Jalan Trans-Papua Barat yang Rusak Mulai Diperbaiki

Kompas.com - 22/06/2019, 15:16 WIB
Jalan Trans-Papua Barat, yang menghubungkan Manokwari Selatan dan Bintuni, mulai diperbaiki oleh Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah IV Bintuni.KOMPAS.com/ Budy Setiawan Jalan Trans-Papua Barat, yang menghubungkan Manokwari Selatan dan Bintuni, mulai diperbaiki oleh Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah IV Bintuni.

MANOKWARI, KOMPAS.com - Jalan Trans- Papua Barat yang menghubungkan Kabupaten Manokwari Selatan dan Kabupaten Teluk Bintuni, tepatnya di Kampung Mameh, Distrik Tahota, mulai diperbaiki.

Kepala Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah IV Bintuni, Benyamin Pesurnay mengatakan, perbaikan jalan Trans-Papua Barat ini mulai dilakukan Rabu lalu.

"Perbaikan ini masih sebatas penggusuran dan pengerasan, sedangkan untuk pengaspalan belum dilakukan," ujar Benyamin kepada Kompas.com, Sabtu (22/6/2019).

Baca juga: Kisah Gubernur Terjebak 9 Jam di Jalur Rusak Jalan Trans Papua Barat


Dalam perbaikan jalan, kendaraan masih bisa lewat. Namun, diberlakukan sistem buka tutup jalan.

Pihaknya mengupayakan pengerjaannya berjalan dengan baik sehingga pengguna jalan tetap bisa melintas.

Penutupan dilakukan mulai pukul 08.00 sampai jam 16.00 sore. Pukul 16.00 sampai jam 18.00 dibuka. Setelah itu kembali ditutup. Kemudian pukul 06.00 hingga 08.00 dibuka dan selanjutnya ditutup kembali.

Baca juga: 5 Fakta Jalan Trans-Papua Rusak, Polisi Selidiki Anggaran Proyek hingga Warga Jalan Kaki 5 Km Lewati Lumpur

Kata Benyamin, sistem buka tutup harus diberlakukan demi kepentingan umum, apalagi kondisi jalan sangat berlumpur, terutama di area Gunung Pasir yang selalu menjadi keluhan sopir dan penumpang ketika melintasi jalan tersebut.

"Kebanyakan alat berat bekerja nonstop mengingat cuaca cukup mendukung, sehingga mempermudah pengerjaan. Kami berharap pengguna jalan dapat bersabar, dan sejak Kamis, panjang jalan yang ditutup sudah berkurang hingga 1.5 Km," ujar Benyamin.

Alat berat yang disiapkan di lokasi, yakni 5 eskavator, 1 doser, 1 gleder dan 2 pemadat. Khusus untuk titik terberat di Gunung Pasir, akan difokuskan 3 alat berat, yakni 2 eksavator dan 1 doser.

"Perusahaan yang mengerjakan PT Job Mulia Bersama. Dan alat yang dipakai sebagiannya disewa. Kami upayakan untuk pengaspalannya akan dianggarkan tahun 2020," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan merasakan langsung rusaknya ruas Jalan Trans-Papua Barat, yang menghubungkan Kabupaten Manokwari Selatan dengan Kabupaten Teluk Bintuni, tepatnya di Kampung Mameh, Distrik Tahota, Kabupaten Manokwari Selatan.

Hal ini dirasakan Gubernur Papua Barat saat melakukan kunjungan kerja ke Distrik Moskona, Kabupaten Teluk Bintuni, Sabtu (15/6/2019) lalu. Bahkan, ia mengaku hanya bisa duduk dan tidur di dalam mobil yang ditumpangi, sebelum ditarik keluar dari jalan berlumpur oleh alat berat.

Dominggus mengatakan, Jalan Nasional Trans Papua Barat ini memang sudah masuk dalam penanganan Balai Jalan dan Jembatan Papua Barat dan sudah dilakukan penimbunan dan pengerasan.

"Pekerjaan sudah dilakukan oleh pihak Balai Jalan Nasional. Memang ada beberapa titik pengerjaan yang berat. Apalagi di saat kondisi cuaca hujan," ungkap Dominggus, melalui rilis yang diterima, Jumat (21/6/2019).

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Ibu Kota Baru Bukan di Hutan Bukit Soeharto

Ibu Kota Baru Bukan di Hutan Bukit Soeharto

Regional
RSKIA Kota Bandung Senilai Rp 750 Miliar Siap Beroperasi Tahun Depan

RSKIA Kota Bandung Senilai Rp 750 Miliar Siap Beroperasi Tahun Depan

Regional
Fakta Kunjungan Jokowi ke Kupang, Disambut Pelajar hingga Berencana Kunjungi Papua

Fakta Kunjungan Jokowi ke Kupang, Disambut Pelajar hingga Berencana Kunjungi Papua

Regional
Kapolda Berharap Gubernur Papua Sampaikan Pesan yang Menyejukkan

Kapolda Berharap Gubernur Papua Sampaikan Pesan yang Menyejukkan

Regional
Bima Arya Akan Terus Munculkan Wacana Bogor Raya ke Publik

Bima Arya Akan Terus Munculkan Wacana Bogor Raya ke Publik

Regional
Mahasiswa Minta KPK Tak 'Gantung' Kasus Wali Kota Tasikmalaya

Mahasiswa Minta KPK Tak "Gantung" Kasus Wali Kota Tasikmalaya

Regional
Ketua Nasdem Tanjungpinang Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Pidato Rasis

Ketua Nasdem Tanjungpinang Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Pidato Rasis

Regional
Atasi Kekeringan Jangka Panjang, Pemkab Karawang Bangun Bendungan

Atasi Kekeringan Jangka Panjang, Pemkab Karawang Bangun Bendungan

Regional
Waspada, Ini Wilayah Bandung dan Sekitarnya yang Berpotensi Alami Kekeringan Ekstrem

Waspada, Ini Wilayah Bandung dan Sekitarnya yang Berpotensi Alami Kekeringan Ekstrem

Regional
Disangka Asap Pembakaran Sampah, Ternyata Masjid Terbakar

Disangka Asap Pembakaran Sampah, Ternyata Masjid Terbakar

Regional
Prada DP Dituntut Penjara Seumur Hidup, Ibu Fera: Kami Tidak Terima...

Prada DP Dituntut Penjara Seumur Hidup, Ibu Fera: Kami Tidak Terima...

Regional
Satu Jaksa Jadi Tersangka KPK, Kejati DIY Minta Maaf pada Sri Sultan HB X dan Masyarakat

Satu Jaksa Jadi Tersangka KPK, Kejati DIY Minta Maaf pada Sri Sultan HB X dan Masyarakat

Regional
Fakta Kakek 83 Tahun Nikahi Wanita 27 Tahun, Sempat Sarankan Cari Pria Lebih Muda

Fakta Kakek 83 Tahun Nikahi Wanita 27 Tahun, Sempat Sarankan Cari Pria Lebih Muda

Regional
Pengamat Unpar: Kecemburuan Jadi Sebab Bekasi Ingin Gabung Jakarta

Pengamat Unpar: Kecemburuan Jadi Sebab Bekasi Ingin Gabung Jakarta

Regional
Aksi Protes Rasisme Kembali Terjadi di Papua, Kali Ini di Nabire dan Yahukimo

Aksi Protes Rasisme Kembali Terjadi di Papua, Kali Ini di Nabire dan Yahukimo

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X