Selama Sepekan 5 Napi Rutan Selatpanjang Berupaya Jebol Dinding Menggunakan Sendok

Kompas.com - 20/06/2019, 07:00 WIB
Dinding kamar mandi rutan dan alat yang digunakan untuk menjebol dinding 
Tribun/IstimewaDinding kamar mandi rutan dan alat yang digunakan untuk menjebol dinding

KOMPAS.com - Kepala Cabang Rumah Tahanan (Rutan) Selatpanjang Rio Khaidir mengatakan, lima napi Rutan Selatpanjang telah mencoba membobol dinding rutan menggunakan sendok selama sepekan.

Tembok yang hendak dibobol adalah tembok kamar mandi yang berada di dalam ruang tahanan.

"Mereka berusaha untuk melarikan diri dengan membobol tembok dengan menggunakan sendok. Namun, tembok yang baru dilubangi setengah itu diketahui oleh petugas yang melihat suasana tak lazim di kamar mandi saat melakukan kontrol," kata Rio, Rabu (19/6/2019).

Baca juga: 5 Napi Rutan Selatpanjang Coba Kabur dengan Menjebol Dinding Menggunakan Sendok

Rio mengatakan, sendok yang digunakan terlebih dulu dipertajam menggunakan kikir. Kikir tersebut diselundupkan oleh istri salah seorang napi saat "open house" yang digelar di rutan tersebut beberapa waktu lalu.

Namun, usaha itu digagalkan oleh petugas rutan.

"Dari pengakuan mereka, sudah seminggu lamanya mereka mencungkil dinding kamar mandi secara bergantian sejak Lebaran ketiga. Alat yang digunakan adalah sendok besi yang ditajamkan dengan kikir," ujarnya.

Baca juga: 52 Napi yang Kabur dari Rutan Lhoksukon, Diberi Waktu 4 Hari untuk Menyerahkan Diri

Kelima napi tersebut mengaku menyesal dan saat ini mereka diasingkan di dalam sel terpisah dan akan menjalani hukuman disiplin.

"Setelah gagal kabur, mereka mengaku menyesal, karena tembok lapas sangat tebal. Mereka juga mengaku melakukan hal tersebut karena tidak sanggup menjalani hukuman di Rutan," kata Rio.

"Kita akan memperkuat intern, selain itu akan kita lakukan pendekatan yang humanis agar suasana lebih kondusif, karena rata- rata di sini banyak yang tidak kuat menjalankan masa hukuman," kata Rio.

Diberitakan sebelumnya, lima napi di Rutan Kelas II Selatpanjang, Kepulauan Meranti, ketahuan hendak melarikan diri dengan cara menjebol dinding tahanan menggunakan sendok, Senin (16/6/2019).

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Cabang Rumah Tahanan Selatpanjang Rio Khaidir.

Empat napi yang terlibat dalam aksi tersebut adalah kasus narkotika dan satu napi lainnya merupakan napi kasus pencurian. Rio mengatakan, napi yang ingin kabur tersebut berusaha membobol tembok kamar mandi yang berada di dalam ruang tahanan.

Artikel ini telah tayang di Tribunpekanbaru.com dengan judul: Berniat untuk Kabur, 5 Tahanan Rutan Selatpanjang Ketahuan Jebol Dinding Kamar Mandi Pakai Sendok



Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Meningkat, RSUD Jombang Over Kapasitas Pasien Covid-19

Kasus Meningkat, RSUD Jombang Over Kapasitas Pasien Covid-19

Regional
Dipecat karena Korupsi, Mantan PNS Dalangi Penipuan Pembangunan Rumah Duafa dari Penjara, Ini Ceritanya

Dipecat karena Korupsi, Mantan PNS Dalangi Penipuan Pembangunan Rumah Duafa dari Penjara, Ini Ceritanya

Regional
Diduga Keracunan AC Mobil, Seorang Ibu Tewas dan 2 Anaknya Kritis

Diduga Keracunan AC Mobil, Seorang Ibu Tewas dan 2 Anaknya Kritis

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Diprediksi Mengalami Krisis Pangan pada 2021

Ridwan Kamil Sebut Jabar Diprediksi Mengalami Krisis Pangan pada 2021

Regional
Kronologi Ditemukan 238 Kasus Positif di Politeknik Transportasi Darat, Berkumpul untuk Kegiatan Pengenalan Kampus

Kronologi Ditemukan 238 Kasus Positif di Politeknik Transportasi Darat, Berkumpul untuk Kegiatan Pengenalan Kampus

Regional
Terjadi Kerumunan Pertandingan Sepak Bola, Polda Banten Evaluasi Bawahan

Terjadi Kerumunan Pertandingan Sepak Bola, Polda Banten Evaluasi Bawahan

Regional
Kronologi 2 'Speedboat' Tabrakan di Sungai Lalan, Keluar Jalur dan Satu Penumpang Tewas

Kronologi 2 "Speedboat" Tabrakan di Sungai Lalan, Keluar Jalur dan Satu Penumpang Tewas

Regional
Mayat Perempuan di Fondasi Rumah, Diduga Diracun Potasium dan Tinggal Kerangka

Mayat Perempuan di Fondasi Rumah, Diduga Diracun Potasium dan Tinggal Kerangka

Regional
Pecat Pegawai yang Tertangkap Bawa Ganja Saat Patroli, Jasa Marga: Tak Ada Toleransi!

Pecat Pegawai yang Tertangkap Bawa Ganja Saat Patroli, Jasa Marga: Tak Ada Toleransi!

Regional
Debit Sungai Serayu Tinggi, Kapal Ponton Seberat 20 Ton Hanyut, Sempat Tersangkut di Bendungan

Debit Sungai Serayu Tinggi, Kapal Ponton Seberat 20 Ton Hanyut, Sempat Tersangkut di Bendungan

Regional
7 Tahun Jadi Misteri, Kasus Mayat Perempuan di Kebun Salak Sleman Akhirnya Terungkap

7 Tahun Jadi Misteri, Kasus Mayat Perempuan di Kebun Salak Sleman Akhirnya Terungkap

Regional
Banjir Sungai Serayu, Ribuan Rumah Terendam, Warga Diungsikan

Banjir Sungai Serayu, Ribuan Rumah Terendam, Warga Diungsikan

Regional
Jelang Debat Gibran dan Bajo Putaran Kedua Nanti Malam, Ini 4 Hal Penting yang Perlu Diketahui

Jelang Debat Gibran dan Bajo Putaran Kedua Nanti Malam, Ini 4 Hal Penting yang Perlu Diketahui

Regional
Polisi Panggil Panitia Turnamen Sepak Bola yang Timbulkan Kerumunan

Polisi Panggil Panitia Turnamen Sepak Bola yang Timbulkan Kerumunan

Regional
238 Mahasiswa Positif Covid-19, Politeknik Transportasi Darat Jadi Klaster Penularan Baru

238 Mahasiswa Positif Covid-19, Politeknik Transportasi Darat Jadi Klaster Penularan Baru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X