Mantan Anggota DPRD Gunungkidul Ramai-ramai Masuk Penjara

Kompas.com - 19/06/2019, 15:50 WIB
Terpidana Kasus Korupsi Tunjangan DPRD periode 2003-2004 saat akan masuk mobil yang membawa ke LP Wirogunan, di Kantor Kajari Gunungkidul Rabu (19/6/2019) KOMPAS.com/MARKUS YUWONO Terpidana Kasus Korupsi Tunjangan DPRD periode 2003-2004 saat akan masuk mobil yang membawa ke LP Wirogunan, di Kantor Kajari Gunungkidul Rabu (19/6/2019)


YOGYAKARTA,KOMPAS.com-Kejaksaan Negeri (Kejari) Gunungkidul, Yogyakarta, kembali melakukan eksekusi terhadap 4 orang mantan anggota DPRD Gunungkidul periode 1999-2004. Tahun ini, sudah ada ada 8 orang yang masuk penjara.

Dari pantauan Kompas.com, tiga laki-laki tampak keluar dari Kantor Kejari. Selanjutnya, didampingi petugas Kejari, mereka masuk ke dalam mobil Avanza warna putih lalu menuju ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Wirogunan, Kota Yogyakarta.

Sebelum bertolak, mereka sempat melambaikan tangan kepada wartawan yang menunggu.

"Yang dieksekusi adalah Pak Nurhadi Rahmanto, Pak Bambang Eko Prabowo, Pak Purwo Darminto, dan Naomi Prirusmiyati," kata Kasi Pidsus Kejari Gunungkidul M Darojat kepada wartawan, Rabu (19/6/2019).

Baca juga: Politisi Golkar Ditangkap Kejaksaan Terkait Korupsi Dana Bansos KONI Kalimantan Barat

Pada Senin (17/6/2019), kejaksaan sudah mengeksekusi AJ Sumarno, Yogi Pradono, dan Pardiro. Sementara Supriyono akan dieksekusi 1 Juli 2019 mendatang karena yang bersangkutan untuk menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya dulu.

"Seorang lainnya, FX Ngatijan sudah meninggal. Sebenarnya ada 9 orang yang dieksekusi," ucapnya.

Seorang terpidana yang dieksekusi, Bambang Eko Prabowo mengaku siap menjalani masa hukuman di Lapas Wirogunan. Meski secara pribadi dirinya tidak merasa melakukan korupsi, pihaknya akan menerima putusan dan tidak akan mengajukan PK.

Bambang mengaku sudah mengembalikan uang kerugian. Pada saat tahun anggaran berjalan (2003-2004) terjadi kekosongan hukum karena tidak ada peraturan yang mengatur tentang tunjangan dewan saat itu dan sudah kesepakatan bersama Asosiasi Ketua DPRD Seluruh Indonesia (ADKASI).

Pengembalian kerugian negara juga dilakukan melebihi dari putusan pengadilan. Di dalam putusan hanya diminta mengembalikan sebesar Rp 63 juta, namun faktanya pengembalian mencapai Rp 73 juta.

"Ini tidak ganti rugi, tapi ganti untung. Terus selisih dari pengembalian kerugian kemana? Padahal kami bertiga tetap dieksekusi," ucapnya.

Baca juga: Penasihat Hukum Anggap 2 Anggota Komisi B DPRD Kalteng Terjerat Korupsi karena Turuti Perintah Pimpinan

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Klarifikasi soal Hoaks, KPU Ogan Ilir Pastikan Calon Petahana Masih Didiskualifikasi

Klarifikasi soal Hoaks, KPU Ogan Ilir Pastikan Calon Petahana Masih Didiskualifikasi

Regional
Anggota DPRD Jeneponto Dibacok, Berawal dari Masalah Knalpot Bising

Anggota DPRD Jeneponto Dibacok, Berawal dari Masalah Knalpot Bising

Regional
Usai Bertemu Calon Suami, Perempuan Ini Kehilangan Indra Penciuman, Ternyata Kena Corona

Usai Bertemu Calon Suami, Perempuan Ini Kehilangan Indra Penciuman, Ternyata Kena Corona

Regional
Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap Bawa 16 Kg Sabu, Sempat Diberondong Tembakan agar Menyerah

Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap Bawa 16 Kg Sabu, Sempat Diberondong Tembakan agar Menyerah

Regional
Awalnya untuk Usir Kebosanan, Kini Usaha Sofa Botol Plastik Andi Bisa Raup Jutaan Rupiah

Awalnya untuk Usir Kebosanan, Kini Usaha Sofa Botol Plastik Andi Bisa Raup Jutaan Rupiah

Regional
Mayat Wanita Pekerja Kafe Ditemukan di Kolam Penangkaran Buaya, Ini Dugaan Polisi

Mayat Wanita Pekerja Kafe Ditemukan di Kolam Penangkaran Buaya, Ini Dugaan Polisi

Regional
Seorang Perwira Polisi di Pekanbaru Ditangkap karena Edarkan Sabu

Seorang Perwira Polisi di Pekanbaru Ditangkap karena Edarkan Sabu

Regional
Viral, Detik-detik Polisi Tangkap Pengedar Narkoba, Diwarnai Kejar-kejaran Mobil dan Suara Tembakan

Viral, Detik-detik Polisi Tangkap Pengedar Narkoba, Diwarnai Kejar-kejaran Mobil dan Suara Tembakan

Regional
Gugus Tugas Covid-19 Klaim 70 Persen Warga Banten Patuh Protokol Kesehatan

Gugus Tugas Covid-19 Klaim 70 Persen Warga Banten Patuh Protokol Kesehatan

Regional
Kandang Ayam Kebakaran, 40.000 Ekor Ayam Hangus Terbakar

Kandang Ayam Kebakaran, 40.000 Ekor Ayam Hangus Terbakar

Regional
Banyak Layangan Dimainkan di Sekitar Bandara, Salah Satunya Tersangkut di Pesawat

Banyak Layangan Dimainkan di Sekitar Bandara, Salah Satunya Tersangkut di Pesawat

Regional
Libur Panjang Akhir Oktober, 6 Kawasan Wisata di Jateng Dijaga Ketat

Libur Panjang Akhir Oktober, 6 Kawasan Wisata di Jateng Dijaga Ketat

Regional
Pesan Terakhir Wali Kota Tasikmalaya untuk Warganya Sebelum Ditahan KPK

Pesan Terakhir Wali Kota Tasikmalaya untuk Warganya Sebelum Ditahan KPK

Regional
Fransiska Ditemukan Tewas di Kolam Penangkaran Buaya, Tangannya Diikat Lakban

Fransiska Ditemukan Tewas di Kolam Penangkaran Buaya, Tangannya Diikat Lakban

Regional
Sederet Fakta Oknum Polisi dan TNI Jadi Pemasok Senjata Api KKB di Papua

Sederet Fakta Oknum Polisi dan TNI Jadi Pemasok Senjata Api KKB di Papua

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X