[POPULER NUSANTARA] Sikap Jokowi Hadapi Tuduhan Prabowo-Sandi di Sidang MK | Sistem Zonasi PPDB Tuai Masalah

Kompas.com - 21/06/2019, 07:00 WIB
Presiden Joko Widodo beserta keluarga berbelanja di Pasar Gede Solo, Minggu (9/6/2019). Akun Facebook Presiden JokowiPresiden Joko Widodo beserta keluarga berbelanja di Pasar Gede Solo, Minggu (9/6/2019).

KOMPAS.com - Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo memilih tidak berkomentar terkait tuduhan dari pihak pasangan Prabowo-Sandi dalam sidang sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 di Mahkamah Konstitusi ( MK).

Jokowi memilih untuk menghormati proses hukum yang sedang berlangsung di MK.

Sementara itu, berita kekacauan sistem zonasi PPDB juga menjadi sorotan pembaca. Presiden Jokowi juga turut mengomentari masalah tersebut.

Menurutnya, permasalahan di lapangan harus segera dievaluasi. Jokowi meminta awak media untuk menanyakan langsung ke Mendikbud Muhadjir Effendy.

Berikut ini berita populer nusantara secara lengkap:

1. Komentar Jokowi terkait tuduhan BPN di sidang MK

Hakim Konstitusi Saldi Isra (kiri), Arief Hidayat (tengah) dan Manahan MP Sitompul (kanan) berbincang saat memimpin sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) presiden dan wakil presiden di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis (20/6/2019). Sidang tersebut beragendakan mendengarkan keterangan saksi dan ahli dari termohon atau dari pihak KPU.ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA Hakim Konstitusi Saldi Isra (kiri), Arief Hidayat (tengah) dan Manahan MP Sitompul (kanan) berbincang saat memimpin sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) presiden dan wakil presiden di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis (20/6/2019). Sidang tersebut beragendakan mendengarkan keterangan saksi dan ahli dari termohon atau dari pihak KPU.

Sidang mengenai sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah dimulai pada Jumat (14/6/2019) dan masih terus berlangsung di Mahkamah Konstitusi (MK).

Sejumlah kesaksian dan data sudah disampaikan oleh pihak calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Tim hukum Jokowi dan pasangannya, Ma'ruf Amin, menilai, materi gugatan sengketa pilpres yang diajukan pemohon berbasis pada bias anti petahana.

Pemohon dinilai sengaja membangun narasi bahwa calon presiden petahana bertindak curang dan melakukan pelanggaran pemilu.

"Rasanya tidak elok kalau saya yang berkomentar karena sidang masih berjalan. Saya percayakan semuanya pada MK," ujar Jokowi setelah menghadiri penyerahan 3.200 sertifikat di GOR Tri Dharma, Gresik, Jawa Timur, Kamis (20/6/2019).

Baca juga: Soal Tuduhan Prabowo-Sandi dalam Sidang MK, Begini Jawaban Jokowi

2. Jokowi: Tanyakan langsung ke Mendikbud

Aksi protes PPDB sistem zonasi oleh wali murid di Surabaya, Rabu (19/6/2019)KOMPAS.com/ACHMAD FAIZAL Aksi protes PPDB sistem zonasi oleh wali murid di Surabaya, Rabu (19/6/2019)

Terkait kekacauan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB), Presiden Jokowi meminta awak media untuk bertanya langsung kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud) Muhadjir Effendy.

Jokowi mengatakan, di lapangan memang banyak masalah yang mesti dievaluasi.

"Tanyakan pada Menteri Pendidikan. Memang di lapangan banyak masalah yang perlu dievaluasi, tapi tanyakan kepada Menteri Pendidikan," kata Jokowi di GOR Tri Dharma, Gresik, Jawa Timur, Kamis (20/6/2019).

Jokowi tidak menutupi bahwa memang banyak permasalahan yang perlu dievaluasi dari penerapan sistem zonasi di PPDB pada tahun ajaran kali ini dibanding dengan sebelumnya.

