Kasus Suap di Imigrasi Mataram, KPK Sudah Periksa 30 Saksi

Kompas.com - 21/06/2019, 22:16 WIB
Salah seorang pejabat Kantor Imigrasi Kelas I Mataram, memasuki Aula lantai 2 gedung Ditkrimsus Polda NTB, memenuhi panggilan tim penyidik KPK, Kamis (20/6/2019). pemeriksaan penyidik KPK berlangsung Senin hingga Jumat (21/6/2019) ini. KOMPAS. com/FITRI RACHMAWATISalah seorang pejabat Kantor Imigrasi Kelas I Mataram, memasuki Aula lantai 2 gedung Ditkrimsus Polda NTB, memenuhi panggilan tim penyidik KPK, Kamis (20/6/2019). pemeriksaan penyidik KPK berlangsung Senin hingga Jumat (21/6/2019) ini.

MATARAM, KOMPAS.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memeriksa lebih dari 30 orang saksi kasus suap Rp 1,2 miliar terkait kasus penyalahgunaan izin tinggal warga negara asing (WNA) di lingkungan Kantor Imigrasi Kelas I Mataram.

Kasus ini menyeret Kepala Kantor Imigrasi Mataram Kurnadie bersama Kepala Sesi Intelijen dan Penindakan Kantor Imigrasi Kelas I Mataram Yusriansyah, serta menjerat Direkur PT Wisata Bahagia, pengelola Wyndham Sundancer Lombok Resort, Liliana.

Pemeriksaan sejumlah saksi kunci di laksanakan di aula lantai 2 Gedung Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda NTB, sejak Senin (17/6/2019) dan berakhir, Jumat sore (21/6/2019).

Pelaksana Tugas Harian (PLH) Kantor Imigrasi Mataram, Armand Armada Yoga Surya, membenarkan 8 orang pegawai dan pejabat Kantor Imigrasi Mataram menjalani pemeriksaan hingga Jumat sore.


Dari pantauan Kompas.com, pemeriksaan berlangsung secara maraton hingga malam hari. Selain pegawai dan pejabat Kantor Imigrasi Kelas I Mataram, pemeriksaan juga dilakukan terhadap saksi lain dari hotel Wydham Sundancer Lombok Resor dan pengacara 2 orang WNA yang menyalahi izin tinggal di Lombok, NTB.

Baca juga: KPK Kembali Periksa 6 Saksi Kasus OTT Pejabat Imigrasi Mataram

Mereka yang diperiksa adalah Kepala Seksi Izin Tinggal dan Status Keimigrasian (Inteltuskim) Kantor Imigrasi Mataram Rahmat Gunawan, Kasubsi Tata Usaha Kantor Imigrasi Denny Crisdian, ajudan Kepala Imigrasi Mataram (Kakanim) Kurnadie, Kasubsi Penindakan Inteldakim Kelas I Mataram Sahril Putu Sukarna, serta dua staf Seksi Inteldakim Kelas I Mataram, Bagus Wicaksono dan Nengah Radi Artana.

Lalu Kasi Lalu Lintas Keimigrasian Kelas I Mataram Gede Semarajaya dan pejabat Imugrasi dari Seksi Inteldakim Kelas I Mataram, Haris.

Saksi lain yang diperiksa adalah Ayub Abdul Muksid, penyidik PNS yang dilaporkan juga turut diamanakan saat Operasi Tangkap Tangan (OTT), Senin malam (27/5/2019) di Hotel Aston Inn bersama tersangka Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Mataram Kurnadie, dan tersangka Kasi Inteldakim Kelas I Mataram Yusriansyah.

Selain pegawai dan pejabat Imigrasi Mataram, Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham NTB, Wilopo juga turut diperiksa pada Kamis lalu, termasuk juga Ainuddin, diperiksa sebagai saksi.

