[POPULER NUSANTARA] Pasutri Seks "Live" di Depan Anak-anak | Takut Dibunuh, Penumpang Serang Sopir Bus Safari

Kompas.com - 19/06/2019, 07:55 WIB
Ilustrasi pornografi Thinkstock/AndreyPopovIlustrasi pornografi

KOMPAS.com - Kasus pasangan orangtua, EK (25) dan LI (24) yang memamerkan adegan intim alias seks "live" di depan anak-anak warga Kecamatan Kadipaten, Tasikmalaya, Jawa Bara menjadi sorotan pembaca.

Tak hanya itu, kedua pasangan tersebut memasang tarif Rp 5.000 per orang untuk menonton dan merekamnya. Sementara itu, polisi telah menetapkan keduanya menjadi tersangka.

Selain itu, Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar mengatakan, pihaknya akan memenuhi janji kampanye terkait pemberian 2 hektar lahan per kepala keluarga baru.

Shabela berencana akan mengambil alih lahan PT Tusam Hutani Lestari (THL). Seperti diketahui, mantan Danjen Kopassus Prabowo Subianto memiliki saham terbesar di perusahaan tersebut.

Berikut ini berita populer nusantara secara lengkap:

1. Kasus "sex live" bertarif Rp 5.000 untuk anak-anak

Ilustrasi.Shutterstock Ilustrasi.

Orangtua di Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, dihebohkan dengan perbuatan suami istri di wilayahnya yang menontonkan hubungan seksnya secara langsung dihadapan anak-anak.

EK dan LI tersebut juga memungut bayaran Rp 5.000 per anak yang usianya dibatasi maksimal 12 tahun.

Mirisnya, para penonton anak-anak ini diperbolehkan merekam hubungan seks suami istri tersebut yang dilakukan di dalam kamar rumahnya.

"Laporan ini berawal dari para orang tua yang resah dengan kelakuan suami istri tersebut. Awalnya hanya informasi mulut ke mulut, sampai akhirnya pengakuan dari anak-anak yang pernah menonton dan membenarkan kejadian tersebut," jelas Ketua Komisi Perempuan Anak Indonesia (KPAI) Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, Selasa (18/6/2019).

Baca berita selengkapnya: Heboh, Suami Istri Suguhkan Hubungan Seks "Live" Bertarif Rp 5.000 untuk Anak-anak

2. Ditagih janji kampanye lahan 2 hektar, Bupati Aceh Tengah ambil lahan milik Prabowo Subianto

Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar saat diwawancarai sejumlah wartawan dalam suatu kegiatan.KOMPAS.Com/IWAN BAHAGIA SP Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar saat diwawancarai sejumlah wartawan dalam suatu kegiatan.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah telah menyurati Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk meminta areal penggunaan lahan (APL) yang saat ini berstatus hak pengusahaan hutan (HPH) PT Tusam Hutani Lestari (THL).

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X