Bea Cukai Batam Masih Periksa 65 Kontainer Bermuatan Barang Impor Limbah Plastik

Kompas.com - 19/06/2019, 12:39 WIB
Kantor Pelayanan Umum (KPU) Bea dan Cukai Tipe Batam, Kepulauan Riau akhirnya menghentikan sementara proses impor 65 kontainer yang masuk di Pelabuhan Peti Kemas Batuampar, Batam. DOK YUYUNKantor Pelayanan Umum (KPU) Bea dan Cukai Tipe Batam, Kepulauan Riau akhirnya menghentikan sementara proses impor 65 kontainer yang masuk di Pelabuhan Peti Kemas Batuampar, Batam.


BATAM, KOMPAS.com - Kantor Pelayanan Umum (KPU) Bea dan Cukai Tipe Batam, Kepulauan Riau, menghentikan sementara proses impor 65 kontainer yang masuk di Pelabuhan Peti Kemas Batuampar, Batam.

Kepala KPU BC Tipe B Batam Susila Brata mengatakan, ke 65 kontainer berisi bahan atau scrub plastik yang diimpor 4 perusahaan ini masih dilakukan proses pemeriksaan.

"Sampai saat ini belum ada indikasi ke limbah B3, karena memang masih proses pemeriksaan," kata Susila, saat dihubungi, Rabu (19/6/2019).

Baca juga: NU Desak Pemerintah Lebih Keras Tangani Limbah Plastik

Susila mengaku, jika dilihat secara visual atau kasat mata, ada beberapa kontainer yang tidak ada masalah atau barang impornya sesuai yakni scrub plastik.

Sementara yang tidak sesuai, saat ini masih dilakukan pemeriksaan di laboratorium dan selanjutnya dikirimkan ke Kementerian Lingkungan Hidup.

"Dari sana baru diketahui apakah barang ini layak atau tidak dan dari hasil laporan Kementerian Lingkungan Hidup lah baru diambil langkah selanjutnya," ujar Susila.

Semua barang impor tersebut memiliki izin, di antaranya izin dari Kementerian Perdagangan. Bahkan, hasil pemeriksaan terdapat 16 dokumen perizinan, empat importir dan 65 kontainer yang berasal dari sejumlah negara di antarnya Amerika dan beberapa negara Eropa.

Importir tersebut sudah mengimpor sesuai dengan dokumen PP FTZ 01, dan atas persetujuan dari Menteri Perdagangan dan pemeriksaan lab dari KSO Surveyor.

"Namun, kami tunggu saja hasil lab dari Kementrian Lingkungan Hidup untuk mengambil langkah selanjutnya," ungkapnya.

Lebih jauh Susila mengatakan bagi yang memenuhi kriteria, akan dirilis dan dilanjutkan ke proses selanjutnya. Sedangkan bagi yang tidak memenuhi kriteria, akan diproses lebih lanjut.

Baca juga: Tas dari Limbah Plastik Kreasi Gadis Tunawicara di Parepare

Ditanyai apakah indikator tidak memenuhi kriteria, Susila mengatakan, berdasarkan Permendag No 31/2016, impor limbah non B3 tidak boleh terkontaminasi limbah B3.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, Herman Rozie mengatakan, pengecekan isi kontainer yang dilakukan Jumat (14/6/3019) kemarin di Pelabuhan Batuampar, Batam, merupakan kelanjutan dari pemeriksaan dugaan adanya limbah B3.

Dari 65 kontainer yang dilakukan pemeriksaan, baru 18 kontainer yang diperiksa muatannya dan sampai saat ini masih proses pemeriksaannya masih jalan.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Status PDP Dicabut, Jenazah Dimakamkan Tanpa Protokol Covid-19 Ternyata Positif Corona

Status PDP Dicabut, Jenazah Dimakamkan Tanpa Protokol Covid-19 Ternyata Positif Corona

Regional
Kasus Terbanyak, Sehari 20 Warga Grobogan Terkonfirmasi Positif Covid-19

Kasus Terbanyak, Sehari 20 Warga Grobogan Terkonfirmasi Positif Covid-19

Regional
Ratusan Kali Merampok, 2 Orang Berseragam TNI Ditangkap di Bandung

Ratusan Kali Merampok, 2 Orang Berseragam TNI Ditangkap di Bandung

Regional
Jenazah Positif Covid-19 di Samarinda Dibawa Keluar Provinsi, Ini Penjelasan Wali Kota

Jenazah Positif Covid-19 di Samarinda Dibawa Keluar Provinsi, Ini Penjelasan Wali Kota

Regional
Pengenalan Sekolah, SD di Palembang Ini Gunakan Sistem 'Drive Thru'

Pengenalan Sekolah, SD di Palembang Ini Gunakan Sistem "Drive Thru"

Regional
3 Karyawan Metro TV di Surabaya Positif Covid-19

3 Karyawan Metro TV di Surabaya Positif Covid-19

Regional
Simental dan Limosin, 2 Jenis Sapi yang Akan Dipilih Jokowi untuk Kurban

Simental dan Limosin, 2 Jenis Sapi yang Akan Dipilih Jokowi untuk Kurban

Regional
Demi Konten dan Terkenal, YouTuber Seret Biawak Hidup-hidup di Aspal dengan Motor

Demi Konten dan Terkenal, YouTuber Seret Biawak Hidup-hidup di Aspal dengan Motor

Regional
Harimau Sumatera yang Masuk Pemukiman Warga Berhasil Ditangkap

Harimau Sumatera yang Masuk Pemukiman Warga Berhasil Ditangkap

Regional
Miliki Riwayat Perjalanan ke Zona Hitam, Nenek Positif Covid-19 di Wonogiri Meninggal

Miliki Riwayat Perjalanan ke Zona Hitam, Nenek Positif Covid-19 di Wonogiri Meninggal

Regional
Disdik Kabupaten Bogor Akui Belajar secara Daring Kurang Efektif

Disdik Kabupaten Bogor Akui Belajar secara Daring Kurang Efektif

Regional
Ridwan Kamil: Kalau Tak Bisa Bayar Denda, Pilihannya Kurungan atau Kerja Sosial

Ridwan Kamil: Kalau Tak Bisa Bayar Denda, Pilihannya Kurungan atau Kerja Sosial

Regional
Kadernya Jadi Tersangka Kasus Pengambilan Jenazah, PKS Belum Tentukan Sikap

Kadernya Jadi Tersangka Kasus Pengambilan Jenazah, PKS Belum Tentukan Sikap

Regional
850 Penghuni Pondok Gontor 2 Jalani Rapid Tes Covid-19, 60 Orang Dinyatakan Reaktif

850 Penghuni Pondok Gontor 2 Jalani Rapid Tes Covid-19, 60 Orang Dinyatakan Reaktif

Regional
Ratusan Ojol di Kupang Mogok, Usai Protes Kenaikan Skema Pembayaran

Ratusan Ojol di Kupang Mogok, Usai Protes Kenaikan Skema Pembayaran

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X