Kompas.com - 20/06/2019, 19:31 WIB

MAGELANG, KOMPAS.com - Para guru tidak tetap (GTT) atau honorer di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang telah memperoleh gaji sesuai dengan standar upah minimum regional (UMR) Kota Magelang sekitar Rp 1,7 juta per bulan.

Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito, menyatakan kebijakan ini sudah diterapkan sejak 2017 lalu. Tujuannya tidak lain untuk menyejahterakan para pendidik yang telah bekerja mendidik anak-anak bangsa.

"Dua tahun ini saya tahu persis, para guru honorer yang tadinya dapat honor pas-pasan, ada yang Rp 300.000, Rp 400.000, Rp 600.000, nek bejo (kalau beruntung) Rp 800.000. Kemudian saya usulkan, sekarang jadi sesuai UMR Rp 1,7 juta per bulan," kata Sigit, dihadapan para guru dan karyawan PAUD-SMA se-Kota Magelang di Gor Samapta Kota Magelang, Rabu (19/6/2019) lalu.

Baca juga: Gubernur Edy Rahmayadi Akan Pecat Ribuan Honorer untuk Hemat Rp 120 Miliar

Dalam setahun Pemkot Magelang mengeluarkan anggaran mencapai Rp 3 miliar sebagai 'reward' kepada guru-guru honorer terutama guru sekolah dasar (SD). Ia pun berpesan kepada mereka agar terus bersemangat dan berkomitmen membawa anak-anak menuju kebaikan.

"Seluruh guru telah berpartisipasi mencerdaskan anak bangsa. Pada kesempatan ini saya ucapkan terimakasih, di mana pun bertugas. Terus semangat membawa anak-anak menuju kebaikan," tuturnya.

Ada syarat khusus

Dihubungi terpisah, Kamis (20/6/201), Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Kota Magelang, Sahid, menambahkan ada persyaratan yang harus dipenuhi bagi GTT yang akan menerima gaji sesuai UMR. 

Diantaranya, masa kerja GTT minimal tiga tahun, memiliki ijazah linier sesuai dengan kompetensi dan jenjang sekolah tempat GTT mengajar.

"Kalau dia mengajar di SD ya ijazahnya harus PGSD, kalau TK ya PGTK. Ijazah harus linier. Selain itu, dilihat juga kinerjanya selama bekerja bagaimana, yang pasti harus baik," ucap Sahid.

Baca juga: PNS Riau Diminta Sisihkan Gajinya agar Pegawai Honorer Dapat THR

Di sisi lain, pemberian gaji sesuai UMR juga disesuaikan dengan kemampuan sekolah masing-masing.

Ini berkaitan dengan besaran kucuran Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) yang disesuaikan dengan jumlah murid dan kebutuhan sekolah.

Sahid berujar, jika jumlah murid sedikit, Bosda juga lebih kecil dibanding dengan sekolah dengan jumlah murid banyak.

Ini tentu berpengaruh dengan kemampuan sekolah membayar GTT maupun pegawai honorer.

"Sekolah yang muridnya sedikit biasanya gaji GTT belum UMR, misalnya saja SD Gelangan 7 muridnya tidak sampai 100 anak, juga SD Wates 5. Jadi gaji GTT juga disesuaikan dengan kemampuan sekolah," imbuhnya, seraya menyebut pembayaran gaji GTT akan dikelola secara penuh oleh Disdikbud mulai 2020 mendatang. 

Baca juga: Kisah Guru Honorer yang Kini Jadi Pegawai Kontrak, Bersyukur meski Tak Puas

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Regional
Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Regional
Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Regional
Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Regional
Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Regional
Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Regional
Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Regional
Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Regional
Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Regional
Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Regional
Peringati HUT Ke-104 Madiun, Walkot Maidi Paparkan Target dan Capaiannya

Peringati HUT Ke-104 Madiun, Walkot Maidi Paparkan Target dan Capaiannya

Regional
Gubernur Syamsuar Dukung Pebalap Asal Riau di Kejuaraan Dunia

Gubernur Syamsuar Dukung Pebalap Asal Riau di Kejuaraan Dunia

Regional
Jatim Distribusikan 1.000 Vaksin PMK Hewan Ternak, Khofifah Pantau Penyuntikannya di Sidoarjo

Jatim Distribusikan 1.000 Vaksin PMK Hewan Ternak, Khofifah Pantau Penyuntikannya di Sidoarjo

Regional
Gubernur Riau Minta Tenaga Honorer Diprioritaskan Jadi CPNS dan PPPK

Gubernur Riau Minta Tenaga Honorer Diprioritaskan Jadi CPNS dan PPPK

Regional
Pelantikan Menteri Baru, Gubernur Syamsuar: Alhamdulillah Putra Riau Terpilih Jadi Wamen ATR/BPN

Pelantikan Menteri Baru, Gubernur Syamsuar: Alhamdulillah Putra Riau Terpilih Jadi Wamen ATR/BPN

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.