Kasus Pelemparan Batu Kereta Api di Sumbar Tinggi, PT KAI Bentuk 2 Tim Patroli

Kompas.com - 19/06/2019, 23:59 WIB
Manajer Pengamanan PT KAI Divre II Sumbar, AKBP Jefry Indrajaya (kiri) dan Manajer Operasional Roeslan memberikan keterangan pers, Rabu (19/6/2019) Kompas.com/PERDANA PUTRAManajer Pengamanan PT KAI Divre II Sumbar, AKBP Jefry Indrajaya (kiri) dan Manajer Operasional Roeslan memberikan keterangan pers, Rabu (19/6/2019)

PADANG, KOMPAS.com - Antisipasi tingginya kasus pelemparan batu oleh orang tak dikenal pada kereta api di Sumatera Barat, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre II Sumbar bentuk dua tim patroli 24 jam di lokasi-lokasi rawan pelemparan.

Tercatat selama 2019 ada 14 kasus pelemparan batu pada kereta api yang melintas di wilayah Sumbar. Sepuluh kasus berhasil diungkap dan sisanya belum berhasil ditangkap.

"Ada 14 kasus selama 2019. Terakhir pada Senin lalu. Sebagai antisipasi, kita bentuk dua tim patroli yang terdiri dari polisi khusus kereta api (Polsuska)," kata Manajer Pengamanan PT KAI Divre II Sumbar, AKBP Jefry Indajaya kepada Kompas.com, Rabu (19/6/2019) di Padang.


Baca juga: Kaca Kereta Bandara Minangkabau Ekspres Pecah Dilempar Orang Tidak Dikenal

Jefry mengatakan, dari 14 kasus itu, 10 kasus berhasil diungkap. Sembilan kasus, pelemparan batu dilakukan oleh anak-anak dan satu orang dewasa, namun mengalami disabilitas atau gangguan mental.

"Pelakunya anak-anak dan satu orang dewasa, tapi mengalami gangguan mental. Dari kasus ini tidak dilanjutkan pihak kepolisian karena pelakunya anak-anak dan orang gangguan mental," kata Jefry didampingi Manajer Operasional Roeslan.

Kendati kasus tidak dilanjutkan, kata Jefry, pihaknya tetap meminta ganti kerugian akibat pelemparan itu kepada orangtua masing-masing pelaku.

Menurut Jefry, motif anak-anak yang melempar batu ke kereta api karena iseng dan bermain dengan kawan-kawannya.

"Ketika kita tanya, mereka menjawab karena bermain dan iseng saja. Tapi tetap kita beri peringatan keras dan minta ganti ke orangtuanya," katanya.

Baca juga: Butuh Udara Segar, Pria Ini Coba Pecahkan Kaca Kereta Cepat

Jefry mengatakan, selain patroli keamanan, pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar jalur kereta api tentang bahaya pelemparan batu pada kereta api.

"Kita juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar jalur kereta api. Ancaman hukuman bagi pelemparan batu ini adalah maksimal 15 tahun penjara. Makanya, jangan lakukan pelemparan," jelasnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Tunggu Balasan Pesan Ratu Keraton Agung Sejagat, Ternyata Lebih Dulu Ditangkap Polisi

Ganjar Tunggu Balasan Pesan Ratu Keraton Agung Sejagat, Ternyata Lebih Dulu Ditangkap Polisi

Regional
Mahasiswa Ditemukan Tewas di Kamar Indekos, Polisi Ungkap Penyebabnya

Mahasiswa Ditemukan Tewas di Kamar Indekos, Polisi Ungkap Penyebabnya

Regional
Bertemu Sultan HB X, Puan Maharani Bahas Keraton Agung Sejagat dan Sunda Empire

Bertemu Sultan HB X, Puan Maharani Bahas Keraton Agung Sejagat dan Sunda Empire

Regional
Ibu di Palembang Ini Jual Bayi yang Baru Dilahirkan Seharga Rp 25 juta

Ibu di Palembang Ini Jual Bayi yang Baru Dilahirkan Seharga Rp 25 juta

Regional
Ganjar Jawab Pesan Ratu Keraton Agung Sejagat dengan 3 Pertanyaan Ini

Ganjar Jawab Pesan Ratu Keraton Agung Sejagat dengan 3 Pertanyaan Ini

Regional
Dedi Mulyadi: Subsidi Gas 3 Kg Dicabut, Kesehatan Anak Terancam

Dedi Mulyadi: Subsidi Gas 3 Kg Dicabut, Kesehatan Anak Terancam

Regional
Ganjar Mengaku Pernah Dikirimi Pesan oleh Ratu Keraton Agung Sejagat lewat Instagram

Ganjar Mengaku Pernah Dikirimi Pesan oleh Ratu Keraton Agung Sejagat lewat Instagram

Regional
Bangunan yang Ditemukan Warga Saat Gali Septic Tank Adalah Kaki Candi, Ini Buktinya

Bangunan yang Ditemukan Warga Saat Gali Septic Tank Adalah Kaki Candi, Ini Buktinya

Regional
Mobil Rombongan Pelayat Tabrak Truk Tronton, 3 Orang Tewas, 1 Kritis

Mobil Rombongan Pelayat Tabrak Truk Tronton, 3 Orang Tewas, 1 Kritis

Regional
Listrik Padam Belasan Jam, PLN Dituntut Berikan Ganti Rugi pada Warga Kalselteng

Listrik Padam Belasan Jam, PLN Dituntut Berikan Ganti Rugi pada Warga Kalselteng

Regional
Terungkap, Ini Jenis Kelamin Kerangka Manusia yang Ditemukan Duduk di Sofa Rumah Kosong di Bandung

Terungkap, Ini Jenis Kelamin Kerangka Manusia yang Ditemukan Duduk di Sofa Rumah Kosong di Bandung

Regional
Gempa Tektonik Getarkan Dataran Tinggi Dieng, Masyarakat Diminta Tetap Tenang

Gempa Tektonik Getarkan Dataran Tinggi Dieng, Masyarakat Diminta Tetap Tenang

Regional
Jokowi Akan Kirimkan Kapal untuk Bersihkan Sampah di Labuan Bajo

Jokowi Akan Kirimkan Kapal untuk Bersihkan Sampah di Labuan Bajo

Regional
2 Pesawat TNI Dikerahkan, Kapal Pengangkut 25 Drum Avtur Belum Juga Ditemukan

2 Pesawat TNI Dikerahkan, Kapal Pengangkut 25 Drum Avtur Belum Juga Ditemukan

Regional
Rajungan Langka di Musim Panen, Nelayan Pasir Putih Menjerit

Rajungan Langka di Musim Panen, Nelayan Pasir Putih Menjerit

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X