Akhirnya, Elang Jenggala dan Kuat Terbang Bebas di Langit Yogyakarta

Kompas.com - 20/06/2019, 15:39 WIB
Ilustrasi anak burung elang. (AFP/HO/SAG) Ilustrasi anak burung elang. (AFP/HO/SAG)

KULON PROGO, KOMPAS.com — Dua elang ular bido (Spilornischeela) kembali hidup bebas di alam setelah dilepasliarkan di Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY dan Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta (KAY) melepasliarkan kedua raptor atau satwa pemburu itu setelah bertahun-tahun menjalani rehabilitasi di Wild Rescue Center (WRC) di Desa Paingan, Desa Sendang Sari, Kecamatan Pengasih.

“Harapannya, mereka bisa survive dan mencari makan sendiri. Lihat bagaimana mereka menari-nari di udara,” kata Junita Parjanti, Kepala BKSDA DIY, seusai melepasliarkan kedua elang itu, Kamis (20/6/2019).

Baca juga: Kembalikan Insting Liar, Dua Elang Dilepaskan di Gunungkidul

Elang ular bido masuk dalam daftar satwa dilindungi sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya serta PP No 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

BKSDA menyita salah satu elang ini dari warga pada 2014. Elang berkelamin jantan itu dinamai Jenggala. BKSDA menyerahkan Jenggala ke pusat rehabilitasi WRC untuk menjalani rehabilitasi. WRC kembali menerima satu elang ular bido betina pada 2017 yang dinamai Kuat.

Kuat dan Jenggala menjalani proses panjang rehabilitasi. Keduanya dipisahkan dari manusia untuk mengembalikan sifat liarnya. Mereka juga dikenalkan pada pakan utamanya.

Setelah beberapa tahun dalam rehabilitasi, si Kuat menjebol kandang sehari sebelum dilepasliarkan. Si Kuat masih terpantau terbang di sekitaran Jatimulyo. BKSDA bersama KAY kemudian melepasliarkan Jenggala pada Kamis siang.

“Si Kuat dan Jenggala sudah melewati masa observasi dan sosialisasi. Mereka menunjukkan perilaku progresif pada Januari 2019. Kami merekomendasi untuk melepaskannya pada Maret 2019,” kata dokter hewan Irhamna Putri, koordinator bidang konservasi WRC.

Baca juga: Hanya Tersisa 10 Ekor Elang Flores di Kawasan Taman Nasional Kelimutu

“Kami meminta masyarakat tidak lagi memelihara untuk kesenangan, utamanya pada satwa yang dilindungi. Kurang lebih 5 tahun (lamanya satwa rehabilitasi) untuk kembali ke alam. Maka lebih baik menyerahkan ke kami,” kata Junita. 

Desa ramah burung

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pencarian WN Amerika di Teluk Ambon Diperluas, Korban Belum Ditemukan

Pencarian WN Amerika di Teluk Ambon Diperluas, Korban Belum Ditemukan

Regional
PSBB Tangerang Raya Diperpanjang hingga 8 Kali, Ini Penyebabnya

PSBB Tangerang Raya Diperpanjang hingga 8 Kali, Ini Penyebabnya

Regional
Wisma Atlet Jakabaring Palembang Tak Lagi Rawat Pasien Covid-19

Wisma Atlet Jakabaring Palembang Tak Lagi Rawat Pasien Covid-19

Regional
Kasus Fetish Kain Jarik, Polisi: Pengakuan Tersangka Ada 25 Korban

Kasus Fetish Kain Jarik, Polisi: Pengakuan Tersangka Ada 25 Korban

Regional
Sulitnya Mendaki Gunung Piramid, Turun dari Puncak Harus 'Ngesot'

Sulitnya Mendaki Gunung Piramid, Turun dari Puncak Harus "Ngesot"

Regional
Miris, Remaja Ini Tewas Dikeroyok Teman Usai Dituduh Curi Uang Rp 100.000

Miris, Remaja Ini Tewas Dikeroyok Teman Usai Dituduh Curi Uang Rp 100.000

Regional
Detik-detik Remaja Tewas Dikeroyok Temannya, Berawal dari Curi Uang Rp 100.000

Detik-detik Remaja Tewas Dikeroyok Temannya, Berawal dari Curi Uang Rp 100.000

Regional
Detik-detik Menegangkan Polisi Kejar Pencuri Mobil dari Jakarta, Tertangkap di Bypass Lohbener

Detik-detik Menegangkan Polisi Kejar Pencuri Mobil dari Jakarta, Tertangkap di Bypass Lohbener

Regional
Perjuangan Wanita di Kupang Melahirkan 3 Bayi Kembar, Suami Menghilang Tanpa Kabar

Perjuangan Wanita di Kupang Melahirkan 3 Bayi Kembar, Suami Menghilang Tanpa Kabar

Regional
Detik-detik Seorang Ayah Bunuh 2 Anak Balitanya, Tepergok Nenek Saat Diintip dari Lubang Jendela

Detik-detik Seorang Ayah Bunuh 2 Anak Balitanya, Tepergok Nenek Saat Diintip dari Lubang Jendela

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 9 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 9 Agustus 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 9 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 9 Agustus 2020

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 9 Agustus 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 9 Agustus 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 9 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 9 Agustus 2020

Regional
Curi Uang Rp 100.000, Remaja di Bantul Tewas Dianiaya Teman

Curi Uang Rp 100.000, Remaja di Bantul Tewas Dianiaya Teman

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X