Sri Sultan: Kalau Turun dari Airport Diterima Tol, Yogyakarta Dapat Apa?

Kompas.com - 19/06/2019, 19:54 WIB
Gubernur DIY Sri Sultan HB X bersama dengan GKR Hemas dan Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo sesaat setelah menghadiri syawalan di Taman Budaya, Kulon Progo, DIY, Rabu (19/6/2019). KOMPAS.com/DANI J Gubernur DIY Sri Sultan HB X bersama dengan GKR Hemas dan Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo sesaat setelah menghadiri syawalan di Taman Budaya, Kulon Progo, DIY, Rabu (19/6/2019).

KOMPAS.com - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mempertanyakan rencana pembangunan jalan tol yang terhubung langsung dengan Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport di Kabupaten Kulon Progo.

Sultan mengatakan, tujuan utama pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport adalah untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat di DIY, khususnya di Kulon Progo.

"Adanya bandara itu untuk pertumbuhan ekonomi Yogyakarta. Kalau turun dari airport diterima tol, Yogyakarta dapat apa. Kita tidak dapat apa-apa, makan saja tidak," kata Sultan usai menghadiri acara syawalan di Kulon Progo, Rabu (19/6/2019).

Baca juga: Sri Sultan: Kalau Masyarakat Tidak Dapat Apa-apa, Buat Apa Dibangun Tol?

Sultan justru mempertanyakan keberadaan tol apakah bermanfaat bagi masyarakat atau tidak.

"Kalau tol bermanfaat, mari kita bicara, kalau masyarakat Kulon Progo tidak dapat apa-apa, untuk apa dibangun tol. Apa juga dibangun bandara," katanya.

Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo mengatakan, pihaknya telah menentukan empat jalur utama menuju bandara.

Mulai dari Yogya ke Karangnongko Wates yang merupakan jalan nasional, jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), Jalan Daendels, dan dengan menggunakan kereta api.

“Jadi (bandara) bisa diakses dengan melalui Jalan Daendels, JJLS, lewat jalan nasional dan kemudian menggunakan kereta api. Jalan Daendels itu akhirnya nanti lewat di bawah terminal airport,” jelas Hasto, sapaan akrabnya kepada awak media, kemarin.

Baca juga: Jalan Penghubung Bandara Internasional Yogyakarta dengan Candi Borobudur Selesai 2026

Dia menjelaskan, saat ini ke empat jalur utama ke bandara tersebut tengah digarap. Dengan rincian untuk JJLS, sekarang telah dimulai.

"Sedang Jalan Daendels, juga tengah diperlebar. Sementara jalan nasional di beberapa titik yang tanahnya luas tengah dibagi dua jalur," katanya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X