Cerita Perajin Kujang Batu Akik Karawang, Laris setelah Beri Harga Unik hingga Tembus Mancanegara

Kompas.com - 20/06/2019, 13:47 WIB
Batu akik berbentuk Kujang buatan Kijang Natandang, Perumnas BTJ Blok T Nomor 490, Desa Sukaharja  Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Senin (18/06/2019). KOMPAS.com/FARIDA FARHANBatu akik berbentuk Kujang buatan Kijang Natandang, Perumnas BTJ Blok T Nomor 490, Desa Sukaharja Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Senin (18/06/2019).

KARAWANG, KOMPAS.com - Tak mudah bertahan di tengah melesunya usaha batu akik. Namun siapa sangka, Kujang batu akik asal Karawang justru menembus daerah-daerah di Indonesia bahkan hingga luar negeri.

Kijang Natandang (41), warga Perumnas Bumi Telukjambe, Blok T Nomot 490, RT 003 RW 011, Desa Sukaharja, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, menceritakan pengalamannya bertahan sebagai perajin batu akik.

Menurut Ki Nata, panggilan akrabnya, membentuk batu akik bukan semata demi tuntutan komersil semata. Melainkan juga soal seni dan keindahan.

Oleh karenanya, ia menyebut perajin batu akik tak ubahnya seorang seniman, yang membentuk bongkahan batu dengan hati menjadi bentuk yang indah dan bernilai.


"Kita harus menjaga juga suasana hati agar kemauan menghasilkan karya ada," kata Ki Nata, ditemui di Saung Batu Kujang Karawang di Perumnas Bumi Telukjambe, Blok T Nomot 490, RT 003 RW 011, Desa Sukaharja, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang.

Baca juga: Kisah Mbah Mardinem Pelestari Adrem atau Tolpit, Penganan Bernama Unik dari Yogyakarta

Ki Nata menyebut pamor batu akik sempat melejit pada 2014 lalu. Banyak perajin yang membuka lapak di pinggir-pinggir jalan dan selalu diserbu pembeli.

Namun selang waktu kemudian batu akik menjadi redup. Tak ubahnya usaha musiman, Bahkan, banyak perajin yang gulung tikar dan beralih usaha.

Ki Nata mengaku berpikir keras agar bisa bertahan. Ia kemudian berinisiatif membentuk batu dengan motif Kujang, senjata tradisional Jawa Barat. Berbagai macam pemasaran pun ia coba. Mulai dari membuka stan di acara Pemkab Karawang, hotel, hingga memasarkan secara online.

"Saya mulai memasarkan secara online, salah satunya melalui Facebook," katanya.

Harga unik

Ia bahkan menjual dengan harga yang unik untuk menarik minat masyarakat. Misalnya, harga Rp 123.000. Rupanya, usahanya itu berhasil. Bahkan pesanan tak hanya dari nusantara saja, melainkan juga dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X