Pasca-gempa Bermagnitudo 6,3 di Kabupaten Sarmi Papua, 39 Rumah Rusak

Kompas.com - 21/06/2019, 22:19 WIB
Dandim 1712/Sarmi Letkol Inf Lamberth Jerry Mailoa sedang meninjau salah satu rumah di Kampung Togonfo Distrik Tor Atas, Kabupaten Sarmi, Papua, yang terdampak gempa bumi berkekuatan 6,3 SR pada Kamis (20/6/2019) dini hari. dok Pendam XVII CenderawasihDandim 1712/Sarmi Letkol Inf Lamberth Jerry Mailoa sedang meninjau salah satu rumah di Kampung Togonfo Distrik Tor Atas, Kabupaten Sarmi, Papua, yang terdampak gempa bumi berkekuatan 6,3 SR pada Kamis (20/6/2019) dini hari.

JAYAPURA, KOMPAS.com - Gempa bumi bermagnitudo 6,3 yang mengguncang Kabupaten Sarmi, Papua, pada Kamis (20/06/2019) dinihari menyebabkan 39 rumah rusak dan warga harus mengungsi.

Daerah yang terdampak gempa tersebut adalah Kampung Togonfo, Distrik Tor Atas Dan Kampung Munukania, Distrik Sarmi Selatan.

"Kita sudah menerima langsung laporan dari kepala kampung dan warga serta melihat kondisi rumah penduduk yang rusak serta bangunan lainnya di dua kampung dan hal ini harus menjadi perhatian kita bersama," ujar Dandim 1712/Sarmi Letkol Inf Lamberth Jerry Mailoa melalui rilis, Jumat (21/06/2019).

Baca juga: Gempa Bermagnitudo 6,3 Guncang Memberamo Tengah Papua

Tidak hanya rumah warga yang mengalami kerusakan, tetapi rumah ibadah dan bangunan sekolah juga terdampak bencana tersebut.

Dari kerusakan bangunan yang sudah didata, didapatkan sejumlah 26 unit rumah penduduk rusak ringan dan rusak berat di Kampung Munukania Distrik Sarmi Selatan sedangkan untuk korban jiwa nihil.

Selanjutnya di Kampung Togonfo Distrik Tor Atas diketahui 13 unit rumah rusak ringan dan rusak berat, 1 bangunan Sekolah Dasar (SD) rusak berat, 1 bangunan gereja mengalami rusak ringan dan tidak ada korban jiwa.

Baca juga: Gempa Bermagnitudo 5,1 Guncang Talaud, Tak Berpotensi Tsunami

Lambert menjelaskan, Informasi mengenai dampak gema bumi tersebut cukup lama didapat karena jarak dari ibu kota kabupaten cukup jauh, kondisi jalan tidk baik dan jaringan telekomunikasi belum tersedia.

"Dari data di lapangan, akan kita laporkan dan koordinasikan dengan Bapak bupati untuk menjadi perhatian kita bersama agar segera di tindak lanjuti dengan perbaikan bangunan rumah penduduk yang rusak termasuk bangunan sekolah dan gereja," tuturnya.

Sementara Kepala Kampung Munukania, Nahor Wiraso berharap warganya segera mendapat bantuan bahan makanan dan bahan bangunan.

Baca juga: Gempa Bermagnitudo 4,6 Guncang Lombok Utara, Tidak Berpotensi Tsunami

Ia mengakui kesulitan untuk menyampaikan informasi mengenai kerusakan yang terjadi akibat gempa bumi karena jarak dan kondisi jalannya tidak baik.

"Kita kesulitan untuk melapor kepada pemerintah daerah karena jauhnya jarak kampung ke kota untuk melaporkan kejadian ini dan sinyal pun tidak ada di sini," ucapnya.

Gempa bumi yang mengguncang Sarmi terjadi pada pukul 00.24 WIB atau 02.24 WIT.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Sosok Bupati Kutai Timur Ismunandar yang Jadi Tersangka KPK Bersama Istri

Ini Sosok Bupati Kutai Timur Ismunandar yang Jadi Tersangka KPK Bersama Istri

Regional
100 Lebih Tenaga Medis di Maluku Terinfeksi Covid-19, Angka Kesembuhan 50 Persen

100 Lebih Tenaga Medis di Maluku Terinfeksi Covid-19, Angka Kesembuhan 50 Persen

Regional
Satu Tenaga Medis di Gunungkidul Positif Corona

Satu Tenaga Medis di Gunungkidul Positif Corona

Regional
Tambah 61 Kasus Positif Covid-19, Rekor Penambahan Tertinggi di Gresik

Tambah 61 Kasus Positif Covid-19, Rekor Penambahan Tertinggi di Gresik

Regional
Setelah Terapkan New Normal, Jumlah Kasus Positif Baru Covid-19 di Kobar Melonjak

Setelah Terapkan New Normal, Jumlah Kasus Positif Baru Covid-19 di Kobar Melonjak

Regional
RS Rujukan di Jateng Mampu Tampung 2.047 Pasien Covid-19

RS Rujukan di Jateng Mampu Tampung 2.047 Pasien Covid-19

Regional
Pemkot Malang Siapkan Rumah Isolasi untuk Pasien Covid-19 yang Tidak Disiplin

Pemkot Malang Siapkan Rumah Isolasi untuk Pasien Covid-19 yang Tidak Disiplin

Regional
Gubernur Gorontalo Imbau Warga di Sekitar Sungai Bone Segera Mengungsi

Gubernur Gorontalo Imbau Warga di Sekitar Sungai Bone Segera Mengungsi

Regional
Hasil Penyisiran Polisi di Desa Mompang Julu Pasca-bentrokan Madina, 8 Warga Diamankan

Hasil Penyisiran Polisi di Desa Mompang Julu Pasca-bentrokan Madina, 8 Warga Diamankan

Regional
Konservasi Kampar Bergembira, Gajah Ngatini Lahirkan Bayi Jantan, Diberi Nama oleh Gubernur

Konservasi Kampar Bergembira, Gajah Ngatini Lahirkan Bayi Jantan, Diberi Nama oleh Gubernur

Regional
Cabuli Siswi SD Selama 4 Tahun, Tukang Ojek di Manado Ditangkap

Cabuli Siswi SD Selama 4 Tahun, Tukang Ojek di Manado Ditangkap

Regional
Tak Semua yang Hadir Saat Rhoma Irama Konser Ikut Tes Covid-19, Ini Sebabnya

Tak Semua yang Hadir Saat Rhoma Irama Konser Ikut Tes Covid-19, Ini Sebabnya

Regional
Akibat Seorang Warga Positif Covid-19 Setelah Pulang dari Denpasar, 990 Orang Dikarantina

Akibat Seorang Warga Positif Covid-19 Setelah Pulang dari Denpasar, 990 Orang Dikarantina

Regional
Respons Polisi soal Viral Pesta Perpisahan Siswa SMK Abaikan Protokol Kesehatan

Respons Polisi soal Viral Pesta Perpisahan Siswa SMK Abaikan Protokol Kesehatan

Regional
Gugur di Kongo, Pelda Anumerta Rama Wahyudi Dimakamkan Secara Militer

Gugur di Kongo, Pelda Anumerta Rama Wahyudi Dimakamkan Secara Militer

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X