Kompas.com - 19/06/2019, 17:58 WIB
ilustrasi kekeringan
KOMPAS ilustrasi kekeringan

KLATEN, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten, Jawa Tengah, menetapkan status siaga darurat kekeringan. Penetapan itu setelah Bupati Klaten Sri Mulyani mengeluarkan surat keputusan bernomor 360/684 Tahun 2019 tentang Status Siaga Darurat Kekeringan.


"Sesuai dengan surat keputusan Bupati itu status siaga bencana kekeringan di Klaten berlangsung sejak 1 Mei-31 Oktober 2019," kata Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten Sri Yuwana Haris dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (19/6/2019).

Baca juga: Kekeringan, Masyarakat Gunungkidul Tampung Air PDAM yang Bocor

Menurut Haris, sejak ditetapkannya status siaga bencana kekeringan tersebut, sampai saat ini sudah ada tujuh desa di tiga kecamatan di Klaten yang mengajukan dropping air bersih.

Dia menyebut, Kecamatan Kemalang ada tiga desa, yaitu Kendalsari, Sidorejo dan Tegalmulyo. Kecamatan Jatinom ada tiga desa, yaitu Bandungan, Temuireing, dan Socokangsi. Lalu, Kecamatan Bayat ada satu desa, yaitu Ngerangan.

"Total sampai hari ada 56 tangki air bersih yang sudah kita dropping ke tujuh desa dengan ukuran per tangkinya itu 5.000 liter," jelasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Kekeringan, Warga Depok Bilang Imbas Proyek Tol Desari

Pihaknya mengatakan telah menganggarkan dana senilai Rp 200 juta untuk kebutuhan air bersih bagi warga Klaten. Anggaran tersebut, jelas Haris, mampu menyediakan sebanyak 800 tangki air bersih.

Jika persediaan 800 tangki masih kurang, Haris menyatakan telah menyiapkan dana siap pakai sebesar Rp 539,3 juta untuk tambahan kebutuhan air bersih. Sebab, diprediksi puncak kemarau di Klaten akan terjadi pada Agustus 2019.

"Jumlah desa di Klaten yang dilanda kekeringan tahun ini kita prediksi meningkat dari tahun 2018. Tahun lalu kita hanya mengirim sebanyak 784 tangki air bersih. Tahun ini kita sediakan 800 tangki air bersih," ujarnya.

Baca juga: Ini Cara Kementan Antisipasi Kekeringan Sawah di Kebumen

Seorang warga Desa Margorejo, Ngerangan, Kecamatan Bayat, Miyarno mengatakan, kekeringan yang melanda daerahnya terjadi sejak awal Mei lalu. Bahkan, dirinya mengaku kesulitan mendapatkan pasokan air untuk kebutuhan pertanian.

"Kebutuhan air bersih masih cukup. Karena warga memiliki sumur dalam. Tapi kalau untuk irigasi pertanian sulit. Banyak sawah yang kering karena tidak ada pasokan air," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

Regional
Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Regional
Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Regional
Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Regional
Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Regional
Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Regional
Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Regional
BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X