Ainuddin merupakan kuasa hukum Warga Australia, Bower Geoffery Willian (60) dan Manikam Katherasan (48) asal Singapura. Kedua WNA itu dilaporkan melanggar visa kunjungan izin tinggal selama beraa di Indonesia dan bekerja di Wyndham Sundancer Lombok Resort.

Saksi lain adalah mantan General Manager Wyndham Sundancer Lombok Resort, Nanang Supriadi, serta pihak dari Bank Nasional Indonesia (BNI) juga turut diperiksa sebagai saksi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Kasus Balita 3 Tahun yang Tewas Dianiaya Pacar Ibunya, Mengaku Kesal hingga Ditemukan Luka di Tubuh

Fakta Kasus Balita 3 Tahun yang Tewas Dianiaya Pacar Ibunya, Mengaku Kesal hingga Ditemukan Luka di Tubuh

Regional
Siswi SMP Korban Pencabulan Guru Les Alami Trauma dan Berhenti Sekolah Sementara

Siswi SMP Korban Pencabulan Guru Les Alami Trauma dan Berhenti Sekolah Sementara

Regional
Tokoh Adat Minta Foto 2 Bule Lecehkan Tempat Suci di Bali Tak Diviralkan

Tokoh Adat Minta Foto 2 Bule Lecehkan Tempat Suci di Bali Tak Diviralkan

Regional
Curi Laptop dan Berusaha Melawan, Pemuda Asal Indramayu Ditembak Polisi

Curi Laptop dan Berusaha Melawan, Pemuda Asal Indramayu Ditembak Polisi

Regional
Geledah 2 Rumah Terduga Teroris di Sukoharjo, Densus 88 Amankan Buku Jihad

Geledah 2 Rumah Terduga Teroris di Sukoharjo, Densus 88 Amankan Buku Jihad

Regional
Satu Pembunuh dan Pemerkosa Gadis 13 Tahun Divonis 7,5 Tahun Penjara

Satu Pembunuh dan Pemerkosa Gadis 13 Tahun Divonis 7,5 Tahun Penjara

Regional
Viral Foto 2 Bule Lecehkan Tempat Suci di Bali

Viral Foto 2 Bule Lecehkan Tempat Suci di Bali

Regional
Sempat Dilarang, Kini Demonstrasi Jelang Pelantikan Presiden Diperbolehkan

Sempat Dilarang, Kini Demonstrasi Jelang Pelantikan Presiden Diperbolehkan

Regional
Soal Video Mesum Tuban, Polisi Hanya Berlakukan Wajib Lapor

Soal Video Mesum Tuban, Polisi Hanya Berlakukan Wajib Lapor

Regional
Siswi Korban Pencabulan Guru Les Sembunyikan Kandungan Gunakan Hijab Besar

Siswi Korban Pencabulan Guru Les Sembunyikan Kandungan Gunakan Hijab Besar

Regional
Guru Silat Cabuli 5 Murid sejak 2016, Modusnya Pijat Peregangan Otot

Guru Silat Cabuli 5 Murid sejak 2016, Modusnya Pijat Peregangan Otot

Regional
Jual Miras ke Anak di Bawah Umur, Kakek-Nenek Ditangkap

Jual Miras ke Anak di Bawah Umur, Kakek-Nenek Ditangkap

Regional
Kisah Kakek Germanus, Puluhan Tahun Hidup di Gubuk Reyot Tanpa Listrik, Makan dari Belas Kasih Tetangga

Kisah Kakek Germanus, Puluhan Tahun Hidup di Gubuk Reyot Tanpa Listrik, Makan dari Belas Kasih Tetangga

Regional
“Si Perut Laper” Milik Jabar Raih Apresiasi dari Pemerintah Pusat

“Si Perut Laper” Milik Jabar Raih Apresiasi dari Pemerintah Pusat

Regional
Gara-gara 'TeLe ApIK' Jateng Raih Penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik

Gara-gara "TeLe ApIK" Jateng Raih Penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X