17 Jenazah Korban Kapal Karam KM Arim Jaya Dipulangkan ke Rumah Duka

Kompas.com - 19/06/2019, 18:44 WIB
Kapal tenggelam.Thinkstock Kapal tenggelam.

SUMENEP, KOMPAS.com - Sebanyak 17 jenazah korban Kapal Motor (KM) Arim Jaya asal Pulau Raas, Kabupaten Sumenep, yang karam di Perairan Giliyang pada Senin (17/6/2019) kemarin, sudah dipulangkan ke rumah duka di Pulau Raas, Rabu (19/6/2019) dini hari.

Jenazah yang sudah selesai diidentifikasi oleh tim dokter RSUD Moh Anwar Sumenep dan Polda Jawa Timur, diserahkan secara simbolis kepada Kepala Desa Gua Gua, Kecamatan Raas, oleh Kapolres Sumenep AKBP Muslimin.

Baca juga: Pemkab Sumenep Siap Bantu Pemulangan Korban Kapal Karam KM Arin Jaya


Muslimin menjelaskan, jenazah diangkut menggunakan 17 mobil ambulance ke Pelabuhan Dungkek. Dari Pelabuhan Dungkek menuju Pelabuhan Raas, diangkut menggunakan dua perahu. Satu perahu khusus mengangkut jenazah dan satu perahu lagi digunakan untuk keluarga korban.

"Sebelum dipulangkan, kita sholatkan jenazah dulu bersama tokoh masyarakat. Kemudian, pemulangan diangkut pakai dua petahu ke Raas," kata Muslimin.

Baca juga: Kapal Karam yang Tewaskan 18 Orang Bukan untuk Mengangkut Penumpang

Selama perjalanan di laut, imbuh Muslimin, dua perahu dikawal oleh kapal Basarnas. Hal itu untuk mengantisipasi terjadinya gangguan selama perjalanan, seperti cuaca buruk.

Muslimin memastikan para keluarga korban dan pemilik kapal keamanannya sudah dipersiapkan dengan baik.

"Semua penumpang yang ada di perahu, kita wajibkan memakai baju pelampung," ungkap Muslimin.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Regional
Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Regional
Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Regional
Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Regional
Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Regional
Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Regional
DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

Regional
Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Regional
Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Regional
Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Regional
4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Regional
Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Regional
Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Regional
Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Regional
Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Regional
Close Ads X