunkan tim dari tindak pidana tertentu (tipiter) dari Mabes Polri.

"Misalnya sistem penyaluran airnya tidak ada. Kalau ini terjadi, maka perlu ada solusinya, mungkin membuat sistem kanalisasi atau membuat bendungan atau membuat dam yang besar sehingga kalau terjadi banjir ini semua tertampung," katanya.

Baca juga: Bupati Konawe Utara Menangis Saat Pemaparan Kondisi Banjir di Hadapan Menteri PUPR

Ia mengatakan, bisa saja banjir terjadi karena adanya alih fungsi hutan atau adanya pembangunan yang menggerus hutan. Seperti kasus banjir yang terjadi di Sentani, Papua.

Tito juga menyebutkan, potensi sumber daya alam di Provinsi Sulawesi Tenggara sangat melimpah, baik itu di sektor perkebunan maupun pertambangan. Tentunya hal ini menarik investor untuk menanamkan modalnya di Konawe Utara.

"Karena memiliki potensi tambang dan sawit yang luar biasa, sehingga banyak orang ingin berinvestasi di sini," terangnya.

Mantan Kapolda Papua ini menjelaskan, sebenarnya tidak ada masalah dengan pembukaan lahan maupun pertambangan, karena dapat mendatangkan pendapatan asli daerah yang nantinya bisa menguntungkan masyarakat.

Namun, terlebih dahulu harus dilakukan studi kelayakan atau analisis dampak lingkungan (Amdal), sehingga tidak mengubah fungsi kawasan atau merusak lingkungan.

Pada kesempatan yang sama, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengaku prihatin dengan musibah bencana yang telah menimpa beberapa wilayah di Sultra.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur NTT: Pembagian Fee Blok Masela Kewenangan Pemerintah Pusat

Gubernur NTT: Pembagian Fee Blok Masela Kewenangan Pemerintah Pusat

Regional
Gempa Magnitudo 7,1, Turis di Manado Sempat Panik

Gempa Magnitudo 7,1, Turis di Manado Sempat Panik

Regional
7 Hal Penting Kasus 'Pembubaran' Piodalan, 9 Tahun Urus Izin hingga Polisi: Tak Ada Pembubaran

7 Hal Penting Kasus "Pembubaran" Piodalan, 9 Tahun Urus Izin hingga Polisi: Tak Ada Pembubaran

Regional
Kecelakaan Maut, Polisi Tetapkan Sopir Bus PO Sinar Jaya Tersangka

Kecelakaan Maut, Polisi Tetapkan Sopir Bus PO Sinar Jaya Tersangka

Regional
Biaya Pengobatan Tak Ditanggung BPJS, Keluarga Mahasiswa Korban Pembacokan Buka Donasi

Biaya Pengobatan Tak Ditanggung BPJS, Keluarga Mahasiswa Korban Pembacokan Buka Donasi

Regional
Wakil Ketua DPRD Jabar: Kolam Renang Pribadi Penting untuk Ridwan Kamil

Wakil Ketua DPRD Jabar: Kolam Renang Pribadi Penting untuk Ridwan Kamil

Regional
Ketika Grup Kasidah dan Paduan Suara Gereja Berkolaborasi di Pesparani Katolik Papua

Ketika Grup Kasidah dan Paduan Suara Gereja Berkolaborasi di Pesparani Katolik Papua

Regional
BMKG: Tercatat 28 Kali Gempa Susulan, Warga Diimbau Waspada Bangunan Retak dan Rusak

BMKG: Tercatat 28 Kali Gempa Susulan, Warga Diimbau Waspada Bangunan Retak dan Rusak

Regional
Warga Ungkap Perilaku Pasutri Terduga Teroris Cianjur sebelum Ditangkap

Warga Ungkap Perilaku Pasutri Terduga Teroris Cianjur sebelum Ditangkap

Regional
28 Kali Gempa Susulan Guncang Maluku Utara Pasca-gempa Magnitudo 7,1

28 Kali Gempa Susulan Guncang Maluku Utara Pasca-gempa Magnitudo 7,1

Regional
Fakta Para Calon Kades Sediakan 'Doorprize' Mobil hingga Umrah, Kalau Kalah Dikembalikan ke Diler

Fakta Para Calon Kades Sediakan "Doorprize" Mobil hingga Umrah, Kalau Kalah Dikembalikan ke Diler

Regional
Fakta Upacara Piodalan di Bantul 'Dibubarkan' Warga: Umat Hindu Butuh Rumah Ibadah

Fakta Upacara Piodalan di Bantul "Dibubarkan" Warga: Umat Hindu Butuh Rumah Ibadah

Regional
Ini Penyebab Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara

Ini Penyebab Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara

Regional
4 Fakta Gempa Bumi M 7,1 di Maluku Utara, Tsunami 10 Cm hingga 19 Kali Gempa Susulan

4 Fakta Gempa Bumi M 7,1 di Maluku Utara, Tsunami 10 Cm hingga 19 Kali Gempa Susulan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Calon Kades Sediakan 'Doorprize' Mobil | Acara Piodalan 'Dibubarkan' Warga

[POPULER NUSANTARA] Calon Kades Sediakan "Doorprize" Mobil | Acara Piodalan "Dibubarkan" Warga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X