Baca juga: Komentar Jokowi soal Sistem Zonasi PPDB yang Menuai Protes Wali Murid

3. Terdakwa artis VA minta bebas

Artis VA dalam sidang lanjutan perkara kesusilaan di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (6/5/2019)KOMPAS.com/ACHMAD FAIZAL Artis VA dalam sidang lanjutan perkara kesusilaan di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (6/5/2019)

Terdakwa penyebaran konten asusila, artis VA, meminta mejelis hakim membebaskan dirinya dari segala tuntutan jaksa dalam perkara pelanggaran pasal ITE.

VA juga minta semua barang pribadinya seperti ponsel, uang, dan buku tabungan dikembalikan.

Demikian inti isi pembelaan atau pleidoi atas tuntutan jaksa yang dibacakan VA dalam sidang tertutup di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (20/6/2019).

"Klien kami minta bebas dari segala tuntutan dan semua barang-barangnya saat menjalani proses hukum dikembalikan," ujar kuasa hukum VA, Milano Lubis, saat dihubungi, Kamis malam.

Baca juga: Bacakan Pembelaan, Artis VA Minta Bebas

4. Mobil Fortuner untuk seserahan ternyata mobil curian

Kepolisian Resor Pati, Jawa Tengah, menunjukkan barangbukti fortuner hasil curian oknum marketing? dealer mobil, PT Nasmoco, Pati, Didik Setiyadi (33) alias Dika, warga Kecamatan Jaken, Pati, Kamis (20/6/2019)Dokumen Polres Pati Kepolisian Resor Pati, Jawa Tengah, menunjukkan barangbukti fortuner hasil curian oknum marketing? dealer mobil, PT Nasmoco, Pati, Didik Setiyadi (33) alias Dika, warga Kecamatan Jaken, Pati, Kamis (20/6/2019)

Mobil Fortuner yang dibeli oleh Ucok Budianto (28), warga Kecamatan Winong, Pati, untuk calon istrinya, Mega Tristiani (23), warga Kecamatan Kayen, Pati, ternyata adalah barang hasil curian.

Ucok, pengusaha penggilingan bakso tersebut belakangan telah ditipu oleh seorang oknum marketing dealer mobil PT Nasmoco, Pati, Didik Setiyadi (33) alias Dika, warga Kecamatan Jaken, Pati.

"Pelaku mencuri mobil tersebut di kantornya dan menjualnya kepada korban. Sudah dibayar tunai dan tidak disetorkan kantornya. Akad jual beli tidak diketahui pihak Nasmoco," terang Kasat Reskrim Polres Pati, AKP Yusi Andi Sukmana saat dihubungi Kompas.com melalui ponsel, Kamis (20/6/2019).

Baca juga: Viral Seserahan Fortuner untuk Pernikahan di Pati, Ternyata Barang Hasil Curian

5. Mantan pemain Persis Solo dan anaknya, hilang ditelan ombak

Petugas Gabungan melakukan penyisiran untuk melakukan pencarian korban tengelam di Pantai Baru, Bantul, Kamis (20/6/2019). Korban yakni Ferry Anto, mantan pemain PSS Sleman dan Persis Solo, dan putrinya. Dokumentasi Basarnas Yogyakarta Petugas Gabungan melakukan penyisiran untuk melakukan pencarian korban tengelam di Pantai Baru, Bantul, Kamis (20/6/2019). Korban yakni Ferry Anto, mantan pemain PSS Sleman dan Persis Solo, dan putrinya.

Ganasnya gelombang Pantai Baru, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta menyeret lima wisatawan asal Rancaengkeng Bandung dan Kartosuro, Jawa Tengah, Kamis (20/6/2019).

Tiga orang berhasil diselamatkan, dua orang yakni bapak dan anak masih dinyatakan hilang.

