Berkas Dilimpahkan ke Kejaksaan, Ketua KPU Palembang Berharap Kasusnya Selesai

Kompas.com - 19/06/2019, 15:19 WIB
Ketua KPU kota Palembang Eftiyani saat memberikan keterangan pers terkait penetapan tersangka terhadap dirinya bersama lima orang komisioner yang lain, Minggu (16/6/2019). KOMPAS.com/AJI YK PUTRAKetua KPU kota Palembang Eftiyani saat memberikan keterangan pers terkait penetapan tersangka terhadap dirinya bersama lima orang komisioner yang lain, Minggu (16/6/2019).

PALEMBANG, KOMPAS.com- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang Eftiyani berharap penyidikan kasus yang menimpanya bersama empat orang komisioner lain bisa dihentikan.

Namun, ia mengatakan akan tetap mengikuti proses hukum, setelah berkas penyidikan dilimpahkan oleh penyidik Gakkumdu ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang.

"Kami akan ikuti proses hukum, kalau kemarin proses hukumnya di kepolisian. Mulai hari ini proses hukumnya di kejaksaan. Tetap kita berdoa bahwa persoalan ini stop karena kalau kita bicara undang-undang, ketua DKPP sudah bilang bahwa ini (masalah kode etik), ya cuma tadi tergantung sekarang kan bolanya di kejaksaan,"kata Eftiyani usai bertemu dengan Sekda di Kantor Gubernur Sumatera Selatan, Rabu (19/6/2019).

Baca juga: Polisi Limpahkan Berkas 5 Komisioner KPU Palembang ke Kejaksaan

KPU kota Palembang pun saat ini telah mengirimkan kronologi kejadian terkait pelaksanaan Pemungutan Suara Lanjutan (PSL)  di 70 TPS Kecamatan Ilir Timur II kepada KPU RI.

"KPU RI sudah menyatakan, kalau itu (ranahnya) di DKPP, semestinya di DKPP dulu, mana kala kami melakukan pelanggaran kode etik berarti kami kena sanksi. Nah itu kalau ditemukan unsur pidana, maka itu baru ranahnya Gakkumdu. Tapi kita tidak tahu kan mekanismenya gimana," jelas ketua KPU Palembang.

Eftiyani pun kembali menjelaskan duduk persoalan kasus dugaan pidana pemilu yang menimpa dirinya tersebut. Menurutnya, syarat pelaksanaan PSL adalah dihentikannya dulu penghitungan suara pada saat digelarnya pemilu ketika 17 April 2019 lalu.

"Bukan terhenti tanggal 20 April, tanggal 20 April itu sudah rekap, sudah terbit DAA1 kan begitu. DAA1 nya sudah disahkan nasional itu masalahnya, tanggal 20 hasil (pemilu) Ilir Timur 2 sudah sampai nasional dan sudah sah,"jelasnya.

Baca juga: KPU Pelajari Kasus Pemecatan 5 Komisioner KPU Palembang

Diberitakan sebelumnya, penyidik Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Polresta Palembang melimpahkan berkas lima komisioner KPU yang ditetapkan sebagai tersangka kepada Kejaksaan Negeri (Kejari)Palembang, Rabu (19/6/2019).

Pelimpahan berkas tersebut dipimpin langsung oleh penyidik Gakkumdu Polresta Palembang Iptu Hamsal yang diterima oleh Kasi Pidum Kejari Palembang Yuliati Ningsi, sekitar pukul 11.30 WIB.

Sementara itu, Kasi Pidum Kejari Palembang Yuliati Ningsi mengatakan, mereka akan melakukan pemeriksaan terkait pelimpahan berkas yang diberikan oleh penyidik kepolisian selama tiga hari ke depan, sesuai undang-undang Pemilu serta KUHP.

Setelah dilakukan pemeriksaan, pihak penyidik Kejari Palembang nantinya akan mengambil sikap apakah akan dilanjutkan ketingkat P21 atau berkas dikembalikan (P19) untuk dilengkapi.

"Berkasnya ada 1 atas perkara tersangka EF yang merupakan ketua KPU Palembang bersama rekan-rekannya, ada lima tersangka," kata Yuliati.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 2 Desember 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 2 Desember 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 2 Desember 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 2 Desember 2020

Regional
Bisa Tampung Ribuan Pasien Covid-19, Asrama Haji di Solo Diusulkan Jadi Tempat Isolasi

Bisa Tampung Ribuan Pasien Covid-19, Asrama Haji di Solo Diusulkan Jadi Tempat Isolasi

Regional
Sopir Truk Penyebab Kecelakaan Maut di Sumedang Jadi Tersangka

Sopir Truk Penyebab Kecelakaan Maut di Sumedang Jadi Tersangka

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 2 Desember 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 2 Desember 2020

Regional
Tertidur, Pasien di Rumah Sakit Dilecehkan Anak Teman Sekamarnya, Ini Kronologinya

Tertidur, Pasien di Rumah Sakit Dilecehkan Anak Teman Sekamarnya, Ini Kronologinya

Regional
Tertimpa Pohon Besar Saat Bersepeda, Ibu Empat Anak Tewas

Tertimpa Pohon Besar Saat Bersepeda, Ibu Empat Anak Tewas

Regional
Banyumas Zona Merah, Tak Ada Pesta Kembang Api pada Malam Tahun Baru

Banyumas Zona Merah, Tak Ada Pesta Kembang Api pada Malam Tahun Baru

Regional
Oknum Perangkat Desa Cabuli Belasan Anak, Ini Faktanya

Oknum Perangkat Desa Cabuli Belasan Anak, Ini Faktanya

Regional
Video Viral Turis Asing Jadi Korban Jambret, Sempat Kejar Pelaku hingga Jatuh dari Motor

Video Viral Turis Asing Jadi Korban Jambret, Sempat Kejar Pelaku hingga Jatuh dari Motor

Regional
Seorang Bos Arisan di Cianjur Jadi Tersangka Penipuan Rp 9 Miliar

Seorang Bos Arisan di Cianjur Jadi Tersangka Penipuan Rp 9 Miliar

Regional
Seorang Polisi Diduga Ikut Memperkosa Gadis Keterbelakangan Mental

Seorang Polisi Diduga Ikut Memperkosa Gadis Keterbelakangan Mental

Regional
Seorang Operator 'Backhoe' Hilang Saat Gunung Semeru Meletus

Seorang Operator "Backhoe" Hilang Saat Gunung Semeru Meletus

Regional
4 Daerah di Jatim Jadi Zona Merah, Satgas Sebut Dampak Libur Panjang

4 Daerah di Jatim Jadi Zona Merah, Satgas Sebut Dampak Libur Panjang

Regional
Gubernur Riau Positif Corona, 75 Persen ASN Bekerja dari Rumah

Gubernur Riau Positif Corona, 75 Persen ASN Bekerja dari Rumah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X