Minta Dipekerjakan sebagai Sopir dan Operator, Warga Hentikan Proyek Tol Aceh

Kompas.com - 20/06/2019, 09:52 WIB
warga di Kecamatan Cot Gle, Aceh Besar melakukan aksi demonstrasi menghentikan aktivitas angkutan truk dan alat berat pada proyek pembangunan tol Aceh, Rabu (19/06/2019). KOMPAS.COM/ RAJA UMARwarga di Kecamatan Cot Gle, Aceh Besar melakukan aksi demonstrasi menghentikan aktivitas angkutan truk dan alat berat pada proyek pembangunan tol Aceh, Rabu (19/06/2019).

ACEH BESAR, KOMPAS,com - Sejumlah warga di Kecamatan Kuta Cot Gle, Kabupaten Aceh Besar menghentikan aktivitas truk angkutan dan alat berat  di lokasi pengerjaan proyek jalan Tol Aceh di kawasan Desa Buen, Simek.

Aksi penghentian tersebut sebagai bentuk protes warga karena PT Asri Kemasindo selaku pelaksana pembangunan proyek dianggap tidak menampung tenaga kerja warga lokal yang berada di di sekitar pembangunan jalan Tol Aceh.

“Kami melakukan aksi ini menuntut agar pihak PT Asri Kemasindo selaku pelaksana pembangunan proyek jalan tol menampung tenaga kerja warga di sekitar lokasi,” kata Hasbani, koordinator aksi warga Kecamatan Cot Gle, Kabupaten Aceh Basar, Rabu (19/6/2019).

Baca juga: Kampanye di Palembang, Jokowi Janjikan Tol Aceh dan Lampung Tersambung 2024


Dari pantauan Kompas,com,  warga kemudian mengizinkan truk angkutan dan alat berat beroperasi kembali setelah perwakilan dari PT Asri Kemasindo menemui warga dan menampung tuntutan warga yang akan disampaikan ke manajemen perusahaan.

“Tadi warga sempat menghentikan aktivitas truk dan alat berat selama dua jam di lokasi pembangunan jalan tol di kawasan Desa Bueng Simek. Setelah kami tampung tuntutan mereka untuk kami sampaikan ke pimpinan, aktivitas sudah kembali seperti biasa,” kata Rudi Admaja, Kepala Pelaksana Lapangan dari PT Asri Kemasindo, saat dikonfirmasi Kompas.com di lokasi.

Rudi mengaku tidak bisa langsung memenuhi tuntutan warga, yang meminta agar 30 orang warga di Kecamatan Cot Gle diperkerjakan pada proyek pembangunan jalan tol sebagai sopir truk dan operator alat berat.

Baca juga: 4 Fakta Kecelakaan Maut Bus Safari di Tol Cipali, Penyerang Sopir Masih Kritis hingga Korban Tewas dari Bekasi dan Tegal

Warga menuntut 30 orang dari Kecamatan Cot Gle diperkerjakan sebagai sopir truk dan operator. Tuntutan mereka sementara saya tampung, selanjutnya akan saya sampaikan kepada pimpinan. Sesuai dengan perjanjian akan kami sampaikan kepada warga pada Senin mendatang,” ujarnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X