Kecurigaan Gubernur Sumsel di Balik Amblesnya Jembatan Penghubung Palembang-Lampung

Kompas.com - 18/06/2019, 19:07 WIB
Jembatan Mesuji yang amblas akibat roda sebuah kendaraan truk besar penuh muatan terperosok di bagian tengah jembatan yang aspalnya lepas Minggu (16/6/2019)     KOMPAS.com/ISTIMEWAJembatan Mesuji yang amblas akibat roda sebuah kendaraan truk besar penuh muatan terperosok di bagian tengah jembatan yang aspalnya lepas Minggu (16/6/2019)

 

PALEMBANG, KOMPAS.com - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru ikut menyoroti terkait amblasnya jembatan di Kabupaten Mesuji yang menghubungkan antara Lampung- Palembang akibat dua truk yang over kapasitas.

Herman menduga, dua unit truk yang terjebak ditengah jembatan berhasil lolos dari timbangan setelah adanya permainan oleh oknum tertentu.

Menurut Herman, Dinas Perhubungan masing-masing provinsi (Sumsel dan Lampung) di Jalur Lintas Timur (Jalintim) harus melakukan pengecekan setiap truk yang melintas secara mendetil tanpa adanya kelebihan muatan.

Kelebihan muatan truk pengangkut sendiri, selain mengakibatkan amblasnya jembatan, juga dapat merusak kontruksi jalan yang dilalui oleh kendaraan tersebut.

Baca juga: Jembatan Penghubung Lampung-Sumsel Amblas, Evakuasi Truk Butuh 14 Hari  

"Saya minta seluruh timbangan-timbangan itu yang dikelola Kementerian Perhubungan harus ketat, jangan sampai ada indikasi kongkalikong. Putusnya jembatan pasti karena kapasitas overload. Jangan sampai overload. Kalau overload turunkan. Kalau enggak kasih denda," kata Herman, Selasa (18/6/2019).

Jembatan yang amblas tersebut memang masuk dalam wilayah Lampung. Namun, akibat kejadian tersebut, jalan vital yang biasa dilalui untuk menghubungkan dua provinsi itu membuat lalulintas menjadi tersendat.

Seluruh kendaraan pun saat ini telah dialihkan untuk melewati Jalur Lintas Tengah (Jalinteng) sampai evakuasi truk dan perbaikan jembatan selesai dilakukan

Baca juga: Jembatan Penghubung Mesuji OKI dan Mesuji Lampung Amblas, Kendaraan Tak Bisa Melintas 

Pihak kepolisian setempat juga melakukan koordinasi bersama PT Hutama Karya. Dimana jalan tol yang masih dalam tahap pembangunan akan digunakan jika terjadi kemacetan panjang.

"Pengalihan arus ke Jalinteng juga harus dijaga. Jangan ada lagi truk yang lewat overkapastitas," ujarnya.

Proses evakuasi masih berlangsung

Sebelumnya, Staf Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PUPR RI, Ch. Kornel M.T Sihaloho mengatakan, mereka saat ini masih terfokus untuk mengevakuasi dua unit truk yang bermuatan 60 ton serta 40 ton tersebut.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X