Sejumlah Warga Solo Mengaku Kena Tipu dengan Modus Arisan Fiktif

Kompas.com - 20/06/2019, 05:53 WIB
Ilustrasi penipuan. SHUTTERSTOCKIlustrasi penipuan.


SOLO, KOMPAS.com - Korban dugaan tindak penipuan dan penggelapan uang dengan modus arisan fiktif bermunculan. Setelah AM (43), korban arisan fiktif lainnya adalah WL (25), warga Kecamatan Laweyan, Solo, Jawa Tengah.

WL mengaku ikut arisan bulanan yang diduga fiktif melalui aplikasi WhatsApp karena sistemnya peserta bisa menentukan perolehan arisan itu setiap bulannya sesuai yang mereka kehendaki.

WL ikut arisan tersebut pada Januari 2019 diajak oleh korban AM yang lebih dahulu ikut. Melihat hasilnya yang cukup besar, membuat WL tertarik untuk melanjutkan arisan itu sampai sekarang.

Baca juga: Ikut Arisan Online, Puluhan Warga di Ambon Tertipu Jutaan Rupiah

 

Bahkan, WL mengatakan ikut lima grup arisan sekaligus yang dibentuk TR (29).

"Saya ikut lima grup arisan. Nominalnya berbeda-beda. Paling kecil Rp 10 juta hingga Rp 100 juta," kata WL, saat ditemui di Solo, Jawa Tengah, Rabu (19/6/2019).

Awalnya, arisan berlangsung dengan lancar. WL pun mengaku sudah tiga kali mendapatkan arisan tersebut.

Masing-masing pada Januari Rp 10 juta, April Rp 30 juta dan Mei Rp 20 juta.

"Mei saya beli arisan dari TR Rp 35 juta dapatnya Rp 50 juta untuk Bulan Juni. Saya juga beli arisan untuk Bulan Juli sama Agustus," ujar dia.

Tetapi, sampai saat ini dirinya belum menerima uang arisan seperti yang dijanjikan TR. Justru, TR menghilang dan sudah tidak dapat dihubungi.

"Saya beli arisannya by transfer ke teman saya (AM). Setelah uang yang aku transfer itu masuk rekening (TR) saya dikirimin screenshot-nya," ujar dia.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gunung Semeru Meletus Keluarkan Awan Panas dan Guguran Lava, Mengarah ke Lumajang

Gunung Semeru Meletus Keluarkan Awan Panas dan Guguran Lava, Mengarah ke Lumajang

Regional
BNPB Minta Warga Waspadai Lahar Dingin Pasca-letusan Gunung Semeru

BNPB Minta Warga Waspadai Lahar Dingin Pasca-letusan Gunung Semeru

Regional
Mantan Pejabat BNN Sumut Jadi Tersangka Dugaan Penggelapan Rp 756 Juta

Mantan Pejabat BNN Sumut Jadi Tersangka Dugaan Penggelapan Rp 756 Juta

Regional
Harga Cabai Rawit Merah di Cianjur Tembus Rp 100.000 Per Kg

Harga Cabai Rawit Merah di Cianjur Tembus Rp 100.000 Per Kg

Regional
Sungai di Manado Meluap, Warga Diminta Mengungsi

Sungai di Manado Meluap, Warga Diminta Mengungsi

Regional
Kronologi Kejar-kejaran Satgas Bea Cukai Vs Kapal Rokok Ilegal, Kapal Satgas Sempat Dilempari Bom Molotov

Kronologi Kejar-kejaran Satgas Bea Cukai Vs Kapal Rokok Ilegal, Kapal Satgas Sempat Dilempari Bom Molotov

Regional
Di Tengah Pandemi, Lapangan Migas di Sumsel Bukukan Kenaikan Produksi

Di Tengah Pandemi, Lapangan Migas di Sumsel Bukukan Kenaikan Produksi

Regional
BPPTKG Rekomendasikan Pengungsi di Luar Daerah Bahaya Letusan Merapi untuk Pulang

BPPTKG Rekomendasikan Pengungsi di Luar Daerah Bahaya Letusan Merapi untuk Pulang

Regional
Marah Tanah Warisan Ayahnya Digarap, Keponakan Aniaya Paman Hingga Tewas

Marah Tanah Warisan Ayahnya Digarap, Keponakan Aniaya Paman Hingga Tewas

Regional
PLN Pasang Telepon Satelit, Perlancar Koordinasi Penanganan Pasca-gempa Sulbar

PLN Pasang Telepon Satelit, Perlancar Koordinasi Penanganan Pasca-gempa Sulbar

Regional
Sumbar Siapkan 5 RS Rujukan bagi Warga yang Alami Efek Samping Vaksinasi

Sumbar Siapkan 5 RS Rujukan bagi Warga yang Alami Efek Samping Vaksinasi

Regional
Gubernur NTB Promosikan Sepeda Listrik Buatan Lokal ke Menpar

Gubernur NTB Promosikan Sepeda Listrik Buatan Lokal ke Menpar

Regional
Pegiat Bahasa Sunda Bersiap Sambut Hari Bahasa Ibu Internasional

Pegiat Bahasa Sunda Bersiap Sambut Hari Bahasa Ibu Internasional

Regional
Kematian Pasien Covid-19 di Atas 50 Tahun di Kulon Progo Terus Bertambah

Kematian Pasien Covid-19 di Atas 50 Tahun di Kulon Progo Terus Bertambah

Regional
Alumni Sekolah dan Komunitas Sosial Gelar Aksi Teaterikal Doakan Rahmania, Korban Sriwijaya Air SJ 182 Asal Kediri

Alumni Sekolah dan Komunitas Sosial Gelar Aksi Teaterikal Doakan Rahmania, Korban Sriwijaya Air SJ 182 Asal Kediri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X