Tak Ditahan, Polwan yang Diduga Bantu Gembong Narkoba Dorfin Felix Kabur Tunggu Sidang

Kompas.com - 20/06/2019, 07:12 WIB
Ilustrasi pengadilan. ThinkstockIlustrasi pengadilan.

MATARAM, KOMPAS.com - Polwan berinisial TM yang menjadi tersangka kasus suap dari gembong narkoba Dorfin Felix tidak ditahan.

Mantan Kasubdit Pengamanan Tahanan (Pamtah) Dittati Polda NTB itu tidak ditahan lantaran ancaman hukumannya di bawah 3 tahun.

"TM tidak ditahan karena ancaman hukumannya di bawah 3 tahun," kata Eni Marhaeni, kuasa hukum TM, Rabu (19/6/2019).

Tidak ditahannya polwan berpangkat kompol itu juga karena nilai suap di bawah Rp 5 juta, sehingga secara yuridis atau secara hukum tidak perlu ditahan.

Baca juga: Polwan Pembawa Kabur Tersangka Narkoba Dorfin Felix Segera Diadili

Eni juga mengatakan, TM dalam kondisi sehat dan tinggal menunggu jadwal sidang.

"Kami tunggu saja kapan jaksa melimpahkan ke pengadilan, persiapan tentu sudah dilakukan hingga sidang berlangsung nanti," kata Eni.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepala Kejaksaan Negeri Mataram, I Ketut Sumadana mengatakan, sidang TM akan segera dijadwalkan dan kemungkinan dilaksanakan pekan ini.

"Diupayakan Minggu ini bisa dilaksanakan, setelah pelimpahan tahap 2 selesai, akan diupayakan secepatnya," kata Sumadana.

Terkait peranan TM sebagai pihak yang diduga membantu kaburnya Dorfin saat menjadi tahanan Polda NTB, Sumadana menyatakan bahwa status Dorfin dalam kasus TM adalah sebagai saksi.

Sementara itu, kuasa hukum Dorfin Felix, Deni Nur Indra mengatakan, kliennya siap menjadi saksi kasus dugaan suap atau gratifikasi TM.

Seperti diberitakan sebelumnya, TM diduga kuat membantu Dorfin kabur dari Rutan Polda NTB. Dorfin merupakan terdakwa kasus kepemilikan 2,4 kilogram narkotika jenis sabu.

Baca juga: Usai Divonis Mati, Gembong Narkoba Dorfin Felix Berharap Bertemu Keluarganya

TM mengaku memberikan peluang Dorfin kabur dari dalam sel, serta memberikan fasilitas istimewa selama di tahanan, seperti televisi, ponsel, selimut dan kebutuhan harian Dorfin, salah satunya adalah membelikan makanan melakui layanan online.

TM menerima suap dari keluarga Dorfin di luar negeri melalui rekening pribadinya Rp 14,5 juta, namun baru menerima sebagian uang suap tersebut di bawah Rp 5 juta.

Kaburnya Dorfin terungkap setelah nomor ponsel Dorfin yang terdaftar mengunakan Nomer Induk Kependudukan (NIK) TM.

Dorfin Felix sendiri telah divonis hukuman mati oleh Hakim Pengadilan Negeri Mataram, Senin (20/5/2019) lalu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gandeng E-Commerce, Dompet Dhuafa Ajak Semua Orang Berkurban dengan Mudah

Gandeng E-Commerce, Dompet Dhuafa Ajak Semua Orang Berkurban dengan Mudah

Regional
Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Regional
Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Regional
Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X