TKD PNS Kota Bandung Terancam Dipotong, Oded Yakin Tidak Akan Ada Gejolak

Kompas.com - 20/06/2019, 16:39 WIB
Wali Kota Bandung Oded M Danial mengunjungi SD Aji Tunggal, Jalan Sukup Baru, Kelurahan Pasirendah, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung, Selasa (2/4/2019). KOMPAS.com/PUTRA PRIMA PERDANA.Wali Kota Bandung Oded M Danial mengunjungi SD Aji Tunggal, Jalan Sukup Baru, Kelurahan Pasirendah, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung, Selasa (2/4/2019).

BANDUNG, KOMPAS.com- Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan pemotongan Tunjangan Kinerja Dinamis (TKD) untuk PNS Pemkot Bandung merupakan konsekuensi yang wajar ketika terjadi defisit anggaran pada APBD.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menambahkan, APBD merupakan anggaran yang dititipkan masyarakat Kota Bandung untuk dikelola oleh Pemerintah Kota Bandung.

“Kami mendapat amanah dari masyarakat Kota Bandung yang jumlahnya 2,5 juta berupa amanah pengelolaan anggaran yang diambil dari masyarakat melalui pajak dan sebagainya. Kita sebagai pengelola tentu saja di samping mendapatkan gaji juga tunjangan- tunjangan," kata Oded saat ditemui usai Groundbreaking Wetland Park di Kelurahan Cisurupan, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, Kamis (20/6/2019).

Baca juga: Defisit Anggaran Rp 609 M, TKD PNS Kota Bandung Terancam Dipotong

"Tentu saja sebagai pengelola yang baik, amanah, transparan, dan berpihak pada masyarakat, tentu kami harus mengedepankan kepentingan masyarakat ketimbang kepentingan kita sebagai pengelola. Kebetulan karena APBD ini defisit, untuk membuat keseimbangan tidak ada salahnya kita mengurangi TKD,” kata Oded lagi. 

Lebih lanjut, Oded menjelaskan, pemotongan TKD PNS merupakan langkah yang paling realistis dalam kondisi defisit anggaran.

“TKD itu dinamis. Boleh jadi sekarang defisit kita kurangi, kalau tahun depan surplus kita bagikan lagi,” imbuhnya.

Oded pun mengimbau kepada para PNS untuk bekerja lebih giat meski ada pemotongan TKD. Dia pun optimistis kondusivitas di Pemkot Bandung tidak akan terlalu terpengaruh.

“Saya yakin kalau saya punya ASN dan staf saya orangnya mengerti, baik dan soleh. Ketika hari ini (TKD) kurang, mereka akan memahami. Saya yakin tidak akan ada gejolak di lingkungan ASN,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Ema Sumarna membenarkan jika terjadi defisit anggaran pada APBD tahun 2019.

“Berkenaan dengan defisit memang faktanya seperti itu, defisit hampir Rp. 609 miliar," kata Ema, Kamis (20/6/2019).

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virus Flu Burung Merebak di Tegal, 150 Unggas Mati Mendadak

Virus Flu Burung Merebak di Tegal, 150 Unggas Mati Mendadak

Regional
Kasus Pembunuhan 'Debt Collector': Kepala Korban Ditemukan Terpisah dari Tubuhnya

Kasus Pembunuhan "Debt Collector": Kepala Korban Ditemukan Terpisah dari Tubuhnya

Regional
4 Fakta Suami Bakar Istri di Surabaya, Terlibat Cekcok hingga Kabur Bawa Motor Pemilik Kos

4 Fakta Suami Bakar Istri di Surabaya, Terlibat Cekcok hingga Kabur Bawa Motor Pemilik Kos

Regional
Terduga Teroris AK dari Sukoharjo Dikenal Jarang Bergaul dan Tertutup

Terduga Teroris AK dari Sukoharjo Dikenal Jarang Bergaul dan Tertutup

Regional
Lurah Way Halim: Nenek Nurhasanah Tidak Terlibat Terorisme

Lurah Way Halim: Nenek Nurhasanah Tidak Terlibat Terorisme

Regional
Menyoal Gibran Maju Pilkada Solo, Bukan Pilihan PDI-P Solo hingga Anjuran Ganjar

Menyoal Gibran Maju Pilkada Solo, Bukan Pilihan PDI-P Solo hingga Anjuran Ganjar

Regional
Nekat Keluyuran Saat Jam Kerja, 14 ASN Kena Razia

Nekat Keluyuran Saat Jam Kerja, 14 ASN Kena Razia

Regional
Susahnya Hidup Nenek Paulina: Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot, Jual Kelapa untuk Beli Beras

Susahnya Hidup Nenek Paulina: Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot, Jual Kelapa untuk Beli Beras

Regional
Fakta Baru Remaja Dicabuli Ayah Tirinya, Ditetapkan Tersangka hingga Polisi Dalami Keterlibatan Ibu Kandungnya

Fakta Baru Remaja Dicabuli Ayah Tirinya, Ditetapkan Tersangka hingga Polisi Dalami Keterlibatan Ibu Kandungnya

Regional
Cuaca Buruk, 'Water Bombing' Kebakaran Hutan Gunung Arjuno-Welirang Batal

Cuaca Buruk, "Water Bombing" Kebakaran Hutan Gunung Arjuno-Welirang Batal

Regional
Upaya Penyelundupan 16.000 Ekor Bibit Lobster Digagalkan, 1 Pelaku Buron

Upaya Penyelundupan 16.000 Ekor Bibit Lobster Digagalkan, 1 Pelaku Buron

Regional
[POPULER NUSANTARA] Cerita Nasir Bongkar Makam Ibunya | Gibran Dikabarkan Siap Maju Pilkada Solo

[POPULER NUSANTARA] Cerita Nasir Bongkar Makam Ibunya | Gibran Dikabarkan Siap Maju Pilkada Solo

Regional
Duduk Perkara Balita 3 Tahun Tewas Ditangan Pacar Ibunya, Disebut Jatuh di Kamar Mandi

Duduk Perkara Balita 3 Tahun Tewas Ditangan Pacar Ibunya, Disebut Jatuh di Kamar Mandi

Regional
Tipu Calon Polisi hingga Ratusan Juta Rupiah, Pria Ini Ditangkap Polisi

Tipu Calon Polisi hingga Ratusan Juta Rupiah, Pria Ini Ditangkap Polisi

Regional
Pengungsi Korban Gempa: Anggota DPRD Hanya Datang Saat Pileg, Waktu Kami Susah Mereka Hilang

Pengungsi Korban Gempa: Anggota DPRD Hanya Datang Saat Pileg, Waktu Kami Susah Mereka Hilang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X