Fakta Rekonstruksi Pembunuhan Sadis di Cianjur, Berawal dari Knalpot Bising hingga Korban Kebal Dibacok

Kompas.com - 20/06/2019, 09:10 WIB
Tiga orang tersangka kasus pembunuhan sadis di Cianjur, Jawa Barat tengah memeragakan reka ulang aksi  keji mereka terhadap korban di areal perkebunan teh Tegallega, Warungkondang, Cianjur, Jawa Barat, Rabu (19/06/2019) KOMPAS.com/FIRMAN TAUFIQURRAHMANTiga orang tersangka kasus pembunuhan sadis di Cianjur, Jawa Barat tengah memeragakan reka ulang aksi keji mereka terhadap korban di areal perkebunan teh Tegallega, Warungkondang, Cianjur, Jawa Barat, Rabu (19/06/2019)

CIANJUR, KOMPAS.comRekonstruksi kasus pembunuhan pria tanpa identitas yang belakang diketahui bernama Abdullah Sobarudin alias Duduy (17) di areal perkebunan teh Tegalega, Desa Mekarwangi, Kecamatan Warungkondang, Cianjur, Jawa Barat, Rabu (19/06/2019) menemukan sejumlah fakta baru.

Dalam rekonstruksi tersebut, jajaran Polres Cianjur, Jawa Barat menghadirkan tiga orang tersangka, masing-masing berinisial A (17), SA (20) dan F (20).

Ketiganya memeragakan 30 adegan berdasarkan perannya masing-masing, mulai dari menyusun rencana untuk menghabisi nyawa korban hingga cara mengeksekusinya.

Korban asal Gegerbitung, Kab. Sukabumi, Jawa Barat itu tewas mengenaskan setelah dianiaya para tersangka menggunakan pisau, golok, keling dan batu.

Berikut lima fakta yang terungkap dalam rekonstruksi tersebut:

1. Dipicu knalpot bising

Kasus pembunuhan yang melibatkan dua orang pemuda dan seorang remaja di bawah umur itu bermula dari kekesalan para tersangka terhadap korban yang selalu menggeber sepeda motornya setiap melintas di depan mereka.

Ketiganya merasa sakit hati sehingga ingin membuat perhitungan dengan korban.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, para pelaku ini kesal karena setiap kali korban lewat bunyi (knalpot) motornya bising. Jadi motifnya sakit hati atau dendam,” kata Kapolres Cianjur, AKBP Soliyah, Rabu (19/06/2019).

Di reka adegan, polisi menghadirkan sepeda motor milik korban sebagai barang bukti sekaligus sebagai akar permasalahan tersebut.

Sepeda motor sport berwarna biru itu pun sempat dibawa kabur salah seorang tersangka usai menghabisi korban di lokasi kejadian.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rabu Pagi, Kualitas Udara Sumbar Masuk Level Tidak Sehat

Rabu Pagi, Kualitas Udara Sumbar Masuk Level Tidak Sehat

Regional
Kronologi Pembunuhan 'Debt Collector' yang Tubuhnya Terpisah dari Kepala

Kronologi Pembunuhan "Debt Collector" yang Tubuhnya Terpisah dari Kepala

Regional
183 Warganya Keracunan Makanan, Bupati TTS Tetapkan Status Kejadian Luar Biasa

183 Warganya Keracunan Makanan, Bupati TTS Tetapkan Status Kejadian Luar Biasa

Regional
Siswi SMP yang Dicabuli Guru Les Vokal Pintar Sembunyikan Kehamilan hingga 8 Bulan

Siswi SMP yang Dicabuli Guru Les Vokal Pintar Sembunyikan Kehamilan hingga 8 Bulan

Regional
Virus Flu Burung Merebak di Tegal, 150 Unggas Mati Mendadak

Virus Flu Burung Merebak di Tegal, 150 Unggas Mati Mendadak

Regional
Kasus Pembunuhan 'Debt Collector': Kepala Korban Ditemukan Terpisah dari Tubuhnya

Kasus Pembunuhan "Debt Collector": Kepala Korban Ditemukan Terpisah dari Tubuhnya

Regional
4 Fakta Suami Bakar Istri di Surabaya, Terlibat Cekcok hingga Kabur Bawa Motor Pemilik Kos

4 Fakta Suami Bakar Istri di Surabaya, Terlibat Cekcok hingga Kabur Bawa Motor Pemilik Kos

Regional
Terduga Teroris AK dari Sukoharjo Dikenal Jarang Bergaul dan Tertutup

Terduga Teroris AK dari Sukoharjo Dikenal Jarang Bergaul dan Tertutup

Regional
Lurah Way Halim: Nenek Nurhasanah Tidak Terlibat Terorisme

Lurah Way Halim: Nenek Nurhasanah Tidak Terlibat Terorisme

Regional
Menyoal Gibran Maju Pilkada Solo, Bukan Pilihan PDI-P Solo hingga Anjuran Ganjar

Menyoal Gibran Maju Pilkada Solo, Bukan Pilihan PDI-P Solo hingga Anjuran Ganjar

Regional
Nekat Keluyuran Saat Jam Kerja, 14 ASN Kena Razia

Nekat Keluyuran Saat Jam Kerja, 14 ASN Kena Razia

Regional
Susahnya Hidup Nenek Paulina: Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot, Jual Kelapa untuk Beli Beras

Susahnya Hidup Nenek Paulina: Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot, Jual Kelapa untuk Beli Beras

Regional
Fakta Baru Remaja Dicabuli Ayah Tirinya, Ditetapkan Tersangka hingga Polisi Dalami Keterlibatan Ibu Kandungnya

Fakta Baru Remaja Dicabuli Ayah Tirinya, Ditetapkan Tersangka hingga Polisi Dalami Keterlibatan Ibu Kandungnya

Regional
Cuaca Buruk, 'Water Bombing' Kebakaran Hutan Gunung Arjuno-Welirang Batal

Cuaca Buruk, "Water Bombing" Kebakaran Hutan Gunung Arjuno-Welirang Batal

Regional
Upaya Penyelundupan 16.000 Ekor Bibit Lobster Digagalkan, 1 Pelaku Buron

Upaya Penyelundupan 16.000 Ekor Bibit Lobster Digagalkan, 1 Pelaku Buron

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X