Kasus Dugaan Korupsi, Jaksa Agendakan Periksa Kepala Satpol PP Maluku

Kompas.com - 20/06/2019, 08:57 WIB
Ilustrasi korupsi ShutterstockIlustrasi korupsi


AMBON, KOMPAS.com - Tim Penyelidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku akan mengagendakan pemeriksaan ulang terhadap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan (Kasat) Polisi Pamong Praja Provinsi Maluku, Titus Renwarin.

Pemeriksaan terkait kasus dugaan korupsi penyelewengan keuangan daerah untuk pembayaran gaji puluhan tenaga honorer Satpol PP Provinsi Maluku.

Sebelumnya, Titus telah dipanggil oleh jaksa penyidik untuk dimintai keterangannya, namun yang bersangkutan tidak hadir karena sedang berada di luar daerah.

Baca juga: Kadis Pendidikan Sulsel Diperiksa Terkait Kasus Dugaan Korupsi Kapal

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Maluku Samy Sapulette mengatakan, agenda pemeriksaan terhadap Tisus dilakukan untuk mencari adanya indikasi penyimpangan yang terjadi dalam kasus tersebut.

"Sudah dilakukan pemanggilan terhadap Kasat Pol PP Maluku untuk dimintai keterangannya oleh jaksa penyelidik, namun yang bersangkutan sementara berada di Jakarta. Nanti kalau sudah pulang ke Ambon, maka langsung dipanggil untuk diperiksa," kata Samy, kepada wartawan di Kantor Kejati Maluku, Rabu (19/6/2019).

Dia mengatakan, dalam tahapan puldata dan pulbaket kasus tersebut, jaksa penyelidik telah meminta ketarangan dari Sekretaris Satpol PP Provinsi Maluku, bendahara Satpol PP Provinsi Maluku, dan pelapor yang diketahui adalah mantan Kasubdit Penegakan dan Perundang-Undangan Satpol PP Maluku Stella Rewaru.

"Yang sudah dimintai keterangan oleh jaksa penyelidik di tubuh Satpol PP Maluku yakni sekretaris, bendahara dan pelapor. Selanjutnya data-data dan bahan keterangan itu diserahkan ke bagian pidana khusus (pidsus) untuk ditindaklanjuti dengan penyelidikan lebih lanjut," ujar Samy.

Baca juga: KPK Bersama Polri dan BPK Bahas Penanganan 2 Kasus Korupsi di Kalbar

Untuk diketahui, dugaan korupsi penyelewengan keuangan daerah untuk pembayaran gaji puluhan tenaga honorer Satpol PP Provinsi Maluku itu dilaporkan mantan Kasubdit Penegakan dan Perundang-Undangan Satpol PP Maluku Stella Rewaru ke Kejati Maluku, setelah dia menggerebek Gedung Rinamakana Ambon pada 11 Juli 2018, yang dijadikan sebagai tempat perekrutan ratusan anggota Satpol PP ilegal.

Kuat dugaan akibat perekrutan anggota Satpol PP secara ilegal itu negara dirugikan sekitar Rp 500 juta untuk membayar gaji puluhan anggota Satpol PP ilegal yang saat ini masih dipekerjakan di kantor tersebut. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ikut Semarang 10K, Pelari Ini Pakai Kain Batik Lengkap dengan Blangkon

Ikut Semarang 10K, Pelari Ini Pakai Kain Batik Lengkap dengan Blangkon

Regional
Jatuh dari Tebing Gunung Parang, AKBP Andi Nurwandi Meninggal

Jatuh dari Tebing Gunung Parang, AKBP Andi Nurwandi Meninggal

Regional
Menyoal Fakta Serangan Harimau di Sumsel, Tiga Petani Tewas hingga Akibat Perburuan Liar

Menyoal Fakta Serangan Harimau di Sumsel, Tiga Petani Tewas hingga Akibat Perburuan Liar

Regional
Semarang 10K, Lomba Lari Sambil Menikmati Wisata Sejarah Kota Lama

Semarang 10K, Lomba Lari Sambil Menikmati Wisata Sejarah Kota Lama

Regional
Targetkan Jatim Bebas Katarak pada 2023, Khofifah Minta Masyarakat Berperan

Targetkan Jatim Bebas Katarak pada 2023, Khofifah Minta Masyarakat Berperan

Regional
Terjaring Razia, Belasan Pasangan Bukan Suami Istri di Tegal Diberi Ceramah Agama

Terjaring Razia, Belasan Pasangan Bukan Suami Istri di Tegal Diberi Ceramah Agama

Regional
Rektor UNP Sebut Publikasi Jurnal Internasional Jadi Lahan Bisnis, Minta Kemendikbud Kaji Ulang

Rektor UNP Sebut Publikasi Jurnal Internasional Jadi Lahan Bisnis, Minta Kemendikbud Kaji Ulang

Regional
Kisah Suami Tunanetra di Pedalaman Flores Setia Rawat Istri dan Anak yang Derita Gangguan Jiwa

Kisah Suami Tunanetra di Pedalaman Flores Setia Rawat Istri dan Anak yang Derita Gangguan Jiwa

Regional
Bangunan Peninggalan Raja Bali di Lombok Ambruk Diterjang Angin

Bangunan Peninggalan Raja Bali di Lombok Ambruk Diterjang Angin

Regional
Di Ende, Ibu Hamil Melahirkan di Jalan Rusak Bukan Kali Pertama

Di Ende, Ibu Hamil Melahirkan di Jalan Rusak Bukan Kali Pertama

Regional
Kado Natal dari Polisi untuk Anak-anak di Distrik Kwamki Narama, Papua

Kado Natal dari Polisi untuk Anak-anak di Distrik Kwamki Narama, Papua

Regional
[POPULER NUSANTARA] TKI Telantar di Bandara Dubai | Pelat Lamborghini Terbakar Palsu

[POPULER NUSANTARA] TKI Telantar di Bandara Dubai | Pelat Lamborghini Terbakar Palsu

Regional
Gunung Karangetang Terus Keluarkan Lava

Gunung Karangetang Terus Keluarkan Lava

Regional
4 Fakta Anggota Brimob Gugur Saat Baku Tembak di Sulteng, Tertembak Usai Shalat Jumat

4 Fakta Anggota Brimob Gugur Saat Baku Tembak di Sulteng, Tertembak Usai Shalat Jumat

Regional
Khawatir Merugi, Petani di Kampar Panen Padi di Tengah Banjir

Khawatir Merugi, Petani di Kampar Panen Padi di Tengah Banjir

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X