Rabu Malam, Wali Murid Masih Bertahan di Kantor Dinas Pendidikan Surabaya

Kompas.com - 20/06/2019, 05:28 WIB
Ratusan wali murid masih bertahan menggelar aksi protes PPDB sistem Zonasi di Kantor Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Rabu (19/6/2019) malam KOMPAS.com/ACHMAD FAIZALRatusan wali murid masih bertahan menggelar aksi protes PPDB sistem Zonasi di Kantor Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Rabu (19/6/2019) malam

SURABAYA, KOMPAS.com - Ratusan wali murid yang memprotes Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP masih bertahan di Kantor Dinas Pendidikan Kota Surabaya hingga Rabu (19/6/2019) pukul 22.00 WIB.

Sama dengan wali murid tingkat SMA, mereka mendesak PPDB sistem zonasi dihapus dan kembali memberlakukan sistem lama.

Pukul 18.00 WIB, bahkan massa wali murid sempat memaksa masuk ke dalam kantor untuk menemui kepala dinas pendidikan Kota Surabaya.

Baca juga: Kamis Dini Hari, PPDB Online SMA di Jatim Kembali Dibuka

Kericuhan sempat terjadi karena perwakilan yang masuk belum puas dengan keterangan kepala dinas pendidikan Kota Surabaya. Untungnya, polisi dan Satpol PP berhasil meredakan suasana.

Para wali murid bukan tidak akan berhenti menggelar aksi protes sampai kepentingan putra putrinya terfasilitasi untuk masuk SMP negeri.

"Besok sore kami akan kembali lagi ke sini dengan massa yang lebih banyak," kata salah seorang koordinator pengunjuk rasa melalui pengeras suara.

Sunaryo, salah seorang wali murid mengaku kecewa dengan sistem zonasi PPDB. Menurut warga Jalan Rangka Buntu Surabaya itu, penentuan lokasi yang dipakai sistem zonasi tidak valid.

"Lokasi rumah yang lebih jauh dari sekolah masuk, sementara lokasi yang lebih dekat tidak masuk. Jarak hanya selisih beberapa meter saja," ujar dia.

Baca juga: Disdik Jabar: Pendaftar PPDB di Depok Membeludak karena Sekolah Tidak Merata

Dia berharap, jika pemerintah memang menerapkan sistem zonasi pada PPDB tahun ini lebih adil pada penentuan titik lokasi tempat tinggal.

Ikhsan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya mengaku sudah menerima semua masukan dan keluhan para wali murid sejak dari kemarin.

"Aspirasi dan masukan akan kami tampung dan kami akan teruskan kepada Kemendikbud," ujar dia.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Sadar Diberi Uang Palsu, Kakek Penjual Rujak Ini Sempat Bolak Balik Antar Pesanan Pelaku

Tak Sadar Diberi Uang Palsu, Kakek Penjual Rujak Ini Sempat Bolak Balik Antar Pesanan Pelaku

Regional
Seorang Pemuda di Lamongan Ditemukan Tewas di Sungai

Seorang Pemuda di Lamongan Ditemukan Tewas di Sungai

Regional
Iming-iming Nilai Bagus, Oknum Guru SMA Cabuli Siswinya Sendiri

Iming-iming Nilai Bagus, Oknum Guru SMA Cabuli Siswinya Sendiri

Regional
Sekolah Tak Punya Akses Kendaraan, Siswa SMKN 1 Tuntang Jalan Kaki Lewati Kebun Warga

Sekolah Tak Punya Akses Kendaraan, Siswa SMKN 1 Tuntang Jalan Kaki Lewati Kebun Warga

Regional
Driver Ojol asal Sragen Kena Peluru Nyasar Polisi gara-gara Pencuri Genset

Driver Ojol asal Sragen Kena Peluru Nyasar Polisi gara-gara Pencuri Genset

Regional
Jatuh dari Boncengan Ojol, Ibu 4 Anak di Samarinda Tewas Terlindas Bus

Jatuh dari Boncengan Ojol, Ibu 4 Anak di Samarinda Tewas Terlindas Bus

Regional
Turis Rusia yang Hilang di Bali Diduga akibat Ditarik Ikan Besar

Turis Rusia yang Hilang di Bali Diduga akibat Ditarik Ikan Besar

Regional
Terungkap, Siswi Tewas di Gorong-gorong Karena Dibunuh Ayah Kandung

Terungkap, Siswi Tewas di Gorong-gorong Karena Dibunuh Ayah Kandung

Regional
Tak Segera Siapkan Bajunya, Remaja Jebolan The Voice Indonesia Tendang Kepala Ibu Berkali-kali

Tak Segera Siapkan Bajunya, Remaja Jebolan The Voice Indonesia Tendang Kepala Ibu Berkali-kali

Regional
Petugas Gunakan Air Laut Padamkan 10 Hektare Lahan yang Terbakar di Meranti

Petugas Gunakan Air Laut Padamkan 10 Hektare Lahan yang Terbakar di Meranti

Regional
2 Siswa yang Sodorkan Kotoran Manusia ke Adik Kelas Dikeluarkan dari Asrama, tapi...

2 Siswa yang Sodorkan Kotoran Manusia ke Adik Kelas Dikeluarkan dari Asrama, tapi...

Regional
Bantah WNA Singapura Meninggal di Batam karena Corona, Tim Medis Sebut Pasien Sudah Lama Sakit-sakitan

Bantah WNA Singapura Meninggal di Batam karena Corona, Tim Medis Sebut Pasien Sudah Lama Sakit-sakitan

Regional
Polisi Ungkap Ciri-ciri Mayat Tanpa Kepala di Bondowoso

Polisi Ungkap Ciri-ciri Mayat Tanpa Kepala di Bondowoso

Regional
Cerita Bripda Armanjas, Tetap Bantu Korban Banjir Meski Digigit Ular hingga Akhirnya Pingsan

Cerita Bripda Armanjas, Tetap Bantu Korban Banjir Meski Digigit Ular hingga Akhirnya Pingsan

Regional
Jumlah Babi yang Mati di NTT Mencapai 1.341 Ekor

Jumlah Babi yang Mati di NTT Mencapai 1.341 Ekor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X