Khofifah: Sistem Zonasi PPDB Potong Rantai Kemiskinan

Kompas.com - 20/06/2019, 12:22 WIB
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa usai Halal Bi Halal di kantor Gubernur di Jalan Pahlawan Surabaya, Senin (10/6/2019) KOMPAS.com/ACHMAD FAIZALGubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa usai Halal Bi Halal di kantor Gubernur di Jalan Pahlawan Surabaya, Senin (10/6/2019)

SURABAYA, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem zonasi adalah upaya memotong rantai kemiskinan.

Sistem ini memberikan hak yang sama bagi warga untuk memperoleh pendidikan yang gratis dan berkualitas.

"Di negara maju lainnya, sistem semacam ini sudah diterapkan sejak tahun 90-an, karena itu saya mengajak warga Indonesia untuk mendukung program pemerintah yang baik ini, karena sebagai upaya pemerintah memotong rantai kemiskinan," kata Khofifah, Kamis (20/6/2019) dini hari usai sidak pusat data sistem zonasi di Fakultas Teknik Informatika, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Baca juga: 7 Fakta Polemik Sistem Zonasi PPDB 2019, Desak Jokowi Copot Mendikbud hingga Sejumlah Sekolah Kekurangan Siswa

Di Jawa Timur, pemberlakuan sistem zonasi menurutnya belum 100 persen, namun masih memberikan ruang 20 persen bagi siswa yang berprestasi melalui nilai Ujian Nasional.

Sebanyak 30 persen dari jalur masyarakat kurang mampu, prestasi di luar Ujian Nasional dan pindahan tugas orang tua, baru 50 persen yang murni jalur zonasi.

"Tapi saya menyadari tidak semua kelompok masyarakat diuntungkan dari suatu kebijakan. Ada yang diuntungkan, ada juga yang kurang diuntungkan," jelas Khofifah.

Yang pasti, kata dia, Permendikbud nomor 51 tahun 2018 adalah produk hukum yang berlaku secara nasional.

"Surabaya itu Indonesia, Jawa Timur juga Indonesia. Sementara kebijakan itu berlaku di seluruh tempat di Indonesia," ujarnya.

Baca juga: Kejanggalan PPDB 2019 di Bandung, 8 Siswa Pendaftar SMA Favorit Beralamat Sama

Dalam kesempatan itu, Khofifah menyaksikan langsung pembukaan kembali sistem pendaftaran online PPDB tingkat SMA di Jawa Timur yang sempat dihentikan sejak Rabu siang.

"Pukul 10 Rabu malam tadi saya hubungi Dirjen terkait untuk memastikan tidak adanya perubahan Permendikbud, ternyata memang tidak ada perubahan. Karena itu malam ini pendaftaran dibuka lagi," kata Khofifah.

Penutupan pendaftaran online atas permintaan ratusan wali murid yang menggelar aksi protes di gedung negara Grahadi Surabaya, Rabu siang. Mereka adalah wali murid yang tidak puas karema putra dan putrinya tidak masuk SMA negeri akibat sistem zonasi diberlakukan. 

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Geledah Kontrakan Penusuk Wiranto, Densus 88 Temukan Airsoft Gun dan Buku Agama

Geledah Kontrakan Penusuk Wiranto, Densus 88 Temukan Airsoft Gun dan Buku Agama

Regional
Gunung Merapi Semburkan Awan Panas Letusan dengan Tinggi Kolom 3 Km

Gunung Merapi Semburkan Awan Panas Letusan dengan Tinggi Kolom 3 Km

Regional
Polisi Bongkar Jaringan Aborsi di Malang, Penjual Pil Untung Rp 50.000 Per Butir

Polisi Bongkar Jaringan Aborsi di Malang, Penjual Pil Untung Rp 50.000 Per Butir

Regional
Ganjar: 4 Rekomendasi Kongres Sampah Akan Masuk APBD 2020

Ganjar: 4 Rekomendasi Kongres Sampah Akan Masuk APBD 2020

Regional
Polda Jabar Ambil Alih Kasus Jatuhnya Batu-batu Besar di Purwakarta

Polda Jabar Ambil Alih Kasus Jatuhnya Batu-batu Besar di Purwakarta

Regional
Istri Mantan Dandim Kendari Resmi Dilaporkan, Ini Penjelasan Polisi

Istri Mantan Dandim Kendari Resmi Dilaporkan, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Hanum Rais Absen di Rapat Paripurna DPRD DIY

Hanum Rais Absen di Rapat Paripurna DPRD DIY

Regional
Menabrak Truk di Tol Ngawi, Pengemudi Mobil Pribadi Tewas Seketika

Menabrak Truk di Tol Ngawi, Pengemudi Mobil Pribadi Tewas Seketika

Regional
Gunakan Ponsel, Pria Ini Merekam Video di Toilet Wanita Pelabuhan Sekupang

Gunakan Ponsel, Pria Ini Merekam Video di Toilet Wanita Pelabuhan Sekupang

Regional
Kisah Rustia, Korban Perdagangan Manusia di Irak: Saya Takut Tidak Bisa Pulang

Kisah Rustia, Korban Perdagangan Manusia di Irak: Saya Takut Tidak Bisa Pulang

Regional
Hanum Rais Dilaporkan ke Polisi karena Cuitan, PAN DIY Anggap Itu 'Statement' Pribadi

Hanum Rais Dilaporkan ke Polisi karena Cuitan, PAN DIY Anggap Itu "Statement" Pribadi

Regional
Ditangkap, Pelaku yang Perkosa Anak Tiri hingga Korban Diusir karena Dianggap Pelakor

Ditangkap, Pelaku yang Perkosa Anak Tiri hingga Korban Diusir karena Dianggap Pelakor

Regional
Perppu KPK Tak Kunjung Terbit, Basaria: Kita Tunggu Sampai 17 Oktober

Perppu KPK Tak Kunjung Terbit, Basaria: Kita Tunggu Sampai 17 Oktober

Regional
Bupati Banyuwangi Ingin Jadi Konsultan Kepala Daerah

Bupati Banyuwangi Ingin Jadi Konsultan Kepala Daerah

Regional
Siswi SMAN 1 Ungaran Manfaatkan Puntung Rokok Jadi Listrik

Siswi SMAN 1 Ungaran Manfaatkan Puntung Rokok Jadi Listrik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X