Dari lima korban yang terseret gelombang pasang tiga diantaranya selamat yaitu Shela (17) dan Afdhal Firansyah (11) warga asal Rancaengkek Bandung serta Ai Rohimah (30) warga Kartosuro, Jawa Tengah.

Sedangkan korban yang hilang dan belum ditemukan Ferry Anto Saputro (30) dan anaknya, Fajrina Dwi Saputri (Freya). Keduanya meruapkan warga Kartasura.

"Tim SAR yang tahu kejadian itu langsung memberi pertolongan, tapi hanya tiga korban (Ai, Afdhal, dan Shela) yang berhasil diselamatkan. Untuk dua korban yaitu Ferry dan Freya masih dalam pencarian," kata Nugroho, Sekretaris SAR Satlinmas wilayah IV Pantai Samas dan Pantai Baru, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis.

Baca juga: Mantan Pemain Persis Solo Terseret Ombak Saat Menggendong Putrinya

Sumber: KOMPAS.com (Markus Yuwono, Puthut Dwi Putranto Nugroho, Achmad Faizal, Hamzah Arfah)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Angin Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah Warga di Sukabumi

Angin Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah Warga di Sukabumi

Regional
Puluhan Wisatawan Reaktif Covid-19 di Puncak Bogor, Diminta Swab Test Lalu Pulang

Puluhan Wisatawan Reaktif Covid-19 di Puncak Bogor, Diminta Swab Test Lalu Pulang

Regional
Dilaporkan Hilang, Kakek Tinggal Ditemukan Tewas di Jurang Sedalam 200 Meter

Dilaporkan Hilang, Kakek Tinggal Ditemukan Tewas di Jurang Sedalam 200 Meter

Regional
Diduga Depresi Ditinggal Istri, Pria di Jember Rusak ATM Pakai Palu dan Obeng

Diduga Depresi Ditinggal Istri, Pria di Jember Rusak ATM Pakai Palu dan Obeng

Regional
Pemprov Jabar Siapkan 26.700 Rapid Test untuk Wisatawan

Pemprov Jabar Siapkan 26.700 Rapid Test untuk Wisatawan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 29 Oktober 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 29 Oktober 2020

Regional
Sembuh dari Corona, Warga Kota Solok Terima Bantuan Rp 1 Juta

Sembuh dari Corona, Warga Kota Solok Terima Bantuan Rp 1 Juta

Regional
Tak Bermasker, Puluhan Wisatawan di Puncak Terjaring Operasi Yustisi

Tak Bermasker, Puluhan Wisatawan di Puncak Terjaring Operasi Yustisi

Regional
Nekat Begal Sopir Taksi Online di Solo, Remaja Lulusan SMK Babak Belur Dihajar Massa

Nekat Begal Sopir Taksi Online di Solo, Remaja Lulusan SMK Babak Belur Dihajar Massa

Regional
Bawa Palu dari Rumah, Pria Ini Pukul Mesin ATM BRI Berkali-kali hingga Rusak

Bawa Palu dari Rumah, Pria Ini Pukul Mesin ATM BRI Berkali-kali hingga Rusak

Regional
Video Viral Polantas Ambil Paksa Sepeda Motor di Bengkel, Ini Penjelasan Kapolres Agam

Video Viral Polantas Ambil Paksa Sepeda Motor di Bengkel, Ini Penjelasan Kapolres Agam

Regional
Libur Panjang, Kuota Wisatawan Gunung Bromo Penuh hingga Akhir Oktober

Libur Panjang, Kuota Wisatawan Gunung Bromo Penuh hingga Akhir Oktober

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 29 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 29 Oktober 2020

Regional
Pengguna Jalan Diingatkan Potensi Pohon Tumbang dan Longsor di Jalur Puncak

Pengguna Jalan Diingatkan Potensi Pohon Tumbang dan Longsor di Jalur Puncak

Regional
Polisi yang Pernah Aniaya Anak Buahnya Dapat Promosi Jabatan

Polisi yang Pernah Aniaya Anak Buahnya Dapat Promosi Jabatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X